Istri Kecil Kesayangan Tuan Muda

Istri Kecil Kesayangan Tuan Muda
Membawa dia


__ADS_3

Dita kembali melanjutkan memasak-nya. Tak lama kemudian, masakan yang tadi Dita buat sudah masak dan terlihat sangat enak.


Iya langsung menghidang-kan makanan itu diatas meja, dan kembali kekamar-nya untuk membangun-kan Adit.


Namun saat iya masuk kedalam, ternyata Adit sudah terbangun dan baru selesai mandi. Dengan segera Dita mengambilkan pakaian kerja milik Suaminya itu.


"Apa kau mau ikut?." Tanya Adit kepada Istrinya yang tengah memasang-kan dasi


"Nanti saja." Balas Dita yang masih pokus melilit dasinya. Adit pun mengangkat wajah Dita agar melihat kearah-nya dan langsung mengecup bibir Dita.


"Baiklah, Sayang." Kata Adit tersenyum kepada Istri-Nya. Semua-Nya sudah selesai, mereka segera turun kebawah untuk sarapan


"Apa ini kau yang memasak-nya?." Tanya Adit yang sudah berada dimeja makan. Iya sangat kagum kepada Istrinya, karena sangat pandai memasak dan tidak menyuruh-nyuruh pembantu yang ada disana.


"Hem... Kau mau apa?." Tanya Dita yang mengambil-Kan piring milik Suaminya itu.


"Semuanya." Balas Adit lembut. Dita pun langsung mengambilkan semua yang iya masak tadi satu persatu, setelah sudah semuanya iya langsung menyerahkan kepada Adit.


"Eeeits.. Kita sepiring berdua." Menyingkir-kan piring milik Dita, dan mulai menyendok-kan makanan.


"Buka." Suruh Adit kepada Istri-Nya. Dita yang mendapat perlakuan seperti itu hanya tersenyum dan membuka mulutnya.


"Terimakasih." Kata Dita yang sudah mengunyah makanan tadi.


"Sama-sama, Sayang." Sambil tersenyum melihat Istri kesayangan-nya itu.


Mereka berdua saling bersuapan. Sepuluh menit kemudian, akhirnya merek berdua selesai makan.


"Aku berangkat, dulu." Ucap Adit mengacak rambut Dita.


"Hati-hati." Balas Dita dan langsung mencium pipi Adit


"Kau mulai berani." Bisik Adit dengan suara menggoda


"I, itu tidak senghaja. Ya, tidak senghaja!!." Balas Dita gelagapan dengan wajah memerah.


Cup..!



Adit langsung mengecup bibir Dita sekilas dan pergi kekantor-nya, karena sudah sangat lama tidak kekantor.


Setelah kepergian Suaminya, Dita langsung kembali kekamar untuk membersihkan tubuhnya yang mulai keringatan.


Kini Dita tengah duduk didepan cermin sambil melamun memikirkan sesuatu. Tiba-tiba ponsel milik Dita berbunyi, tidak ada nama yang tertera dilayar ponsel-nya, iya pun langsung mengangkat telponnya.


"Hallo!?." Ucap Dita dengan orang sebrang


"........"


"Kakak!!." Sahut Dita kegirangan


"......"


"Baik, tunggu sebentar." Ucap Dita yang langsung mematikan ponselnya. Iya segera bersiap-siap untuk pergi keluar menemui orang yang tadi menelpon-nya.


"Nona mau kemana?." Tanya penjaga yang melihat Majikan-nya hendak keluar.

__ADS_1


Karena iya diperintah-man Adit untuk menjaga Dita dengan seluruh nyawanya, apapun yang terjadi.


"Aku hanya mau jalan-jalan." Balas Dita ramah.


"Biar sopir yang mengantar-kan, Nona." Ucapan-nya membuat Dita kesal, iya langsung menatap penjaga yang berada dihadapan-nya itu.


Penjaga yang ditatap oleh Dita, hanya bisa tertunduk, karena iya mulai ketakutan melihat tatapan dari Dita.


"Aku hanya sebentar saja." Sahut Dita dingin, dan langsung pergi meninggalkan penjaga yang masih tertunduk.


Dita menghadang taksi yang lalu didepan gerbangnya dan ada satu saat itu yang tengah lalu didepan-nya. Iya pun langsung memberhentikan taksi itu dan segera masuk kedalam.


"Cafe Kenzo." Kata Dita kepada Sang Sopir. Sang Sopir pun mengangguk dan segera menjalan-Kan mobilnya.


Sepuluh menit kemudian. Dita baru sampai didepan cafe itu dan segera masuk kedalam, karena takut akan lama kakaknya menunggu.


"Kak!". Panggil Dita melambaykan tangan-nya ada seorang pria yang sedang duduk dipaling pojok.


