
Dita pun segera berangkat tanpa sarapan, perut Dita terus saja berbunyi sehingga membuat perut Dita merasa sakit.
Iya melihat sebuah warung makan yang ada dipinggir jalan, Dita pun segera mampir.
"Paman, apa saya boleh ngutang dulu?." Tanya Dita tertunduk pada Pria Paruh Baya itu. Pria itu tersenyum melihat Dita yang begitu sopan.
"Kau duduk lah Nak, paman akan buatkan gratis untuk mu." Suruh Pria Paruh Baya itu.
"T, tapi pa..." Sahut Dita hendak membantah.
"Duduklah." Potong Pria Paruh Baya itu dengan tersenyum. Dita pun mengangguk dan segera duduk dikursi paling pojok.
Tak lama kemudian Pria Paruh Baya itu membawakan satu piring nasi goreng dan teh panas.
"Ini nak, makan lah." Ucap Pria itu sambil meletakkan diatas meja.
"Terima kasih, Paman." Kata Dita sopan dan segera memakan dengan lahap karena perutnya sudah sangat lapar.
Pria Paruh Baya itu tersenyum melihat Dita yang memakan dengan lahap, dan segera pergi meninggalkan Dita.
Sepuluh menit kemudian, Dita baru selesai mengisi perutnya.
"Paman." Panggil Dita ramah. Pria Paruh Baya itu pun segera menghampiri Dita.
"Iya nak?." Tanya Pria itu
"Terima kasih." Balas Dita dengan sopan
"Sama-sama nak." Ujar Pria Paruh Baya itu.
"Nama Paman siapa?." Tanya Dita
"Usman, Nak." Jawab Pria Paruh Baya itu yang bernama Pak Usman.
"Sekali lagi, terima kasih Pak Usman." Kata Dita "Kalau begitu dita pergi dulu." Sambung dita dan bersalaman.
"Hati-hati, Nak Dita." Ucapnya. Dita pun mengangguk, dan segera pergi dari warung makan itu.
Sepuluh menit kemudian, Dita sudah sampai ditempat kerjanya dan segera melakukan tugas dengan segera.
Tak terasa hari sudah mulai gelap, Dita pun segera bersiap-siap untuk pulang, namun sebelum ditaa keluar dari restoran itu. Iya tiba-tiba disiram oleh salah satu pengunjung yang masih berada disitu.
Byurr
Badan Dita basah kuyup, akibat air yang disiram olehnya.
"K, kenapa kau menyiramku?." Tanya Dita getir.
"Itu hukuman mu, kau sudah mengambil millikku." Katanya lantang
"A, apa maksutmu?." Tanya Dita lagi, yang masih tidak mengerti.
"Tidak perlu tau, dasar jala**." Katanya sinis
Plakkk
"Saya tidak pernah mengganggu anda, jadi jangan ganggu saya lagi, dan saya juga tidak pernah mengambil milik anda, PAHAM!!." Kata dita sambil menekan setiap katanya dan pergi meninggalkan orang tadi.
Orang itu adalah Yona. Dan saat Dita bersama Alek keluar dari mobil, Yona lah yang memperhatikan kemesraan mereka berdua.
Yona mengusap pipinya kasar, saat ini iya sangat marah kepada Dita dan benci.
"Tunggu pembalasan ku, atas tamparan mu ini." Ucap Yona berapi-api dan segera pergi dari restoran.
Para senior dan pelayan yang melihat kejadian didepan hanya bisa melongo tidak percaya dengan tindakan dita barusan.
__ADS_1
"Gila, gak nyangka gue."
"Ho'oh, ngeri banget."
"Tobat dah gue."
"Bisa-bisa pipi mulus gue jadi ancur lebur."
Perkataan para pelayan yang tidak percaya, mereka pun berniat untuk tidak mengganggu Dita lagi.
Kini dita sudah sampai dirumah nya dan segera istirahat, untunglah Nyonya Sarah sedang tidak ada dirumah, jika ada mungkin badan Dita akan banyak memar lagi.
Dita pun segera kekamar mandi untuk membersihkan badannya yang lengket akibat minuman yang Yona tumpahkan saat direstoran.
------
Saat ini Dita sudah berada direstoran, hari ini tidak ada yang berani mengganggunya lagi.
Dita yang merasa tidak diganggu lagi merasa senang, dan menjalankan pekerjaan nya dengan tenang.
💙Sementara itu....
"Dit, restoran yuk." Ajak sahabat Adit yang bernama Arka.
