
Adit segera mendekati istrinya yang terus saja mengejek Irfan dan menyalahkan Irfan, padahal Irfan tidak berbuat apa-apa.
"Sudahlah sayang. Nih rujak untukmu." Menyerahkan sekantong plastik hitam kepada istrinya. Dita yangg melihat rujak dengan buah-buahan yang sangat segar langsung menitikkan air liurnya.
Tanpa berlama-lama lagi mentapa rujak itu, Dita langsung membuka bungkusan nya dan segera menyantapnya.
Dita terus saja memakan rujak itu tanpa melihat orang yang berada disekeliling nya. Mereka yang melihat Dita memakan rujak dengan sangat nikmat merasa ingin memakan nya juga, namun mereka yang melihat Dita tidak menawarkan kepada mereka semua, mereka hanya diam saja sambil meneguk air liurnya.
"Kenapa kau tidak membelikan untuk ibu? Kau sudah tahukan kalau istrimu sekarang sangat pelit!." Bisik nyonya Lusi sedikit kesal.
"Mamah tidak bilangkan?." Balas Adit santai.
"Padahal istrimu pasti juga tidak bilang bahwa iya pengen dibelikan rujak segar itu!." Sewot nyonya Lusi
"I, itu kan....."
"Selamat sore!." Sapa tuan Dimas yang baru pulang dari kantornya. Adit yang tadi gugup menjadi lega, karena iya berhasil tidak menjawab perkataan dari ibunya tadi.
"Sore pah." Balas mereka semua kecuali Dita. Tuan Dimas langsung menghampiri istrinya itu dan langsung mencium nya tanpa merasa malu sedikit pun.
Cup....!
"Kau kenapa?." Tanya tuan Dimas mengeryit melihat istrinya yang cemberut dan kesal.
"Tuh liat pah!." Irfan menunjuk kearah kakak iparnya yang masih pokus memakan rujaknya.
"Heh! Menantuku sangat pintar dalam membuat ibu mertuanya kesal hahaaaa." Tawa tuan Dimas lucut. Karena baru kali ini nyonya Lusi kesal kepada seseorang, karena biasanya nyonya Lusi hanya kesal dan cemberut saat bersama tuan Dimas saja.
__ADS_1
"Diam kau!." Bentak nyonya Lusi yang semakin kesal karena perkataan dari suaminya tadi.
"Ada apa mah?." Tanya Dita polosnya.
"Tidak ada apa-apa sayang." Balas Adit mengacak-ngacak rambut istrinya sampai berantakan.
"Garukkan sekalian." Suruh Dita. Adit yang mendengar suruhan dari istrinya langsung tertawa geli, karena pasalnya iya ingin membuat istrinya itu kesal tapi malah tidak sama sekali merasa risih.
"Mah, aku tidak kuat lagi." Lirih Irfan yang terus menaguk air liurnya sadari tadi.
"Sama, mamah juga tidak tahan lagi." Balas nyonya Lusi berkeringat
"Kalian berdua ikut papah keluar." Mengajak Irfan dan Istrinya untuk keluar, karena iya merasa sangat prihatin melihat keadaan istri dan anaknya itu.
"Dit, mamah pergi dulu." Kata nyonya Lusi kegirangan sama seperti Irfan, karena sebentar lagi mereka akan memakan rujak yang sama seperti Dita makan saat ini.
"Cih, ternyata kakak juga pengen." Sahut Irfan berdesih
"Sana kau!." Tegas Adit yang kesal melihat adiknya yang tengah mengejeknya itu
"Bleee." Menjulurkan lidahnya kepada Adit
Mereka bertiga pun segera pergi keluar, karena nyonya Lusi dan Irfan sudah sangat tidak sabar lagi untuk menyantapnya. Mereka berniat ingin membeli semua rujak yang sama seperti Dita tadi.
"Dah habis!." Kata Dita menepuk-nepuk perutnya pelan merasa sudah kenyang
"Apa itu enak?." Tanya Adit mengeryit
__ADS_1
"Tidak! Rasanya sangat tidak enak!." Sambil menggelengkan kepalanya cepat. Adit yang mendapat jawaban seperti itu semakin kebingungan, iya berpikit 'kalau tidak enak, kenapa sampai habis memakan nya?'
"Kenapa?." Tanya Adit semakin mengeryit
"Karena mereka semua tadi tidak mau minta rujak punyaku." Berkata dengan wajah cemberut dan lirih.
Bukan kah kau yang tidak ingin memeberi mereka termasuk aku?." Batin Adit kebingungan.
"Tapi kau juga yang salah, kenapa tidak menawari mereka rujak tadi!." Balasn Adit dingin.
" Oh! Ternyata aku yang lupa!. Biarkan lah, lagi pula mereka sudah membelinya toh." Kata Dita dengan santainya tanpa merasa sedikit pun berdosa, padahal kamu berdosa banget loh Dit wkwkkk.
.
.
***Jangan lupa kasih Vote, Like, dan Coment-nya ya para Readers!. Karena itu sangat berguna untuk Author!.
Semoga kalian suka dengan caritanya ini! Dan jangan lupa mampir dikarya Author yang satunya " Sibungas Pembunuh Berantai "
Instagram:@anahmsr
Facebook:AnahMsr
.
.
__ADS_1
BERSAMBUNG***.....