Istri Kecil Kesayangan Tuan Muda

Istri Kecil Kesayangan Tuan Muda
Dirayakan


__ADS_3

Adit dan Dita pun segera pergi, karena sopir pribadi Adit sudah sampai disana. Adit terus saja menciumi pipi Istrinya itu, sedangkan Dita tengah tertidur karena sangat leleh.


Setelah sampai Adit langsung menggendong tubuh Dita untuk masuk kedalam. Adit membawa Dita keatas dengan berhati-hati, agar Dita tidak merasa terganggu.


Adit meletakkan tubuh Dita diatas ranjang dengan berhati-hati dan menyelimuti-nua. Karena merasa panas, Adit pun pergi kekamar mandi untuk membersihkan tubuhnya. Sepuluh menit kemudin, Adit keluar dari kamar mandi yang sudah memakai celana selutut dan baju kaos berwarna putih.


Adit mematikan lampu kamarnya dan ikut berbaring disebelah Dita. Iya langsung memeluk tubuh Istrinya itu dari belakang sambil mencium leher putih milik Dita.


--------


Karena hari sudah sore Adit pun segera pulang. Sebelum sampai kerumah, Adit terlebih dulu mampir ke-Mall. Kedatangan Adit membuat kaum hawa melirik-nya terpesona, karena wajah Adit yang sangat tampan.


"Sayang!!." Ucap seorang pemuda pada pacarnya. Sedangkan pacarnya terus melihat kearah Adit dengan mata genitnya. Pemuda itu terus saja memanggil Pacarnya, namun masih sama tidak ada respon sama sekali.


Adit masuk ketoko cincin berlian untuk iya berikan kepada Istri Kesayangan-Nya itu. Para Pramuniaga terus menunjukkan semua cincin yang iya jual, namun Adit tidak ada yang menyukai-Nya.


"Apa tidak ada yang lain?." Tanya Adit datar


"Ada Tuan, tapi apa Tuan sanggup membeli-nya?." Tanya balik Pramuniaga yang meremehkan Adit. Mungkin iya buta atau tuli, pasalnya Adit adalah orang yang sangat terkenal dikota, tapi satu pramuniaga itu tidak mengenal Adit sama sekali.


"Mana menejer?." Tanya Adit tanpa menjawab pertanyaan sang Pramuniaga tadi.


"Tunggu sebentar, Tuan." Sahutnya dan menelpon seseorang.


Tak lama kemudian sang menejer datang dari belakang Adit. Sang menejer yang berdiri dibelakang Adit hanya menatap sinis.


"Kalau tidak sanggup tidak usah beli!." Sinis sang menejer. Adit yang mendengar itu hanya tersenyum datar, tanpa berbalik Adit langsung menyahut perkatan sang Menejer tadi.


"Apa anda ingin dipecat?." Tanya Adit dingin. Menejer yang mendengar suara Adit langsung terdiam dengan tubuh gemetarnya, apalagi saat Adit memaling-kan badannya.


"T, tuan." Ucap Sang Menejer terkejut sekaligus ketakutan.


"Tunjukkan sekarang." Pinta Adit dingin. Sang menejer tadi langsung berlari kedalam untuk mengambil-Kan berlian yang sangat mahal itu dengan tubuh gemetar dan wajah pucatnya.


Memalukan." Batin Adit


Sedangkan Pramuniaga tadi hanya terdiam melongo, melihat atasan-nya yang ketakutan. Ingin sekali iya tertawa, namun ditahan dengan tujuh hurup yaitu, "DIPECAT".


Maka dari itu, sang Pramuniaga hanya bisa terdiam sambil mencari-cari kunci otak-nya yang menghilang entah kemana.


"I, ini Tuan." Menyerahkan dengan tangan gemetar-Nya. Adit pun mengambil cincin itu dan melihat-lihatnya dengan teliti.

__ADS_1


"Bungkus." Kata Adit singkat. Sang Menejer itu gelagapan membungkus cincin yang sangat mahal itu, sampai-sampai cincinnya hendak terjatuh kelantai.


"Lain kali hati-hati." Ucap Adit dingin dan mengambil cincin tersebut.


Adit kembali masuk kedalam mobil-nya, dan langsung menjalankan mobilnya dengan kecepatan sedang.


Tak berapa lama kemudian, Adit sudah sampai didepan rumah-nya dan segera masuk kedalam. Iya sudah tidak sabar lagi untuk memberikan Istri-nya cincin yang iya beli tadi.


