Istri Kecil Kesayangan Tuan Muda

Istri Kecil Kesayangan Tuan Muda
Hamil


__ADS_3

Kini tangan Adit sudah mulai meraba payudara milik Dita, sedangkan Dita hanya menikmati semua-nya. Namun ada saja yang menggangu mereka berdua, ya siapa lagi kalau bukan Sekertaris Ri yang baru masuk kedalam.


"Setelah ini jangan lupa mengunci pintunya, Tuan." Ucap Sekertaris Ri yang kembali keluar. Adit yang mendengar itu langsung mengangguk, namun iya juga kesal karena aktivitas-nya terganggu.


"Tuh, ketahuan." Ucap Dita menunjuk kearah pintu.


"Biarin." Balas Adit yang hendak mengecup bibir Dita. Namun lagi-lagi, ada yang mengganggu aktivitas kedua-nya.


Tokk


Tok


Suara ketukan dari pintu, membuat Adit tidak jadi mengecup bibir Dita. Sehingga membuat-nya sangat kesal, sedangkan Dita hanya terkekeh melihat wajah Suami-nya.


"Ada apa?." Tanya Adit dari dalam.


"Saya ingin meminta tanda tangan, Tuan." Balas-nya sedikit teriak agar terdengar oleh Adit.


"Masuklah." Suruh Adit. Orang yang tadi berada diluar langsung masuk kedalam.


Cantikkan gue." Batin Sang empu yang baru masuk kedalam ruangan Adit.


"Ini, Tuan." Sambil menyerahkan beberapa berkas kepada Adit. Terlihat sekali bentuk tubuh dari perempuan tadi, karena iya memakai pakaian yang sangat kentat dan pendek.


"Ini kantor!, bukan bar!." Ketus Adit. Perempuan yang mendengar itu merasa terhina, namun iya hanya tersenyum datar. Padahal hatu-nya saat ini sangat kesal karena mendapat hinaan seperti itu, apalagi didepan orang.


Dita yang mendengar ucapan Adit pada karyawan wanita-nya itu, hanya bisa menahan tawa. Karena selesai, karyawan wanita itu langsung keluar dari ruangan Adit dengan wajah kesal.


"Aku tidak percaya bahwa kau tidak tertarik dengan-nya." Perkataan Dita membuat Adit menoleh pada-nya.


"Aku sudah mempunyai bidadari kecil dihatiku, buat apa aku tertarik sama dia." Balas Adit memeluk tubuh Dita dari belakang.


"Emang aku sekecil apa?." Tanya Dita lagi.


"Aku tidak berkata, bahwa kau adalah bidadari kecil itu." Sahut Adit berpura-pura.


"Oh." Balas Dita mengangguk. Adit yang tadinya ingin membuat Dita kesal, malah iya saat ini yang sangat kesal pada Dita. Karena Dita hanya membalas-nya singkat.


"Kauu!!!." Dengus Adit dan langsung mengecup bibir Dita dengan sangat ganas.


--------


Karena hari sudah sore, Adit dan Dita pun bersiap-siap untuk pulang kerumah-nya. Dita terlebih dulu meminta berhenti dipinggir jalan.


"Kau mau kemana?." Tanya Adit memegang tangan Dita yang hendak membuka pintu mobil

__ADS_1


"Ingin keluar." Balas Dita santay


"Mau?." Dengan mengeryit.


"Aku ingin beli itu." Menunjuk dari dalam kaca mobil.


"Kau tunggu disini saja." Suruh Adit, namun Dita langsung menggelengkan kepalanya. Adit yang melihat Istrinya mau ikut, hanya bisa menghembuskan napas kasar-nya.


Adit dan Dita segera turun dari mobil dan berjalan kearah orang yang sedang berjualan rujak segar. Dita yang melihat buah-buahan segar langsung menelan ludah-nya. Iya tidak sabar lagi untuk memakan rujak itu, sampai-sampai Dita meminta buatkan tiga bungkus.


"Tiga." Kata Dita. Adit sangat terkejut mendengar permintaan dari Istri-nya itu, karena Dita orang-nya yang tidak terlalu suka makan.


"Satu aja!." Tegas Adit, karena iya tidak mau membuat Istri-nya sakit jika membeli sesuatu yang ada dipinggir jalan.


"Tiga!!!." Ketus Dita. Dengan hati berat, Adit pun menyetujui-nya, dan segera membelikan tiga bungkus rujak segar.


