Istri Kecil Kesayangan Tuan Muda

Istri Kecil Kesayangan Tuan Muda
Menikah


__ADS_3

"Yang mana?. Ambil saja, yang kau mau." Ucap Adit. Dita akhirnya mencari-cari baju yang cocok untuknya, dengan harga yang sedikit murah.


"Ini." Sambil menyerahkan kepada Adit. Adit pun langsung melihat harganya, iya hanya tersenyum. Karena Dita memilih baju yang sangat murah.


"Ambillah, lagi." Ucapan Adit, membuat Dita langsung menggelengkan kepalanya. Itu saja sudah cukup baginya.


"Kita pulang, saja." Minta Dita, Adit pun mengangguk. Iya langsung membayar harga baju Dita, dan segera mengantar Dita pulang.


Akhirnya mereka berdua sampai didepan rumah Dita. Adit segera pulang, karena ada urusan. Dita segera masuk kedalam untuk beristirahat. Tapi itu lagi-lagi hanya kehaluan semata untuk Dita.


Arghh


hiks


Rambut Dita tiba-tiba dijambak oleh Nyonya Sarah. Dita hanya bisa merasakan sakit dikepalanya itu.


"Darimana saja?!!." Ketua Nyonya Sarah


"T, tadi ada masalah, Nek." Sahut Dita lirih. Nyonya Sarah melepaskan jambakannya dan segera pergi kekamarnya.


Tak terasa, hari sudah malam. Perut Dita sangat lapar, iya keluar kamarnya menuju dapur. Saat didapur, Dita tidak menemukan apa-apa diatas meja. Terpaksa Dita hanya meminum air putih, untuk menahan laparnya sampai besok.


Dita sudah berada ditempat pekerjaan-nya. Karena hari ini, semua pelayan diberi gaji, sama seperti Dita.


Dita sudah menerima gaji-nya yang cukup untuk membeli sembako. Iya bergegas pulang. Namun, sebelum itu, iya terlebih dulu mampir dipasar. Dita membeli bahan-bahan dan sayuran untuk iya makan.


Semuanya sudah Dita beli. Uang yang Dita dapatkan tadi sudah habis tidak tersisa. Iya pun segera pulang kerumah.


Dita meletakkan belanjaan-nya diatas meja. Nyonya Sarah menghampiri Dita, yang berada didapur.


"Minta uang!." Ketus Nyonya Sarah


"U, uangnya habis, Nek." Sahut Dita ketakutan


Nyonya Sarah sangat marah. Iya langsung menarik tangan Dita, membawa keluar.


Brukhh


Tubuh Dita didorong oleh Nyonya Sarah ketanah. Saat ini Dita berada diluar rumahnya.


"Kau, tidur disini." Langsung masuk, dan mengunci pintunya.


Dita tidak bisa berbuat apa-apa. Iya membaringkan tubuhnya diatas kardua, yang iya dapat disebelah rumahnya.


Malam hari, udara yang sangat dingin. Membuat tubuh Dita gemetar akibat kedinginan. Seseorang pun menghampiri Dita, sambil membawakan selimut yang tebal.


Pria itu langsung menyelimuti tubuh Dita dan mencium kening Dita. Pria itu menatap Dita dengan wajah sendu, air matanya tiba-tiba saja menetes. Iya pun langsung menghapus air matanya dan pergi.


Dita tengah membersihkan meja yang sudah kotor. Seorang pria menghampiri Dita, dengan membawakan minuman.


"Duduklah, dulu." Ucapnya kepada Dita.

__ADS_1


"Eh?, tuan." Sambil tertunduk sopan


"Istirahatlah dulu." Ucap Adit lagi. Dita pun mengangguk, mereka berdua duduk dipaling pojok.


"Tatap aku." Ucap Adit. Bukannya menatap, Dita malah semakin tertunduk.


"Tatap!." Tegas Adit. Dengan cepat Dita menatap wajah tampan Adit. Kini tangan Dita dipegang oleh Adit.



Para wanita yang baru saja menyadari, bahwa itu adalah Aditya Raharja, langsung riuh enggak ketulung. Para wanita sangat iri dengan Kecantikan yang Dita miliki. Dan ada juga yang sangat membenci Dita.


"Semoga hubungan mereka berdua lancar."


"Cocok banget."


"Tuan Aditya Raharja, sangat uwuu."


"Cantiknya."


Ucapan para wanita baik-baik. Sedangkan yang menatap Dita tak suka. Mereka ngebatin. Sumpah serapah yang mereka lontarkan untuk Dita.


