Istri Kecil Kesayangan Tuan Muda

Istri Kecil Kesayangan Tuan Muda
Yona


__ADS_3

Sedangkan disisi lain, seorang pria tengah memperhatikan Adit dari jauh. Pria itu merasa gelisah, saat tau kalau wanita yang ia sayang mengalami hal buruk.


Pasalnya, sebelum orang suruhan Adit menemukan Dita, pria itu lah yang lebih dulu menemukan-nya. Tapi, saat ia hendak menghampiri Dita, tiba-tiba ada orang suruhan dari Adit yang menghampirinya, makanya pria itu hanya bisa melihat saat orang yang ia sayang dibawa ke Rumah sakit.


Ingin sekali ia melihat kondisi Dita saat ini, namun ia tak bisa. Ia hanya bisa berdo'a, semoga orang yang ia sayang tidak terjadi apa-apa.


Nyonya Lusi, Irfan dan Tuan Dimas baru saja datang di Rumah sakit. Mereka bertiga langsung menghampiri Adit dengan wajah yang pucat.


"Bagaiman kondisi Dita saat ini, Dit?." Tanya getir Nyonya Lusi


"D-dokter masih memeriksanya, Mah." Balas Adit sesigukan, karena ia tadi menangis.


"Bagaimana bisa ini terjadi? Apa kau menemukan dalang dari semua kejadian ini?." Tanya Tuan Dimas tegas, namun lirih.


"Aku sudah menemukan dalang-nya." Balas Adit yang mulai dingin, saat tahu siapa dalang dari kejadian semua itu.


"Kau uruslah dia, Dit. Biar Mamah yang jaga Dita, sepertinya saat ini ia tidak akan siuman." Menatap kaca kecil yang ada ditengah-tengah pintu ruangan IGD.


"Baik, Mah. Aku titip istriku dulu, kalau dia bangun segera kabari, Aku." Balas Adit yang langsung pergi dengan aura membunuh.


Adit langsung menjalankan mobilnya, menuju sebuah tempat yang jarang ia datangi. Jalann semakin sempit, membuatnya terpaksa harus turun dan melanjutkan nya dengan berjalan kaki.


Lima menit Adit sudah berjalan menyusuri tempat sepi, dan saat ini sudah terlihat sebuah Markas besar dengan banyak penjaga yang berjaga diluar.


Adit mulai mendekati markas itu, dengan aura membunuh dan wajah datar. Orang-orang yang berjala didepan langsung menunduk ketakutan, melihat Bos-nya datang ke Markas, karena Adit sangat jarang mendatangi markas tersebut, kecuali ada sesuatu yang sangat penting. Sama seperti hari ini, sesuatu yang sangat penting sehingga membuat Adit terpaksa harus mendatangi markas itu.

__ADS_1


Salah satu penjaga membukakan gerbang markas tersebut, Adit pun segera masuk kedalam tanoa bebicara sepatah kata pun.


Orang-orang yang berada didalam terkejut, saat melihat kedatangan Adit, mereka semua langsung menunduk hormat.


"Dimana dia?." Tanya Adit dingin


"Dia ada diruangan bawah tanah, Tuan." Balas salah satu bawahan Adit. Mendengar itu, Adir langsung bergegas menuju ruang bawah tanah atau bisa disebut, ruang penyiksaan.


Takk takk


Suara langkah kaki Adit menggema didalam ruangan tersebut. Para penjaga yang mendengar langkah kaki itu langsung gemetar dan berwajah pias.


Sedangkan seseorang yang tengah diikat, tidak merasakan kehadiran Adit, karena ia saat ini tengah tak sadarkan diri.


"Kalian apakah, Dia?." Tanya Adit dengan aura membunuh


"Kenapa kalian hanya menyiksanya dengan cambukan saja? Dia sudah membahayakan istri saya! Belum lagi, bayi yang ada didalam kandungannya!." Tegas Adit yang marah dengan orang yang tengah pingsan dihadapan nya itu.


"M-maafkan kami, Tuan." Ucap mereka semua


"Ambilkan air yang paling dingin!."


Tak selang beberapa menit, orang-orang yang tadi Adit suruh sudah mengambilkan seember air dingin dengan banyak es batu didalam nya.


"I-ini, Tuan." Menyerahkan nya kepada Adit, Adit phn mengambilnya.

__ADS_1


Byurrr


Tanpa ampun, Adit langsung menyiram orang yang tengah pingsan itu. Orang yang tadi pingsan, kini sudah mulai membukakan matanya dengan perlahan.


"Enak pingsannya?." Tanya Adit menyeringai. Saat mendengar suara yang ia kenal, orang itu langsung menengadah keatas, betapa terkejutnya ia saat melihat keberadaa Adit didepan nya.


"T-tuan?." Masih tak percaya


"Kenapa kau mencelakai istri dan anakku?." Dingin dengan aur membunuh


"M-maafkan aku, Tuan." Balasnya ketakutan


"Jika ada yang terjadi dengan istri dan anakku! Maka kau tau akibatnya! Nona YONA!." Kata Adit dengan menekan akhir katanya.


Perasaan Adit saat ini sangat ingin membunu* orang yang ada dihadapan nya itu. Tapi itu terlalu cepat buat Adit melepaskan orang yang telah mencelakai istri dan anaknya.


Orang yang tengah ketakutan itu adalah Yona, ia sangat membenci Dita, maka dari itu ia ingin sekali membunu* Dita.


Bukan Yona saja yang ada dibalik dalang tersebut, masih ada satu orang yang masih belum diketahui Adit.


.


.


🌹Jangan lupa kasih Like, Vote, Coment dan Ratenya ya, karena itu sangat berharga bagu Author.🌹

__ADS_1


Mampir juga kekarya Author judulnya 'Nanda & Claundia' sama 'Wanita Pembunuh Berantai' nama penanya 'Asnah'


__ADS_2