Istri Kecil Kesayangan Tuan Muda

Istri Kecil Kesayangan Tuan Muda
Pelit


__ADS_3

"Apa kak ipar punya kakak?." Tanya Irfan yang berada disebelah Dita


"Tidak ada." Balas Dita lembut


"Lalu kakak tinggal sama siapa?." Sambil mengeryitkan dahinya


"Nenek." Balas Dita memelas. Setelah itu Irfan hanya mengangguk saja, tidak ada lagi yang berbicara hanya ada keheningan.


Tak berapa lama kemudian, Adit baru saja sampai dirumah nya dengan membawa kantong plastik berisi buah mangga.


"Lama sekali." Cemberut Dita


"Tau nih." Sewot Irfan yang juga ikut-ikutan


"Kau adik siapa?." Tanya Adit yang pura-pura Amesia. Irfan yang mendapat pertanyaan seperti itu langsung kesal pada Adit, iya pun langsung pergi dari kamar Adit untuk menemui ibunya.


"Aku siapa?." Tanya Dita yang juga ikut-ikutan amesia. Adit yang tadinya memandang pintu kamarnya langsung menoleh kearah istri kecilnya itu.


Cup....!


"Kau istri kecil kesayangan Tuan muda." Sahut Adit yang baru saja mengecup bibir istrinya sekilas.


"Oh." Balas Dita singkat. Melihat istrinya seperti itu Adit hanya tersenyum, karena iya sudah terbiasa dengan jawaban Dita yang sering singkat.


"Nih." Sambil menyerahkan 5 biji buah mangga muda kepada Dita. Dita yang mendapatkan banyak sekali buah mangga muda merasa senang. Karena tidak sabaran lagi, Dita langsung menggigit buah mangga nya tanpa dikupas.


"Eh! Sini." Kejut Adit yang langsung mengambil buah mangga nya dari tangan Dita.


"Hikss, punyaku." Tangis Dita


"Kita kupas dulu sayang." Sahut Adit lembut sambil memusut ujung kepala istrinya.


"Hem, kupaslah." Ucap Dita. Adit pun segera pergi kedapur untuk menemui ibunya yang sudah membuatkan sambel untuk buah mangga itu.


Sedangkan ditempat lain, seorang pria tengah tersenyum saat memandang sebuah foto berukuran kecil, dimana foto tersebut ada seorang perempuan dan pria tersebut sedang berpelukan dari belakang. Pria itu terus saja tersenyum dan sesekali meneteskan air matanya diatas foto itu.


"Sekarang kita terpisah. Aku sangat merindukan mu, canda tawa, wajahmu, kehangatan mu, semunya aku rindu. Kapan kita bisa bertemu lagi." Lirih sosok pria itu


"Ndre!"


"Eh! Ada apa?." Tanyanya


"Apa lu merindukan nya?." Tanyanya balik


"Sangat! Gue kangen banget sama Dita." Balasnya lirih


"Oh." Balasnya singkat.


Ditempat lain, kini Dita tengah memakan buah mangga muda yang tadi dipetikkan oleh Adit. Mereka yang tengah memandangi Dita makan mangga tersebut hanya bisa meneguk air liurnya, karena Dita sama sekali tidak mau memberi sepotong pun mangga muda itu.

__ADS_1


"Dit, semoga anakmu tidak pelit." Bisik Nyonya Lusi yang terus saja meneguk air liurnya.


"Tidak! Anakku! Dia tidak akan pelit seperti ibunya sekarang!." Gerutu Adit diikuti gelengan kepalanya.


"Kak, aku ingin minta." Lirih Irfan berbisik


"Beli lah." Jawab Adit


"Kenapa?." Tanya Dita mengeryit tanpa dosa


"Mi..."


Arkhh


"Eh! Kau kenapa Fan?." Tanya Dita yang mendengar Irfan meringis kesakitan akibat kakinya diinjek oleh Adit.


"Tidak ada sayang." Balas Adit tersenyum.


"Apa kalian tidak ingin minta? Ah sudahlah, kalian semua tidak akan suka." Kata Dita yang kembali memakan mangga muda tersebut. Padahalnya tadi Irfan ingin berbicara lagi, namun niatnya tidak bisa dikeluarkan akibat ulah Dita yang berbicara sendirian.


"Dit! Mamah dan Irfan kekamar saja." Lirih Nyonya Lusi yang langsung pergi bersama Irfan.


"Yank!." Panggil Dita ketus


"Hem." Balas Adit yang hanya berdehem


"Dua hari lagi kita akan lulus kan?." Tanya Dita diikuti senyuman yang lebar.


