
Dan delapan Ina itu, sering memanggil nama Arka dengan sebutan Aka.
"Iya, aku Ina yang dulu suka nampar, cubit pipi kamu." Kata Ina
Sejujurnya, Arka masih gak Ngeh dengan semuanya. Ini ina yang mana?." Batin Arka. Karena semua pacar, sering mencubit dan menampar pipi Arka.
Karena itu, pipi Arka saat ini masih sedikit merah, akibat cubitan dari semua pacarnya. Ina dan Arka tersenyum, keduanya saling berjabatan tangan.
Ikuti saja." Batin Arka
"Aku ragu-ragu, apa benar itu kamu?, abisnya sudah lama sekali gak ketemu." Kata Arka
Ina tersipu malu. Saat malu, para gadis pun percaya bahwa rona wajah yang merah muda menambah kesan manis dan imut.
"Kebetulan banget, kamu lagi apa disini?, nunggu istri ya?." Tanya Ina seperti mengintrogasi.
Hah!!, Istri?. Gue lajang ouy." Batin Arka tidak terima
"E, enggak, lagi mau makan aja." Jawab Arka
"Ouh, kirain. Emm, yang tadi itu teman mu kah?." Tanya Ina ragu
"Dia, sahabatku. Aekaligus anak tanteku." Jawab Arka sambil menunjuk Adit
"Ouh." Balas Ina "Boleh duduk disini, gak?." Tanya Ina malu
"Duduk saja." Kata Arka ramah
Mimpi apa gue malem tadi. Cewek ini cantik, tapi kok aneh ya?." Batin Arka bertanya.
Pesanan yang mereka pesan tadi akhirnya sampai, dan yang pas nya lagi, bahwa Dita lah yang mengantarkan kemeja mereka.
"Ini tuan." Kata Dita ramah
"Eh, yang dua ini, serahkan ke Pria itu saja." Suruh Arka menunjuk Adit. Dita pun mengangguk, dan segera menghampiri meja Adit.
Namun saat Aita sudah berada didepan meja, Adit malah sibuk memainkan ponselnya, sehingga tak menyadari keberadaan Dita.
"Ini tuan, pesanan nya." Kata Dita meletakkan makanan dan minuman adit. Adit yang merasa kenal dengan suara itu, langsung melihat kearah Dita.
Saat itu Adit sangat terkejut, ternyata itu beneran Dita, dan mata mereka berdua bertemu.
Dita segera mengalihkan penglihatannya dari Adit, saat Dita hendak pergi, tiba-tiba Adit memanggilnya.
"Anandita?." Tanya Adit pura-pura tidak kenal
"Iya, ada yang bisa saya bantu?." Tanya Dita melihat kearah adit dengan kepala tertundukm
"Temani aku makan." Balas Adit
"Tapii, tuan..." Kata Dita hendak membantah
"Turuti saja." Tegas Adit. Dita pun pasrah, dan segera duduk dibangku kosong yang ada didepan Adit.
"Kau tinggal dimana?." Tanya Adit yang masih melihat Dita
"Dijalan, anggrek no 72, Tuan." Sahut Dita ramah
"Tinggal dengan siapa?." Tanya Adit lagi
"Nenek, tuan." Jawab Dita. Adit hanya mengangguk, dan segera makan, sementara itu.
"Ouh iya, gimana kabar ibumu?." Tanya Ina
__ADS_1
"Hem, ibuku sudah meninggal." Sahut Arka tertunduk, Arka menjadi sedih saat mengingat ibunya.
"Maaf, aku sama sekali gak tau. Soalnya sudah lama sekali, lima tahunan ya!?." Kata Ina yang ikut lirih.
Ouh, Ina yang kedua toh. Gini dong dari tadi, jadi gue kan ngerti." Batin Arka senang.
"Untung kamu gak berubah, kalo kamu berubah, aku pasti tidak bisa ngenalin kamu. Awet muda sih, kamunya." Ujar Arka ramah, sehingga membuat Ina tersipu.
"Biasa aja. Eh, kamu apa kabarnya?.. sudah punya anak berapa?." Tanya Ina
Istri aja kagak ada, malah nanya anak. Ini Ina yang mana sih, bingung gue." Batin Arka yang kembali bingung.
"Baik, belum punya anak." Sahut Arka datar
"Eh, kirain udah punya." Cengir Ina
"Andai, kita dulu tidak putus." Ucap Arka lirih
Bangsa cowok percaya, bahwa bangsa cewek adalah bangsa yang romantis. Bahkan sejak lahir mereka sudah diperlakukan romantis.
Karena itu, bangsa cowok percaya, jika mereka mengungkit kenangan manis, Semanis senyuman gue, anjay....
