
Tak terasa akhirnya jam istirahat berbunyi padahal Pak Dosen hendak memberikan tugas yang banyak pada semua muridnya kecuali Dita.
"Kalian semua hari ini selamat." Tatap Pak
Dosen pada semua murid yang ada dikelas
Dan tatapannya berakhir kepada Dita yang tengah tersenyum sehingga membuat hati Pak Dosen luluh dan ikut tersenyum.
Para murid pun kembali riuh membuka aib guru killernya itu
"Jelalatan."
"Ingat usia ouy."
"Tua bangkeeeeee,"
"Dosen gak tau diri."
"Murid aja disikatnya."
"Mana ada yang mau sama killer."
Ucapan semua yang mereka lontarkan membuat Pak Dosen kembali menjadi killer bahkan sampai berapi-api
"Kalian!.. saya hukum berlari lapangan 20 kali sekarang!." Perintah Pak Dosen lantang
"Kecuali, Dita." Kata Pak Dosen menunjuk Dita
"Loh kok gitu Pak!." Bantak mereka semua tidak terima
"Kalau tidak mau, saya kasih tugas saja bagaimana?." Tawar Pak Dosen tersenyum licik
Para murid yang tadi membantah langsung terdiam saat melihat senyum licik dari Dosen killernya..
Karena mereka tau tugas yang akan diberikan bukan lah tugas yang enak, melainkan tugas yang akan membuat mereka tiada saat mengerjakan nya.
"Tidakk, tidakk!." Kata semua murid tidak mau
"Pinter, sekarang lakukan lah hukuman kalian!." Ucap Pak Dosen dingin
Dasar Dosen Killer tua bangkee" batin salah satu siswa
Para murid yang tadi mendapatkan hukuman langsung keluar untuk menuju lapangan..
Mereka lebih memilih untuk panas-panasan dari pada mati-matian mengerjakan tugas yang mereka tidak tau jawaban nya.
"Kamu kok masih disini?." Tanyanya pada Adit yang masih duduk disebelah dita
"Saya tidak melakukan apa-apa pak." Sahut adit
benar juga kata culun ini" batin Pak Dosen berpikir
"Baiklah kau selamat." Kata Pak Dosen ramah karena iya tak ingin membuat pujaan hatinya ketakutan.
"Kalau begitu kalian berdua istirahat lah." Suruh Pak Dosen
"Kau jangan dekat-dekat dengan nya." Tunjuk Pak Dosen pada Adit dengan tatapan tajam
"Baik pak!." Kata Adit mengangguk
Pak Dosen pun akhirnya keluar dari kelas, kini hanya tersisa Dita dan Adit saja yang sedang membaca bukunya
"Apa kau tidak ingin kekantin?." Tanya Adit tanpa memalingkan wajahnya
"Mari!." Ajak Dita yang langsung memegang tangan Adit
Adit yang merasakan sentuhan dari dita merasa nyaman dan saat ini hatinya berdegub kencang seperti habis berlari jauh.
"Hey." Kata Dita sambil melambay-lambay kan tangannya didepan Adit yang sedang melamun
__ADS_1
"Eh!." Sambil menggaruk kepalanya yang tak gatal karena menahan malu
"Apa kau tidak malu berjalan dengan ku?." Tanya Adit yang merasa tidak enak
"Untuk apa malu, semua manusia sama." Jawab Dita enteng
Mereka berdua segera keluar untuk menuju kekantin
Saat Dita dan Adit berjalan dikoridor kampus lagi-lagi banyak yang memuji karena kecantikan Dita dan mengejek karena Adit tidak tahu diri.
Namun semua itu hanya dianggap angin lalu oleh Dita dan Adit mereka berdua segera menuju kantin karena merasa sangat lapar
Mereka berdua akhirnya sampai dikantin dan segera mencari meja kosong
Tatapan mereka berdua terhenti dimeja paling pojok yang kosong dan segera menuju kesana
"Kau mau makan apa?." Tanya Adit yang kini sudah duduk
"Sama kan saja." Jawab Dita ramah
Adit pun segera memesan makanan yang akan iya makan bersama Dita..
