Istri Kecil Kesayangan Tuan Muda

Istri Kecil Kesayangan Tuan Muda
Siti Nurbayah


__ADS_3

Dita pun segere menaruh buket bunga tadi kedalam kamarnya, dan segera berangkat kekampus. Saat ini Dita tengah berjalan dengan diiringi senyuman bahagia. Tiba-tiba seseorang mengacak-ngacak rambut Dita sampai berantakan.


"Tuhkan, menyebalkan sekali." Kesal Dita yang merapikan rambutnya


"Hahhaaaa, kau tetap cantik sayangku." Balasnya terkekeh


"Emang dari dulu." Ketus Dita


"Bagaimana dengan Jeni?." Tanyanya


"Ouh iya, Jeni kembali ke-Amerika karena temannya yang tiba-tiba bertunangan." Jawab Dita.


"Hem, apa mau aku antar sayang." Tawarnya


"Kau juga ngampus disana." Dengus Dita


"Hahaaa, aku hanya bercanda. Mari kesayanganku." Ucapnya dan menggandeng tangan Dita dengan erat


Dita dan sosok Pria itu pun akhirnya sampai didepan gerbang. Mereka berdua berpisah agar tidak ada yang mengetahuinya.


Dita segera menuju kelasnya. Seperti biasa banyak yang menatap Dita. Dita hanya membalasnya dengan tersenyum, karena iya hari ini sangat bahagia.


Kini Dita sudah berada didalam kelasnya bersama Adit. Adit terus menatap Dita yang tengah membaca bukunya.


Karena semua Guru sedang mengadakan rapat. Jadi, semua murid tidak belajar. Adit pun berniat mengajak Dita untuk kekantin


"Kantin, yuk!." Ajak Adit


Dita pun melihat kearah Adit dan tersenyum. Adit membalas senyuman dari dita.


Semoga saja kau menyukainya." Batin Adit merasa ikut bahagia.


"Marii!!." Langsung menggandeng tangan Adit, dan segera keluar


Saat ini para Murid sudah berada dikantin. Sama seperti Adit dan Dita. Mereka berdua tengah menunggu makanan yang mereka datang.


Tiba-tiba saja. Yona dkk menghampiri mereka berdua. Para murid yang melihat Yona dkk, menghampiri meja Adit dan Dita merasa kasihan. Mereka mengira bahwa Yona dkk, akan membully Dita dan Adit. Namun perkiraan mereka semua salah.


"Maafkan, Kami." Sontak semua murid yang mendengar permintaan Maaf dari Yona dkk, membuat semua murid terkejut gak ketulung.


Karena baru pertama kalinya. Yona dkk, meminta maaf pada seseorang. Apalagi Dita dan Adit adalah murid baru.


"Untuk apa?." Tanya Dita dengan alis sebelah terangkat


"Karena kami telah mengganggu kalian berdua." Sahut Yona dengan wajah memelas


"Aku sudah memaafkan kalian bertiga... Kalau kamu, Dit?." Tanya Dita pada Adit yang menatap Yona ddk, seperti mengintrogasi.


"Aku, terserah kamu saja." Sahut Adit yang kembali memalingkan wajahnya


"Terima kasih." Ucap Yona "Ini undangan satu. Buat kalian berdua." Sambil menyerahkan selembar kertas


"Apa ini?." Sambil mengeryit


"4 hari lagi. Ulang tahunku." Sahut Yona


"Hem. Terima kasih." Sambil tersenyum ramah


"Buat kalian semua. Jangan lupa datang. Diacara ulang tahunku." Dengan suara meninggi. Para murid yang ada disitu pun mengangguk


"Kalau begitu. Kami bertiga, permisi dulu." Pergi meninggalkan Adit dan Dita


"Sangat aneh." Ucap Adit. Yang masih tidak mempercayai Yona dkk, sepenuhnya.


"Hem." Balas Dita. Pesanan mereka akhirnya datang. Dita dan Adit pun segera menyantap makan siang mereka masing-masing.


💙Keesokan harinya.....


Seluruh murid mendadak Frustasi. Karena hari ini mereka menghadapi ulangan dadakan. Sedangkan Adit dan Dita sangat tenang. Karena mereka berdua sudah mempelajari semuanya.


Bel masuk berbunyi. Seluruh murid langsung menghamburkan Do'a. Agar bisa menjawab semua soal yang diberikan para guru.

__ADS_1


"Pagi, Anak-anak." Sapa Ibu Sasa. Yang baru masuk kedalam kelas Dita


"Pagi, Bu." Sahut semua murid dengan lirih, kecuali Dita dan Adit


"Wah. Kalian semua, terlihat senang hari ini." Perkataan dari Ibu Sasa, membuat para Murid ingin sekali menonjok kepala Ibu Sasa. Namun niat itu hanya mereka kurung dipenjara.


Tenang dari mana?." Batin Siswa Frustasi


Ibu Sasa pun segera membagikan kertas soal kepada semua muridnya.


"Waktu kalian, dua puluh menit." Perkataan Ibu Sasa, membuat para murid semakin kesal. Karena Ibu Sasa enggak ada akhlaknya.