"Kau!!!!!." Dengus Dita yang memukul lengan Adit, namun tidak sama sekali pukulan itu membuat Adit kesakitan.


"Hahahahaaa, kau sangat lucu." Sambil mencubit kedua belah pipi Dita


"Auu! Sakit!." Kesal Dita


"Tidurlah." Kata Adit yang tengah mengambil piring bekas mangga muda yang sudah habis dimakan Dita barusan.


"Dicuci! Awas kalau gak!." Menatap Adit dengan tajam


"Kalau gak kenapa sayang." Bisik Adit dengan suara menggoda


"P, pergilah!." Ketus Dita. Padahal wajahnya saat ini seperti tomat akibat menahan malu. Adit terus saja tertawa karena telah berhasil menggoda istri kecilnya itu.


Setelah Adit pergi Dita pun pergi kedalam kamar mandi sambil membawa handpone miliknya(Hayuk siapa! yang sering kayak gitu! Ngaku lo! wkwkkkhayuk). Setelah sudah berada didalam iya langsung menelpon seseorang.


"Aku rindu." Ucap Dita dengan orang sebrang telpon


"Kita pasti akan bertemu lagi." Balasnya


"Hem, bagaimana kabarmu?." Tanya Dita lirih

__ADS_1


"Tidak baik." Balasnya


"Kenapa?." Sambil mengeryit


"Karena kita sudah lama tidak bertemu." Dengan suara yang nampak sedih


"Nanti aku usahain buat bertemu dengan mu." Balas Dita tersenyum


"Baiklah, kau tidurlah." Suruhnya


"Iya sayang! Dahh." Ucap Dita dengan lembut dan langsung mematikan sambungan telponnya.


Iya langsung menyembunyikan handpone nya didalam baju yang iya kenakan, supaya Adit tidak mengetahuinya. Syukurlah kamar mandi tersebut kedap suara, jadi tidak ada yang mendengarnya saat iya telponan tadi.


"Kau kenapa?." Tanya Adit cemas yang langsung menghampiri Dita didepan pintu kamar mandi.


"Aku hanya sedikit mual." Ucap Dita berbohong. Adit yang mendengar itu langsung menggendong tubuh istrinya dan membaringkan nya keatas ranjang sambil menyelimuti nya, karena malam sudah semakin larut.


"Tidurlah cepat." Kata Adit dengan lembur sambil menepuk kepala istrinya pelan-pelan. Tak terasa mereka berdua akhirnya tertidur dengan nyenyak.


Dua hari kemudian. Sepasang suami-istri itu tengah bersiap-siap, karena hari ini ada acara dikampus mereka berdua.


"Pakaian mu terlalu pendek." Protes Adit yang melihat pakaian Dita sedikit diatas lutut.


"Entah! Aku jadi pengen mengenakan ini." Balas Dita santai "Eh! Kau harus pakai stelan jas warna pink ya!." Suruh Dita. Adit yang mendapat suruhan seperti itu langsung mengeryitkan dahinya. Pasalnya Adit sekarang sudah siap dengan stelan jas berwarna biru yang nampak cocok dan cool dengan nya. Tapi, malah disuruh berganti dengan stelan jas berwarna pink oleh Dita, sehingga membuatnya hanya bisa menuruti kemauan istri kecilnya itu.


"Bagaimana?." Tanya Adit lemas yang baru selesai berganti pakaiannya.


"Sejak kapan kau suka warna pink?." Tanya Dita balik sambil menahan tawanya.


"Kau!!!." Geram Adit langsung menggelitiki Dita.


"Hah! Hahahaaa. Stopp, hahahhaa! Ampun." Ucap Dita yang diikuti tawanya akibat Adit yang terus saja menggelitiki perutnya yang mulai membuncit.


"Blebleebleeee!." Hanya mengeluarkan lidahnya dihadapan Dita tanpa memberhentikan aktivitas nya menghukum istri kecilnya itu.


"Hah! Ampun. Hhahaaa." Tawa Dita yang terus keluar dari mulutnya.


"Hari ini kau selamat!." Dengan suara dingin, namun hatinya saat ini sangat hangat karena mendengar tawa dari istrinya.


.


.


Jangan lupa kasih vote, like, dan coment nya ya sayang🤧. Biar Author lebih semangat lagi ngetiknya🙏🤭Kalau gak nanti bakal berkurang semangat Author kalau kalian gak dukung😌


.


.

__ADS_1


BERSAMBUNG....


__ADS_2