"Apa kau yakin?." Tanya Adit yang hendak menyerahkan rujak itu kepada Dita. Dengan cepat Dita langsung mengangguk dan mengambil-nya ditangan Adit. Tanpa menunggu, Dita langsung kembali masuk kemobil-nya.


Adit hanya bisa menggelengkan kepala, melihat kelakuan Istri yang kadang-kadang seperti anak-anak.


Mobil mereka kembali jalan. Adit hanya bis melihat Istri-nya yang tengah memakan rujak yang iya beli tadi. Kini sudah 2 bungkus Dita habis, tinggal satu saja lagi yang belum iya makan.


Saat Dita hendak membuka bungkusan-nya, Adit langsung mengambul rujak tersebut. Dita yang hendak memakan rujak itu langsung menatap Adit dengan tajam. Sedangkan Adit tidak memperdulikan itu, iya hanya pokus memainkan ponsel-nya.


"Yey." Kegirangan, dan langsung memakan rujak-nya. Namun baru saja sepotong yang masuk kedalam mulut Dita, iya langsung memuntahkan-nya.


"Kau kenapa?, sudah aku bilang jangan makan ini lagi!." Cemas Adit yang langsung membuang rujak tersebut.


"Rasa-nya aneh." Ucap Dita bergidik


-------


Mobil milik Adit sudah memasuki pekarangan rumah mewah, nampak para penjaga langsung menyambut sepasang Suami-Istri itu. Adit menggandeng tangan Dita untuk masuk kedalam rumah.


Dita dan Adit sudah berada didalam kamar-nya, saat Dita hendak berbaring, tiba-tiba saja perut-nya merasa sangat mual, iya pun langsung pergi kekamar mandi untuk memuntahkan semua makanan yang tadi iya makan.


Adit yang melihat Istrinya kekamar mandi merasa khawatir. Baru saja Adit hendak mengetuk pintu kamar mandi, Dita terlebih dulu membuka-nya.


Sangat nampak wajah Dita yang saat ini sangat pucat, dan lemas. Saat Adit hendak bertanya, Tubuh Dita langsung terjatuh kelantai dan tak sadar-kan diri.



Dengan cepat Adit langsung menggendong tubuh Istrinya untuk meletakkan diatas ranjang, dan segera menelpon Dokter pribadi. Adit sangat khawatir melihat keadaan Istri-nya yang tiba-tiba saja pingsan. Tubuh Adit terus saja gemetar, karena takut akan terjadi apa-apa dengan Istri-nya.


Tak lama kemudian, Dokter pribadi keluarga Raharja sudah datang kerumah mereka. Adit langsung mempersilahkan-nya untuk memeriksa keadaan sang Istri.

__ADS_1


"Istri saya kenapa?." Tanya Adit dengan perasaan cemas. Dokter yang mendengar pertanyaan dari Adit hanya tersenyum. Sedangkan Adit yang melihat senyuman dari Dokter pribadi itu ingin sekali iya memukul-nya.


"Cepat katakan!." Mencengkram kerah baju sang Dokter dengan sangat kasar.


"Istri anda hamil, Tuan." Ucapan sang Dokter membuat Adit tak percaya, iya pun kembali memastikan itu.


"Apa kau serius?." Tanya Adit yang mulai tersenyum.


"Iya Tuan. Kandungan-nya baru berusia satu minggu." Balas sang Dokter. Adit yang mendengar itu langsung kegirangan, tanpa merasa malu iya langsung mencium-cium pipi Dita dengan sangat mesra.


Sedangkan sang Dokter yang melihat tingkah dari Tuannya hanya bisa menggelengkan kepala.


Adit pun langsung menelpon Ibu-nya, untuk memberitahu semua-nya.


"Mah Dita hamil." Kata Adit dari sembrang telpon. Nyonya Lusi yang mendengar itu merasa sangat senang.


"Mamah akan kesana." Balas Nyonya Lusi langsung mematikan ponselnya.


.


.


Bab Author perbaharui🙏


.


.


Follow Ig Author:@anahmsr


Fb:anahmsr


Email:hasnahmr05@gmail.com


.


.


JANGAN LUPA VOTE, RATE, LIKE, DAN COMENT-NYA.


.


.


BERSAMBUNG.....

__ADS_1


__ADS_2