
"Aku baik-baik saja." Cemberut Dita memegang tangan suami nya erat.
"Kau tidak sedang baik-baik saja!." Tegas Adit. Mendengar itu Dita langsung masuk kedalam selimut dan menutupi wajahnya.
"Sore nanti saja kita melakukan pemotretan nya." Ucapan lembut dari Adit. Dita pun segera menampak kan wajahnya lagi, dan mencium bibir suaminya secepat kilat.
"Ekhemzz." Deheman dari nyonya Lusi membuat kedua nya melihat keambang pintu. Melihat keberadaan ibunya membuat kedua nya hanya tersenyum geli.
"Kau harus istirahat dulu." Kata nyonya Lusi yang begitu perhatian
"Iya mah." Sahut Dita tertunduk malu
"Sepertinya dia malu mah, ckck." Ejek Adit bergeleng kepala
"A, aku tidak malu." Sahut Dita menegakkan kepala nya, namun masih terlihat oleh mereka berdua, betapa merahnya wajah Dita sekarang.
"Sudahlah Ta, kelakuan nya emang kekanak-kanakan." Kata nyonya Lusi menyerahkan minuman keada Dita.
"Bleeee, kekanak-kanakan!." Pekik Dita menjulurkan lidahnya
"Gak aku belikan ice cream sama gula kapas lagi nih." Berpura-pura merajuk dan memalingkan wajah nya dari Dita.
"Eh, aku minta maaf ya sayang." Membalas dengan lembut dan merebahkan kepala nya dibahu Adit.
Semoga tidak ada yang memisahkan kalian nanti-nya." Batin nyonya Lusi terharu
"Mamah kembali kekamar dulu." Kata nyonya Lusi meninggalkan kamar mereka berdua.
"Dit!." Pekik Dita
"Panggil siapa ya mbak?." Sahut Adit yang senghaja, karena iya ingin membuat istrinya kesal.
"Pala lu mbak! Gue masih muda udah dikatain mbak!." Dengus Dita
"Muda dari mana lu? Buktinya lu sebentar lagi mau punya anak." Balas Adit santay tanpa melihat ekspresi wajah istrinya yang sudah merah padam.
__ADS_1
"Ammm!!!." Menggigit tangan kekar Adit dengan kuat sehingga membuat Adit meringis kesakitan.
Arkhhh
"Rasain lu." Dengan bibir yang naik sebelah
Cup......!
Mengecup istrinya dengan sangat ganas tanpa ampun "****** lu!." Sahut Adit balik yang baru saja melepaskan kecupan nya dari bibir mungil istri-nya.
"Tau ah." Cemberut Dita yang masih ngos-ngosan.
"Kau tidur lah, aku mau ke ruang kerja ku dulu." Kata Adit memusut rambut istri-nya lembut dan pergi meninggalkan istrinya.
Melihat kepergian suami-nya itu, Dita langsung bergegas-gegas masuk kedalam kamar mandi sambil membawa telpon miliknya. Iya mencari nomor seseorang yang sering iya telpon.
"Bagaimana kabar-mu?." Tanya Dita pada orang sebrang telpon
"........"
"........."
"Baiklah, nanti aku akan membicarakan dengan-nya. Sudah dulu!." Langsung mematikan telpon-nya dan keluar dari kamar mandi. Syukurlah saat ini Adit masih belum kembali dari ruang kerja-nya, Dita pun kembali berbaring diatas ranjang-nya dan memejamkan mata-nya perlahan.
--------
Kini hari sudah mulai sore, mereka berdua segera bersiap-siapa karena akan keluar dan melakukan pemotretan yang pagi tadi tertunda.
"Apa kau sudah siap?." Tanya Adit sambil membenarkan jas-nya.
"Sudah, kau tutup mata dulu." Suruh Dita. Mendengar suruhan dari istrinya membuat Adit bergidik ngeri mengingat kejadian kemarin, dimana bibir-nya yang sangat merah karena ulah istrinya itu.
"K, kau mau apa lagi?." Dengan suara gugup
"He? Aku hanya ingin mencium pipi-mu saja." Balas Dita mengeryit.
__ADS_1
"Kau serius?." Tanya Adit lagi dan diangguki oleh Dita. Adit pun segera memejamkan mata-nya
Cupp......!
"Tapi boong, hahaaa." Tawa Dita sambil berlari keluar meninggalkan suaminya yang masih didalam.
"Kau!!!." Pekik Adit menghapus lipstik yang ada dibibir nya itu dengan sangat kesal.
"Kau kenapa Ta?." Tanya nyonya Lusi yang melihat menantu-nya ngos-ngosan.
"Suamiku ternyata....."
"Awass kau ya!!." Pekik Adit yang baru turun dari tangga
"Maa, anakmu." Meminta tolong kepada nyonya Lusi sambil memeluknya erat.
"Dit! Apa kau mau ibu hukum?." Menatap Adit dengan tajam
"T, tidak mah." Sahut Adit yang berpura-pura ketakutan. Sedangkan Dita terkekeh mendengar suara suaminya yang ketakutan itu.
.
.
***Jangan lupa kasih Vote, Like, dan Coment-nya ya para Readers!. Karena itu sangat berguna untuk Author.
Instagram:@anahmsr
Facebook:AnahMsr
.
.
BERSAMBUNG***.....
__ADS_1