Saat ini Adit berada dirumah Arka untuk menenagkan dirinya yang terus kepikiran Dita, iya sudah lama tidak bertemu dengan Dita.
"Ngapain?." Tanya Adit datar
"Beli baju!." Jawab Arka kesal
"Emang ada?." Tanya Adit tanpa melihat Arka yang sudah sangat gusar.
"Adalah, ceweknya manis banget, kalau gak salah namanya Anandita." Balas Arka asal-asalan.
"Anandita seorang wanita yang sangat cantik." Kata Arka sambil senyum-senyum membayangkan wajah Dita.
"Iya bekerja menjadi pelayan, direstoran yang tadi aku kata kan." Sambung Arka.
"Dimana?." Tanya Adit semangat
"Cih, menyebalkan." desih Arka "Cari sendiri." Sambung Arka dan pergi meninggalkan Adit menuju keluar.
Adit pun mengikuti Arka keluar, iya menjadi semangat, iya merasa bahwa Dita lah yang dimaksut Arka.
Semoga saja dia." Batin adit bahagia
"Bawa mobil masing-masing saja." Suruh Arka pada Adit yang kini berada diluar.
"Sipp." Balas Adit mengacungkan jempolnya.
Arka bingung dengan sikap adit yang menjadi kekanak-kanakan, iya pun berniat ingin bertanya pada adit.
"Apa kau gila?." Tanya Arka serius menatap Adit.
"Ya, aku gila karena Anandita, wanita yang kau bilang tadi!." Jawab Adit kesal
Arka terkejut mendengar jawaban dari Adit, pasalnya Adit tidak pernah tertarik dengan wanita mana pun.
Sangat mengejutkan." Batin Arka yang masih tak percaya.
Mereka pun segera masuk kedalam mobil masing-masing, Arka memilih tak membahas soal Anandita lagi.
Mobil milik Arka berada didepan yang digirigi oleh Adit dibelakang. Adit yang berada dibelakang merasa kesal, karena Arka menjalankan mobilnya sangat lambat.
"Sialan Arka!!." Geram adit sambil memukul kemudi
__ADS_1
Sedangkan didalam mobil, Arka terus tersenyum, karena iya dapat membuat adit kesal. Arka semakin memperlambat mobilnya, serasa jalanan milik nenek moyangnya wkk.
Banyak mobil yang ikut merasa kesal karena melihat mobil Arka jalan dengan lambat.
Klakson mobil terus dipencet oleh orang-orang yang berada dibelakang mobil Arka. Karena merasa kasihan, Arka pun kembali melajukan mobilnya.
Sepuluh menit kemudian, Adit dan Arka sampai dilestoran tempat Dita bekerja. Adit segera turun dari mobilnya, dan masuk kedalam restoran, tanpa menunggu Arka.
Adit melihat-lihat kesegala arah, mencari keberadaan Dita yang masih tidak terlihat.
"Duduklah!." Suruh Arka datar
Mereka berdua pun segera duduk dikursi paling pojok, salah satu pelayan mendatangi mereka.
"Mau pesan apa, Tuan?." Tanya pelayan wanita ramah sambil mengedip-ngedipkan matanya kearah Arka dan Adit.
"Udang goreng 2, dan jus jeruk 2." Kata Arka, iya tahu bahwa Adit tak akan berbicara.
"Baik tuan, tunggu sebentar." Kata sang empu dan pergi meninggalkan mereka berdua.
Saat Adit dan Arka tengah duduk, tiba-tiba ada seseorang yang memanggil Arka...
"Aka...?." Tanyanya sambil menepuk bahu Arka
"Gue pindah." Kata Adit, dan pergi kemeja lain.
"I, ina." Kata Arka gelagapan
"Aka, kan?." Tanyanya lagi
(Wanita kadang suka mengulangi kata, agar dia mempunyai waktu lebih, untuk berpikir, kata apa yang harus dia keluarkan setelah ini, wkkk)
"I, iya! ina!?, kau ina yang dulu kan?." Tanya Arka bingung. Sebenarnya, dalam benak Arka yang paling dalam iya sangat ragu.
Ini Ina yang mana, ya?." Batin Arka berpikir.
Karena waktu Arka masih sekolah SMA, iya memiliki delapan pacar, yang bernama sama dan bertampang sangat mirip.
.
.
Bab Author perbaharui🙏
.
.
Follow Ig Author:@anahmsr
Fb:anahmsr
Email:hasnahmr05@gmail.com
.
.
JANGAN LUPA VOTE, RATE, LIKE, DAN COMENT-NYA.
.
.
BERSAMBUNG.....
__ADS_1