"Kau tambah cantik sekarang." Puji Orang itu, yang melihat perubahan dari wajah dan bentuk tubuh Dita.


"Kak Andre, juga tambah ganteng." Balas Dita dan memeluk Kakaknya yang bernama Andre


"Bagaiman kabar-mu." Tanya-nya menatap Dita


"Aku baik." Balas Dita tersenyum


"Bagaiman kabar, Nenek?." Tanya-nya lagi yang masih menatap Dita


"Dia baik-baik saja, Kak." Sahut Dita berbohong. Karena iya juga tidak tahu kabar Nenek-nya sekarang.


"Syukur-lah." Balasnya "Kau, mau minum apa?." Sambungnya lagi


"Hhahahaa, aku tidak akan pernah melupakan kesukaan Adik kecil-ku, ini." Balasnya sambil tertawa.


"Hem. Apa Kakak tidak, Merindukan-ku?." Bertanya dengan wajah sedih


"Hei!!, kata siapa Aku tidak merindukan-mu?. Aku sangattttttt merindukan-mu, Adik-Ku." Balasnya lembut dan mengacak rambut Dita.


"Hem, baiklah." Balas Dita. Andre segera memesan minuman untuk Iya minum bersama Dita.


Tak lama kemudian, pesan mereka berdua datang, dan segera meminum-nya. Kedua-nya terus bercerita diiringi tawa dari Kedua-Nya dengan sangat bahagia. Orang-orang yang melihat mereka berdua, menganggap Dita dan Andre itu sepasang kekasih.


Orang-orang mendo'a-kan hubungan mereka agar semakin Langgeng dan Romantis.


"Nanti ke-Apertemen Kakak, ya?." Ucap Andre yang sudah hendak pergi.


"Baik, Kak. Aku juga akan membawa, Dia." Sahut Dita yang diangguki oleh Andre.


Mereka pun keluar dari cafe itu, dan segera berpisah. Dita kembali mencari taksi untuk membawa-nya pulang. Perasaan Dita saat ini sangat senang, karena dapat bertemu dengan Kakaknya itu.


Sedangkan dikantor, saat ini Adit tengah mitting bersama klayen yang hendak bekerja-sama dengan perusahaan-nya itu


Karena perusahaan milik Adit adalah perusahaan yang terbesar dikota itu dan paling terkenal.


Perasaan Adit saat ini tengah gelisah, karena iya ingin sekali untuk pulang, agar bisa bertemu dengan Isrti kecilnya itu.


Mitting telah selesai, Adit segera kembali keruangan-nya untuk melakukan Video Call dengan Dita.

__ADS_1


Namun saat itu, Dita sedang berada ditaman. Sedangkan ponsel-Nya ada didalam kamar-nya.


Adit yang berulang kali menelpon Istrinya merasa tidak tenang, iya pun menelpon kepala pelayan yang bekerja dirumah mereka.


"Iya, Tuan?." Tanya kepala pelayan lewat sambungan telpon


"..........."


"Nona Muda sedang berada ditaman, Tuan." Sahut-Nya sopan


"......"


"Menanam Bunga, Tuan." Sahutnya lagi, Adit yang sudah mulai tenang langsung mematikan ponselnya dan segera memesan makanan, karena sudah waktunya jam makan siang.


"Ini, Tuan." Menyerahkan makanan yang baru saja sampai


"Sekertaris Ri, apa boleh saya pulang?." Tanya Adit bodohnya


"Maaf, Tuan. Bukan-nya ini perusahaan, Tuan?." Tanya balik Sekertaris Ri, sehingga membuat Adit tersedar dari tingkah bodohnya tadi.


"Oh, kalau begitu saya mau pulang!." Kata Adit kegirangan, karena dapat bertemu dengan Istrinya lagi.


"Setelah ini ada Mitting lagi, Tuan." Seketika membuat Adit menjadi kesal dan langsung mengambil makanan yang tadi iya pesan.


"Pergilah!!." Usir Adit. Sekertaris Ri yang melihat kekesalan dari Tuan Mudanya, hanya bisa menahan tawa dan segera kembali keruangan-nya.


"Andai waktu bisa dipercepat." Gerutu Adit sambil melihat gelang jam-nya yang masih menunjukkan pukul 12:04.


Adit langsung menyuap makanan yang tadi iya pesan dengan perasaan kesal dan gelisah. Iya lekas-lekas menghabis-kan makanannya agar bisa segera pulang kerumah.


"Tuan, Mitting lima menit lagi." Ucap Sekertari Ri yang baru masuk keruangan Adit.


.


.


Bab Author perbaharui🙏


.


.


Follow Ig Author:@anahmsr


Fb:anahmsr


Email:hasnahmr05@gmail.com


.


.


JANGAN LUPA VOTE, RATE, LIKE, DAN COMENT-NYA.


.


.

__ADS_1


BERSAMBUNG.....


__ADS_2