Masa lalu mereka, maka bangsa cewek akan terenyuh, karena sang pujaan masih mengingat kejadian itu.
"Masa lalu, Ka. Dulu kamu sih, jadi orang gak terlalu cemburuan, kalau cemburuan, mungkin aku masih betah sama kamu, hhahaahaaa..." Kekeh Ina
"Kamu dulu juga genit, sering godain cowok lain, mentang-mentang cantik." Sewot Arka
"Aku genit?, enggak ah." Kata Ina tidak terima
Eh salah ina-nya. Ini ina yang mana?. Gue janji gak bakal punya pacar yang nama-nya sama." Batin Arka berjanji dengan tulut, setulus cintaku pada-mu "Aswuu hahhaa".
"Oh ya. Eh orang tuamu yang galak itu, gimana kabarnya?." Tanya Arka mengalihkan pembicaraan.
Hah!?, bukan Ina yang itu?. Yang mana sih ribet banget." Batin Arka lirih
"Oh, maksutku yang itu.. yang galak, yang mana, eh..."
"Om ku kah?." Tanya Ina membantu Arka
"Nah iya itu!, Om kamu itu galaknya minta ampun, hedehh.." Kata Arka semangat, karena iya mendapatkan jalan.
Huh. Terima kasih Tuhan." Batin arka senang
"Tapi, Om ku gak galak banget, cuman sedikit aja." Balas Ina
Hah, bukan!!!!. Menyebalkan." Batin Arka tak percaya dengan ulahnya sendiri. Saat ini Arka sedang mencari-cari file pengingatan nya yang lima tahun lalu.
Gak dapet." Batin arka menyerah
"Udah, gak usah diinget-inget lagi, itu masa lalu. Pokoknya gak usah diinget lagi kenangan buruk dulu.." Kata Ina
Yess, gitu donk." Batin Arka semangat
Arka pun kembali memasang wajah manisnya. Para pria percaya, dengan memasang tampang manis, maka akan membuat para gadis merasa damai, ketika memandang wajah sang arjuna.
"Aku gak nyangka, kamu seinget itu, waktu itu aku..." Masih berpikir
Kebiasaan bangsa cowok suka menggantung kalimat yang tidak iya ingat, agar perkataannya dilanjutkan oleh bangsa cewek yang mengingatnya. Dengan begitu merek akan selamat dari rasa malu, jika tidak mengingat semuanya.
"... Kamu bawain aku martabak mini."
Mungkin" Batin arka tersenyum
__ADS_1
"Terus, saat kamu sudah ada dirumah, ternyata dirumah ku lagi ada keluarga besar berkumpul..."
".. Jadi martabak mini-nya gak cukup. Terus kamu, bukannya beli lagi, malah dipotong kecil-kecil, seperti potongan wartel."
" Hah?." Arka sangat terkejut mendengar semua ucapan yang dilontarkan ina padanya.
Apa!!,sepelit itukah gue?, atau gue mengidam penyakit anemia?. Eh?!, Amesia gblk. Tidakkk!!!!." Batin Arka gelisah.
"Iyaa.." Tegas ina dengan penuh keyakinan "Udah dipotong kecil-kecil, martabaknya kamu potong-potong lagi, Eh jadinya martabaknya jadi kini bangettt." Kata Ina yakin.
Sumpah!, miskuen banget idup gue dulu." Batin arka tak habis pikir dengan semua cerita ina.
Seingat gue, kepelitan yang paing parah bangey ngasih kado kepasa pacar-pacar gue, dari barang-barang gratisan yang sering ditawarin dimall-mall." Batin Arka yang masih belum Ngeh.
"Mau tau gak?.. apa yang kamu bilang kepada mereka?." Tanya Ina, Arka pun mengangguk.
"Terus, kamu bilang ditengah- tengah keluarga, Emmm fyuhh...." Ina mengambil napasnya, dan mengubah suara....
"Dengan ini aku membagi-bagikan, martabak mini buat keluarga dan saudaraku yang kelaparan!." Ucap Ina tegas
"Hah!?.."
Arka sangat shock mendengar itu, andai dia punya penyakit jantung, mungkin sudah Ngeh.
"Kamu bagi-bagiin deh martabak mininya, Terus kamu dilemparin pake sepatu mereka semua.." Sambil menepuk jidaknya
"Oh ya?." Arka memblalakan matanya
.
.
Bab Author perbaharui🙏
.
.
Follow Ig Author:@anahmsr
Fb:anahmsr
Email:hasnahmr05@gmail.com
.
.
💙Visual sebagai Ina(gaje)
💙Visual sebagai Arka(ngenes)
JANGAN LUPA VOTE, RATE, LIKE, DAN COMENT-NYA.
.
.
BERSAMBUNG.....
__ADS_1