
Tak terasa sudah 10 bulan Bella mengalami koma, dan 10 bulan itu pula, Adit selalu sabar untuk menunggu istrinya membuka mata. Saat ini Adit tengah berada disamping istrinya sambil mengacak-ngacak rambut istrinya dengan pelan.
"Sayang, bangunlah." Lirih Adit, tiba-tiba saja badan Bella menjadi sangat panas, sehingga membuat Adit terkejut.
"K-kau kenapa? K-kenapa b-badan mu p-anas?." Tanya Adit gelagapan sambil memegang tangan Bella dengan penuh rasa ketakutan.
"M-mahh, i-istriku!!." Pekik Adit gelagapan. Nyonya Lusi yang tak jauh berada dari kamar Adit mendengar teriakan itu, beliau pun segera menuju kamar Adit dan Bella.
"Ada apa, Dit?." Tanya Nyonya Lusi ngo-ngosan, ia sangat shock saat melihat Bella yang mulai kejang-kejang.
"P-p-panggil D-dokter, Mah." Suruh Adit ketakutan, dengan segera Nyonya Lusi langsung menelpon Dokter pribadi keluarga nya.
Nyonya Lusi segera turun kebawah mengambilkan kompresan untuk ia gunakan nanti kepada Bella, dengan langkah berlari Nyonya Lusi turun kebawah.
"Kenapa dengan istri Adit, Nyonya?." Tanya Dokter Fahri yang baru datang
"C-cepatlah kesana!." Pekik Nyonya Lusi. Mendengar suruhan seperti itu, Dokter Fahri langsung mengangguk dan segera berlari diikuti 2 suster dibelakang nya.
Setelah berada dikamar, Dokter Fahri langaung memeriksa keadaan Bella yang semakin memburuk. Dokter Fahri yang memeriksa keadaan Bella sangat ketakutan sekaligus terkejut. Adit yang melihat ekspresi Dokter Fahri yang tegang, merasa ketakutan.
"A-apa yang h-harus d-i-i-laku-kan?." Tanya Adit gemetar
"Segera telpon Ambulans!." Tegas Dokter Fahri kepada kedua susternya itu. Kedua suster untuk hanya mengangguk dan segera menelpon Ambulans rumah sakit.
__ADS_1
Adit yang mendengar itu menjadi tegang, perasaan nya saat ini tidak karuan, sama seperti Nyonya Luso yang berdiri diambang pintu, ia juga sangat terkejut saat mendengar ucapan Dokter Fahri.
Tak berapa lama, Ambulans yang ditelpon tadi sudah tiba didepan, beberapa orang segera mengangkat tubuh Bella diatas brangkar.
-----------
Saat ini Adit sudah berada dirumah sakit, ia sangat cemas memikirkan kondisi istrinya yang tiba-tiba memburuk. Bella masih ditangani oleh beberapa Dokter diruangan ICU, mereka semua sangat serius menagani Bella.
"Dit, bagaimana?." Tanya Nyonya Lusi yang baru tiba bersama Tuan Dimas.
"B-belum ada kabar, Mah." Sahutan lirih dari Adit
"Kau yang sabar Putraku." Menepuk punggung Anak pertamanya itu.
"B-bagaimana istriku?." Tanya Adit gemetar
"Dia sudah sembuh dari komanya, kau bisa menemuinya sebentar, dan pakailah baju steril." Suruh Dokter Fahri dan berlalu pergi. Dengan segera Adit mengambil baju steril yang sudah disediakan, karena waktunya bertemu hanya sebentar saja.
"K-kau ja-angan t-tinggalkan a-aku." Bisik Adit sambil menggenggam tangan istrinya dengan kuat. Air matanya terus keluar saat menatap sendu istrinya itu.
Adit terus menghamburkan ciumannya dipipi Bella, dan mengecup bibir istrinya sekilas. Baru sebentar, salah satu suster sudah masuk kedalam ruangan ICU tempat Bella dirawat.
"Tuan, waktu Anda sudah habis." Ucap suster itu dan hanya diangguki kecil oleh Adit.
__ADS_1
"Kau segeralah bangun." Bisikan lembut dari Adit lalu kembali mengecup kening istrinya, baru ia keluar dari ruangan tersebut, diikuti suster yang tadi menyuruhnya keluar.
Tak terasa hari sudah malam, Adit masih setia menunggu istrinya diluar ruangan. Sedangkan kedua orang tuanya sudah pulang, karena ada urusan mendadak. Salah satu suster masuk keruangan Bella dirawat, Adit hanya menatapnya dengan dingin.
Tak berapa lama kemudian, suster itu keluar dengan tubuh tagang dan pucat. Adit yang melihat perbedaan dari suster tadi segera bertanya.
"Kau kenapa?." Pertanyaan itu langsung membuat suster tadi tersadar, tanpa menjawab pertanyaan Adit ia langsung berlari tergesa-gesa.
"Dokter!!! J-jantungnya berhenti berdetak!." Pekik suster itu sambil berlari. Adit yang mendengar teriakan dari suster itu langsung masuk kedalam ruangan ICU.
Saat Adit sudah berada diruangan Bella, matanya langsung tertuju di alat Monitor, dimana hanya ada garis lurus saja yang tertera dilayar tersebut.
Melihat itu tubuh Adit langsung terkulai lemas, ia dengan hati-hati menuntun kakinya itu mendekati sang istri.
Dokter Fahri baru saja masuk, dan segera memeriksa keadaa Bella, betapa terkejutnya ia saat memegang nadi yang ada ditangan Bella sudah tidak berdetak lagi.
"K-kau b-bercanda k-kan?." Gemetar Adit memegang tangan istrinya dengan kuat. Adit terus mengangis melihat istrinya yang sudah pergi meninggalkan nya itu, padahal ia sudah menunggu dengan setia selama 10 bulan lamanya, tapi Bella malah pergi meninggalkan dirinya untuk selama-lamanya.
.
.
🌹Jangan lupa kasih Like, Vote, Coment dan Ratenya ya, karena itu sangat berharga bagu Author.🌹
__ADS_1
Mampir juga kekarya Author judulnya 'Nanda & Claundia' sama 'Wanita Pembunuh Berantai' nama penanya 'Asnah'