
Dorr
Dorr
Dorr
Tiga peluru sekaligus sudah tertancap dibelakang Dita, kini Dita langsung terjatuh dengan banyak darah segar yang keluar dari belakangnya. Adit yang mendengar tembakan itu langsung menoleh kebelakang, betapa terkejutnya ia saat melihat istrinya terbaring lemas dengan diselimuti darah.
"Sayang!! Kau jangan memejamkan matamu!." Menepuk-nepuk pipi Dita agar tidak memejamkan matanya
"A-a-dit, m-m-maafkan a-aku. K-k-au b-benar, a-a-aku t-t-tidak p-p-pa-antas a-a-da d-di s-s-sam-mping m-mu, uhukk uhukk." Suara terbata-bata dari Dita sesekali terbatuk dan mengelurkan darah dari mulutnya.
"J-j-jika, a-a-aku t-t-tia-ada, c-c-car-rilah p-p-asa-ang-an ya-ang b-ba-ik." Menggenggam tangan Adit dengan sangat kuat
"K-kau tidak boleh bicara seperti itu, kau tidak b-boleh meninggalkan ku." Sahut Adit yang menggendong tubuh istrinya dan membawanya kedalam mobil.
Adit segera menjalankan mobilnya dengan gas pol, agar bisa cepat sampai di rumah sakit.
"Sayang!! Kau jangan memejamkan matamu!!." Menepuk-nepuk pipi Dita
"P-p-pri-a-a i-i-tu a-ad-al-ah....." Belum selesai berbicara, Dita langsung menutup matanya. Adit yang melihat istrinya menutup mata langsung frustasi, kini gas mobil yang ia jalankan sudah sangat pol. Tak berapa lama, akhirnya Adit sudah sampai di rumah sakit dan segera membawa istrinya masuk kedalam.
"Tolongg!!!!!! Selamatkan istri saya!!!." Pekik Adit sambil menggendong istrinya kedalam. Beberapa suster yang melihat itu langsung menghampiri Adir dengan membawa brangkar, Adit pun langsung menaruh tubuh istrinya diatas brangkar itu.
Adit ikut mendorong brangkar istrinya untuk menuju ruang ICU, yang berada tak jauh. Saat ia hendak masuk, seorang suster melarangnya.
"Tuan, tunggu disini dulu." Ucapnya , lalu menutup pintu ruangan ICU tersebut.
__ADS_1
Perasaan Adit saat ini sangat hancur, bahkan ia saat ini sudah sangat memprihatinkan, dengan baju yang berganti dengan warna merah darah, akibat darah istrinya yang tadi terus mengalir. Ia sangat bersalah, karena membawa istrinya ketaman tanpa penjaga. Ia segera memberitahu kepada ibunya.
"M-m-mah." Panggil Adit terbata-bata, karena tak sanggup memberitahu ibunya
"Ada apa, Dit? Kau baik-baik saja kan?." Tanya Nyonya Lusi yang berada disebrang telpon kebingungan
"D-d-dita, Mah." Balas Adit
"Kenapa dengan istrimu, Dit? Jawab!!." Suara khawatir yang mulai keluar dari Nyonya Lusi, ditambah Adit yang memberitahunya terbata-bata.
"D-dita tertembak, s-sekarang a-aku d-di rumah sakit." Balas Adit. Tanpa menjawab, Nyonya Lusi langsung mematikan sambungan telponnya.
Adit terus berjalan bolak-balik didepan ruangan ICU, dimana istrinya yang saat ini berada didalam. Tubuh Adit terus gemetar, saat mengingat tiga suara tembakan itu. Ia tidak menyangka, bahwa istrinya mengorbankan nyawa demi dirinya.
Tak selang beberapa menit, Nyonya Lusi datang bersama Tuan Dimas dengan tergesa-gesa. Mereka berdua langsung menghampiri Adit yang sangat brantakan itu.
Plakk
"Bagaimana bisa terjadi, Dit? Kau tidak bisa menjaga istri dan anakmu!!." Ketus Nyonya Lusi
"Sayang, tenanglah." Sambil menenangkan istrinya agar tidak membuat keributan.
"Bagaimana aku bisa tenang, Pah. Anak mu ini tidak becus menjaga istrinya!!." Balas Nyonya Lusi
"Dit! Bagaimana jadi bisa begini?." Tanya Tuan Dimas, tapi Adit enggan untuk menjawab pertanyaan dari Ayahnya itu, ia masih berkelahi dengan pemikiran-nya.
Seorang pria dengan memakai topi dan masker, menghampiri mereka bertiga, lalu...
__ADS_1
Bughhh
Bughh
Pria itu langsung menampar Adit dengan penuh amarah. Tuan Dimas yang melihat anaknya dipukuli tanpa alasan langsung menghentikan pria itu.
"Kau pembunuh!! Kau telah merebut milikku!." Pekiknya. Mendengar itu membuat Adit langsung tersadar total, ia menoleh kearah pria yang bertutup masker itu.
Bughh
Bughh
Kini Adit yang menampar pria itu dengan sangat sengit. Para petugas keamanan langsung menghampiri mereka berdua dan memberhentikan perkelahian itu.
"Lepaskan!!! Dia sudah membuat orang yang aku sayang celaka!! Kau harua matii!!!." Pekiknya
Nyonya Lusi dan Tuan Dimas sangat terkejut, saat mendengar ucapan dari pria itu. 'Orang yang aku sayang?' siapa dia?" Pikir keduanha.
"Ada hubungan apa kau dengan istriku ha???!!! Sampai-sampai kau menciumnya dengan sangat mesra!!!." Pekik Adit yang juga menahan amarah
Lagi-lagi Nyonya Lusi dan Tuan Dimas bingung dengan ucapan dari Putranya barusan, keduanya saling bertatapan.
"Kau mau tau siapa aku??." Membuka maskernya. Betapa terkejutnya Adit melihat wajah dari pria yang ada dihadapannya itu. Pria yang sangat ia kenal, ternyata memiliki hubungan dengan istrinya.
.
.
__ADS_1
🌹*Jangan lupa kasih Like, Vote, Coment dan Ratenya ya, karena itu sangat berharga bagu Author.🌹
Mampir juga kekarya Author judulnya 'Nanda & Claundia' sama 'Wanita Pembunuh Berantai' nama penanya 'Asnah*'