Adit langsung naik keatas untuk menemui Istrinya yang berada didalam kamar. Wajahnya tersenyum kala melihat sang Istri sedang menatap kearah jendela.


Dengan berjalan jingkit-jingkit menghampiri Dita, saat sudah berada dibelakang Dita, Adit langsung memeluk tubuh Dita dari belakang.


"Eh?!." Terkejut, iya pun langsung membalikkan tubuhnya dan melihat Adit yang tengah tersenyum kepadanya.


Cup...!


"Selamat Sore, Sayang." Ucap Adit yang barusan mencium Istrinya itu dengan lembut dan kembali memeluk tubuh Dita dari belakang.


"Sore, Sayang." Balas Dita lembut. Adit memegang jari-jari tangan kiri Dita dengan lembut, setelah itu iya langsung mengeluarkan cincinnya dari kantong celana dan memasangkan-nya kejari tangan Dita.


"Untukmu." Kata Adit berbisik ditelinga Dita. Dita melihat cincin yang sangat mewah dan indah itu sangat kagum dan terpesona dengan bentuk ukiran-nya yang sangat langka.


"Ini pasti sangat mahal, bukan?." Tanya Dita yang menyadari-nya.


"Terima Kasih, Sayang." Ucap Dita bahagia. Adit yang melihat Dita bahagia merasa sangat senang, iya berharap tidak ada yang akan memisahkan mereka berdua nanti-nya.


💙Malam hari...


Kini Adit dan Dita tengah berada diruang tamu, karena Nyonya Lusi sedang berkunjung kerumah mereka, sekaligus membicarakan sesuatu.


"Dua minggu lagi pernikahan kalian. Apa kalian setuju?." Tanya Nyonya Lusi pada Dita dan Adit. Adit yang mendapat pertanyaan itu langsung melihat kearah Istrinya yang sedang tertunduk.


"Apa kau setuju, Sayang?." Tanya Adit ada Dita. Iya tidak ingin kalau Dita akan mendapatkan masalah nanti-nya, jika pernikahan mereka akan diraya-kan. Jika itu terjadi, maka sudah pasti para musuh-musuh keluarga Raharja akan menyakiti Dita.


"Aku setuju." Balas Dita sambil tersenyum kearah Adit.


"Baiklah, kalian berdua akan menikah dua minggu lagi." Balas Nyonya Lusi lembut.


"Mah, mana Irfan?." Tanya Adit. Karena Irfan biasa-nya akan ikut jika Nyonya Lusi keluar.


"Irfan sedang belajar, jadi dia tidak ikut." Sahut Nyonya Lusi. Iya pun segera berpamitan dengan Anak dan Menantu-nya itu.

__ADS_1


"Mamah pulang dulu. Jaga baik-baik Istri-mu itu!." Tegas Nyonya Lusi menatap Adit tajam


"Tentu, Mah." Balas Adit, sedangkan Dita hanya mendengar perdebatan mereka berdua.


"Mamah tunggu kabar baik-nya." Ucap Nyonya Lusi, sambil pergi meninggalkan kedua orang yang sedang berdiri diambang pintu.


"Aku ingin." Bisik Adit menggoda. Dita yang mendengar godaan dari Suami-nya, hanya bisa tersenyum malu. Dita hanya mengangguk kecil sambil tertunduk, karena wajahnya saat ini sangat merah seperti tomat.


Tanpa basa-basi, Adit langsung menggendong tubuh Dita dan membawa-nya kekamar. Para pelayan yang melihat kemesraan mereka berdua, selalu berdo'a agat tidak ada orang ketiga dari hubungan mereka berdua.



"Apa kau siap?." Tanya Adit yang sudah berada dihiga tubuh kecil milik Dita.


"Seperti yang kau lihat." Balas Dita yang langsung mengecup bibir Adit. Adit yang mendapatkan serangan dari Dita langsung membalas-nya. Mereka berdua saling bercumbu mesra, mengeluarkan nafsu kedua-nya. Desahan demi desahan keluar dari mulut kedua-nya, dengan diselimuti keringat dingin dari tubuh mereka berdua.


.


.


Bab Author perbaharui🙏


.


.


Follow Ig Author:@anahmsr


Fb:anahmsr


Email:hasnahmr05@gmail.com


.


.


JANGAN LUPA VOTE, RATE, LIKE, DAN COMENT-NYA.


.


.

__ADS_1


BERSAMBUNG.....


__ADS_2