Tak lama kemudian makanan yang tadi adit pesan sudah sampai dimejanya dan segera melahap
Saat mereka berdua ingin menyuap tiba-tiba ada yang memeluk dita dari belakang
"Eh!." Kata Dita terkejut
"Hay sayang." Kata seorang pria
Dita yang dipanggil sayang merasa bingung dan menatap pria itu dengan datar
"Kenal kah?." Tanya Dita pada pria itu
"Aku Alek teman mu waktu SMP." Jawabnya
"Eh!. apa kabarmu?." Tanya Dita yang sudah ingat
"Baik, kau?." Tanya nya yang sudah duduk disebelah Dita tanpa meminta ijin
Adit yang melihat kedekatan Dita dan Alek ada rasa sakit dihatinya, karena iya merasa bahwa Dita adalah wanita yang selama ini iya cari..
Wanita yang tidak memandang status, apa lagi Dita orang nya yang sangat baik dan tulus berteman dengan nya
"Baik." Sahut dita "Hem, dia temanku namanya Adit." Sambung dita memperkenalkan Adit pada Alek
"Ouh." Hanya menatap Adit dengan sinis
"Apa kau sudah mempunyai pacar?." Tanya Alek dengan suara tinggi agar semua murid yang berada disana mendengarnya
"Tidak." Jawab Sita singkat
"Kau sama seperti dulu, tidak berubah." Ucap Alek dengan bergeleng kepala
Namun mereka bertiga tidak menyadari bahwa dari tadi ada yang memperhatikan meraka
"Gadis tidak tahu diri." Ucapnya geram yang bernama Yona
"Iya tuh, baru satu hari udah ngelunjak." Sahut temanya yang bernama Risa
"Apa kita kerjai aja tu cewek." Ide dari maya teman dari yona
"Tentu saja." Kata yona tersenyum licik
Kini waktunya Dita pulang karena pelajaran dikampus sudah selesai..
Lima belas menit kemudian, dita baru sampai didepan rumah, belum juga masuk iya sudah dilempar dengan batu oleh Nyonya Sarah.
Tuk
__ADS_1
Batu itu tepat mengenai kepala Dita dan menjadi memar, namun Dita hanya diam tanpa mengeluarkan tangisan nya dan segera masuk kedalam.
Malam hari, saat ini Dita berada dimeja makan untuk menenangkan perutnya yang sudah keroncongan kek penari india.
Diatas meja ada ikan dan tahu tempe, saat Dita hendak mengambil ikan, piring ikan itu langsung diambil oleh nyonya sarah
"Kau makan tahu-tempe saja." Kata Nyonya Sarah datar
"I,iya Nek." Sahut Dita tertunduk
"Dasar anak pembawa sial!." Dan pergi meninggalkan Dita karena iya sudah selesai makan.
Dita hanya diam dan langsung menyuap makanan nya, seketika buliran air mata keluar dari ujung pelupuk mata milik Dita.
"Mah, pah.. dita kangen." Kata Dita dengan menangis tersedu-sedu
💙Pagi hari...
Dita bangun lebih awal karena tugas yang diberikan Nyonya Sarah sangat banyak...
Padahal dita tidur baru empat jam, karena iya malam tadi terus menangis mengingat kedua orang tuanya saat masih hidup.
Saat Dita sedang menyapu halaman tiba-tiba ada seorang pria menghampiri dita.
"Apakah kau mau menjadi Istriku dari kelima anakku." Ucapnya sambil mengeluarkan cincin dikantong celananya yang besar.
"Pak!!.. ingat anak dirumah!." Sahut Dita datar
"Maka dari itu, saya ingin kau menjadi Istri dari anak-anak saya yang berlima itu!." Ucapnya tanpa malu.
"Tidak!..tidak!." Kata Dita menggelengkan kepalanya
"Loh!.. kenapa neng?." Tanya-nya bingung
"Saya sudah punya suami pak!." Jawab Dita berbohong demu menyelamatkan hidupnya.
"Huawalaahhh saya terlambat toh." Kata Bapak itu lirih
"I,iya Pak." Balas Dita yang kembali menyapu
"Aku tunggu jandamu!.. Dahh." Kata bapak itu pergi dengan melambaikan tangannya.
.
.
Bab Author perbaharui🙏
.
.
Follow Ig Author:@anahmsr
Fb:anahmsr
Email:hasnahmr05@gmail.com
.
.
JANGAN LUPA VOTE, RATE, LIKE, DAN COMENT-NYA.
.
.
BERSAMBUNG.....
__ADS_1