
Kini Dita baru saja sampai dimansion keluarga Raharja dengan menggunakan taksi, karena iya tidak ingin jika semua kelakuan dan rahasianya diketahui oleh mereka semua.
Dita berjalan dengan anggun memasuki gerbang mansion besar itu. Terlihat banyak sekali para penjaga yang menunduk hormat saat Dita melalui mereka semua. Dita hanya tersenyum setiap kali mereka semua tunduk, karena iya sudah tahu peraturan dari Adit, bahwa hanya 5 detik saja waktunya untuk menatap istrinya itu.
Dita sudah masuk kedalam mansion itu dan langsung menghampiri ibu mertuanya yang tengah menonton tv. Nyonya Lusi yang melihat menantunya berjalan kearah nya hanya tersenyum ramah dan kembali pokus kedepan.
"Mah, mana Irfan?." Tanya Dita yang baru saja duduk disebelah nyonya Lusi.
"Masih belum pulang sayang." Balas nyonya Lusi lembut. Dita yang mendapat jawaban itu hanya menganggukkan kepalanya dan ikut bergabung menonton tv.
"Bagaimana keadaan nenek mu?." Sambil menoleh kearah Dita. Karena saat Dita hendak pergi keluar iya beralasan untuk menemui neneknya. Maka dari itu tidak akan ada yang curiga dengan nya.
"Baik kok mah." Balas Dita ramah, padahal hatinya sangat gugup saat mendapat pertanyaan tadi.
"Syukurlah." Kata nyonya Lusi dan meraih tangan kanan Dita.
"Nak, jika nanti kami sudah tidak ada! Berjanjilah untuk menjaga Adit dengan baik dan tulus menyayangi nya." Kata lirih dari nyonya Lusi yang tiba-tiba.
"M, mamah kenapa ngomong seperti itu?." Dengan suara terbata-bata.
"Mamah hanya takut jika iya kembali." Sahut nyonya Lusi menatap mata Dit lekat.
Kembali?." Batin Dita bingung
"Siapa mah?." Tanya Dita mengeryit. Nyonya Lusi yang baru sadar dengan perkataan nya tadi langsung menggelengkan kepalanya dan kembali pokus menonton tv.
__ADS_1
"Selamat sore mah, kak ipar!." Sapa Irfan berteriak kencang, karena iya saat ini masih berada diambang pintu mansion besar itu.
"Terlalu jauh!." Balas nyonya Lusi yang juga ikut berteriak. Irfan yang mendapat balasan itu hanya terkekeh dan segera berjalan untuk menemui ibunya dan Dita.
"Mah aku lapar." Lirih Irfan yang baru sampai diruang tengah dengan memegangi perutnya.
"Tunggulah disini dulu bersama kakak ipar mu, mamah akan memasakkan makanan kesukaan kalian berdua." Balas nyonya Lusi dan segera pergi meninggalkan mereka berdua.
"Fan, berantakin yuk!." Ajak Dita menyeringai. Irfan yang diajak oleh Dita hanya mengeryit dan ikut menyeringai.
Kerana sudah sepakat, mereka berdua langsung mengambil kertas kosong yang ada diruang kerja Adit, dan didalam ruangan tuan Dimas.
"Fan, ini sangat berat!." Dengan suara ngos-ngosan karena baru saja mengangkat kertas kosong yang hanya _+ Setengah kilo beratnya.
"Bukan kah aku yang banyak mengangkat nya kak?." Tanya Irfan bengong
"Ouh iya, ya." Balas Dita kikuk dan menggaruk kepalanya yang tak gatal.
Karena semua barang-barang yang mereka inginkan tadi sudah ada dihadapan, mereka berdua langsung menuntaskan pekerjaan nya untuk menyabakkan mansion itu.
Dita dan Irfan berlomba-lomba membuat gambaran yang bagus, jika sedikit saja salah maka mereka berdua akan membuangnya sembarangan. Para pelayan yang melihat banyaknya sampah hanya tersenyum geli, karena mereka melihat wajah Dita yang sangat menggemaskan.
Mereka tidak sadar, bahwa sadari tadi ada yang memperhatikan pekerjaan mereka berdua. Iya hanya tersenyum saat mendengar tawa dari Dita.
Sedangkan nyonya Lusi yang baru selesai memasak berniat untuk memanggil mereka berdua. Namun alangkah terkejutnya saat melihat banyak nya sampah yang berserakan dilantai.
__ADS_1
"Astaga!!!." Kejut nyonya Lusi yang melihat sampah itu. Mereka berdua yang tadi membuat ulah hanya tersenyum kecil dan tidak sama sekali merasa berdosa.
"Mah, ini Irfan yang duluan!." Sambil menunjuk kearah Irfan. Irfan yang disalahkan oleh Dita menjadi kesal.
"Iya, ini ulah Irfan!." Suara yang tiba-tiba dari ambang pintu yang membuat mereka terkejut dan menolehnya. Dan ternyata itu adalah Adit yang sudah lama menonton acara Dita dan Irfan tadi.
"Tuh, kau kan yang salah. Bleeee!." Menjulurkan lidahnya kepada Irfan. Nyonya Lusi dan Adit yang melihat perkelahian mereka berdua hanya terkekeh bahagia.
.
.
**Jangan lupa kasih Vote, Like, dan Coment-nya ya para Readers!. Karena itu sangat berguna untuk Author!.
Semoga kalian suka dengan caritanya ini! Dan jangan lupa mampir dikarya Author yang satunya "Sibungas Pembunuh Berantai ".
Instagram:@anahmsr
Facebook:AnahMsr
.
.
BERSAMBUNG**.....
__ADS_1