Gue lebih baik diajarin sama pak Aji, daripada ibi Siti Nurbayah ini!."


Ibu, kagak ada akhlaknya."


Pindah gih sonoh."


Dua puluh menit?, Waras gak sih tuh ibu Sasa."


Batin para murid kurang ajar. Waktu terus berjalan. Satu soal pun mereka belum bisa menjawab. Sedangkan Adit dan Dita sudah menjawab semua soalnya.


"Waktunya, habis!." Ucap Ibu Sasa. Para Murid yang tidak dapat menjawab merasa senang. Karena mereka tidak sanggup lagi mencari kunci, untuk membuka otak mereka semua.


Adit dan Dita, berjalan kedepan, untuk menyerahkan kertas yang sudah terisi dengan jawaban.


"Kenapa kalian tidak ada jawabannya?." Tanya Ibu Sasa, pada murid yang tidak menjawab soal


"Susah, Bu." Sahut mereka semua


"Good." Sambil mengacungkan jempol diudara


"Yey." Sahut mereka girang. Namun itu hanya sebentar. Karena perkataan Ibu Sasa, membuat jantung mereka hampir copot.


"Kalian. Ibu, hukum keliling lapangan 20 kali!." Tegas Ibu Sasa.


Tenggorokan para murid berhenti sejenak. Karena sangat susah untuk menelan perkataan dari Ibu Sasa tadi.


"Ulah, siapa?." Tanya Ibu Sasa, pada mereka semua


"Kami, Bu." Sahutnya


"Sekarang!!." Tegas Ibu Sasa. Para murid yang tidak mengerjakan pun, segera turun lapangan.


Mereka kira, hanya mereka saja yang dihukum. Ternyata 9 dari 10 kelas, para muridnya juga ikut turun lapangan.


"Kalian berlima. Istirahatlah." Suruh Ibu Sasa


Dita dan Adit segera keluar, untuk berjalan-jalan dikoridor kampus. Sambil melihat kearah lapangan. Dimana semua murid, sudah tepar ditanah.


"Hay." Sapa seseorang


"Eh?!.. Alek." Kejut Dita. Sedangkan Adit hanya diam saja. Menatap Alek tak suka.


"Kantin, yuk!." Ajak Alek pada Dita


Dita pun memandang wajah Adit, yang sedang menatap Alek tak suka. Sedangkan Alek, iya hanya diam tanpa menatap Adit balik.


"Dit. Ikut, yuk." Ajak Dita yang langsung menggandeng tangan dua Pria itu bersebelahan.


Mereka bertiga, akhirnya sampai dikantin. Kondisi kantin saat ini sangat sunyi. Karen para Muridnya sedang berlulur dengan Matahari.


"Kau, mau makan apa?." Tanya Alek. Mereka bertiga sudah duduk dimeja tengah, agar lebih enak memesan makanannya.


"Sama-kan saja." Jawab Dita "Kamu. Dit?." Tanya Dita ramah


"Sama saja." Sahut Adit


"Pesankan, ya." Ucap Dita pada Alek memelas


Adik hanya menghembuskan napasnya kasar. Iya pun segera memesan makanannya.

__ADS_1


----------


Dita segera pulang kerumahnya. Karena hari sangat mendung, menandakan bahwa hujan akan turun.


Baru saja Dita masuk kedalam rumah. Hujan langsung turun membasahi pepohonan yang kering.


Dita segera mengganti bajunya, karena merasa gerah. Baru saja Dita meletakkan tas-nya. Nyonya Sarah tiba-tiba saja masuk kedalam kamar Dita, dengan membawa tongkat.


Dita sangat terkejut, melihat kehadiran neneknya. Apalagi, ditangan kiri neneknya itu, terdapat tongkat yang sering memukul Tubuh Dita.


Tubuh Dita mulai gemetar, karena Nyonya Sarah semakin mendekatinya.


"A, ada a-apa. Nek?." Sambil meremas ujung bajunya, dengan sangat kuat


*Bugghh


Arrkh*


Kaki Dita langsung dipukul oleh Nyonya Sarah, dengan sangat keras. Kini kaki Dita memiliki tanda kebiru ungu-unguan.


"S, sakit. Nek." Lirih Dita tertunduk. Air matanya mulai mengalir. Tak kuasa menahan sakit dikakinya.


"Apa kau yang mengambil, uangku!!." Dengan menarik rambut pendek Dita


Aaakhh


Rambut-rambut Dita, berjatuhan dilantai. Karena Nyonya Sarah menariknya dengan sangat kuat.


"D, dita, tidak mengambil uang. Nenek." Sahut Dita terisak


"Kau, bohong!!." Balas Nyonya Sarah dan melepaskan tangannya dari rambut Dita


*Bugghhh


Arkkh


Plakk


Hikss


Hiks


Arggh


.


.


Bab Author perbaharui🙏


.


.


Follow Ig Author:@anahmsr


Fb:anahmsr


Email:hasnahmr05@gmail.com


.


.


JANGAN LUPA VOTE, RATE, LIKE, DAN COMENT-NYA.


.


.


BERSAMBUNG*.....

__ADS_1


__ADS_2