"Apa kau ingin menjadi, istriku?." Lamar Adit dengan memberikan sebuah Cincin. Adit sangat menginginkan Dita, supaya menjadi istrinya. Meskipun Dita dari keluarga yang sederhan. Namun, keluarga Raharja tidak pernah memandang orang-orang yang dibawahnya rendah.


"T, tuan. Jangan bercanda." Gugup Dita. Wajah Dita saat ini sangat merah, karena menahan malu. Sedangkan Adit, iya sangat tegang menu ggu jawaban dari Dita.


"Saya serius." Berbicara dengan mantap. Dita sangat takut, karena iya saat ini tidak ingin menikahi Adit tertunduk lesu. Sedangkan Dita, iya segera pergi untuk pulang, karen pekerjaannya sudah selesai.


Saat ini Dita tengah bersiap-siap untuk pergi kepesta Ulang Tahun Yona. Dita memakai baju yang dibelikan oleh Adit. Dita sangat cantik dengan wajah yang dipolesi sedikit bedak dan Blush On.


Mereka berdua, langsung berangkat menuju hotel xx, tempat pesta Ulang Tahunnya Yona. Dua puluh menit kemudian, mereka berdua sudah sampai diparkiran hotel tersebut. Dan segera masuk kedalam.


"Hay." Sapa Yona, yang sudah lama menunggu kedatangan mereka berdua


"Hay, juga. Selamat Ulang Tahun, untukmu." Sambil menyerahkan kado yang sudah Adit siapkan.


"Terima kasih. Apa kalian haus?." Tanya Yona ramah, dan diangguki oleh Dita. Yona langsung memanggil salah satu pelayan, untuk mengambilkan minuman buat mereka berdua.


"Ini Tuan, dan Nona." Menyerahkan gelas yang berisi minuma kepada Adit dan Dita


Dita langsung meminum-nya, karena iya merasa sedikit haus. Setelah minuman Dita habis, Adit juga ikut meminumnya.


Tidak berapa lama, kepala keduanya terasa sangat berat. Apalagi, ada seseorang yang memukul belakang mereka


Brukhh


Dita dan Adit, tak sadarkan diri. Yona langsung menyuruh beberapa orang, untuk membawa Dita dan Adit kedalam kamar hotel yang sudah disiapkan-nya.


Yona langsung membuka baju milik Dita dan menyelimutinya. Sama seperti Adit, yang sudah bertelanjang dada.


Dita dan Adit masih tak sadarkan diri. Padahal banyak orang-orang yang sudah memperhatikan keduanya termasuk Pak Aji. Perasaan Pak Aji, saat ini sangat kacau balau.

__ADS_1


Iya tak percaya, dengan apa yang ada dihadapan-nya itu. Dimana saat ini wanita pujaan-nya tak sadarkan diri, tanpa busana.


Adit mulai membuka matanya dengan perlahan-lahan. Karena iya masih merasa sakit dibalik punggungnya. Adit sangat shock melihat orang-orang menatapnya rendah. Apalagi, saat iya melihat disebelah-nya. Seorang wanita yang iya Cintai, sedang tak sadarkan diri tertutup selimut, dengan pakaian yang berserakan dilantai.


"Dasar tidak tahu malu!!." Ucap Pak Aji dengan amarah


Semua orang-orang terus menghina kedua-nya. Karena merasa terganggu, Dita akhirnya membuka sadar, dan membuka matanya dengan perlahan-lahan.


"A, ada apa?." Tanya Dita yang masih setengah sadar. Adit menatap Dita, merasa kasihan. Karena mereka berdua saat ini tengah dijebak oleh seseorang.


"Dasar jala**. Dikira gadis yang sangat sopan, ternyata tidak. Cihh." Ucap Pak Aji sok kuat, padahal hatinya saat ini sangat hancur.


Dita akhirnya sadar sepenuhnya. Iya sangat shock melihat pakaian miliknya berserakan dilantai.


"I, ini salah." Dengan suara gemetar. Dita meremas selimut dengan kuat, air matanya tak terasa mulai menetes diujung pelupuk mata Dita.


"Kalian harus, menikah." Dengan berat hati, Pak Aji mengatakan itu semua. Jantungnya sesaat berhenti, saat mengucapakan tiga kalimat itu.


"Baik. Saya akan bertanggung jawab." Balas Adit dengan lantang. Sedangkan Dita terdiam membisu. Wajah Dita sangat pucat dengan tubuh yang sangat dingin.


Orang-orang yang berada didalam tadi, langsung keluaran. Mereka segera memanggil penghulu untuk menikahkan Adit dan Dita.


"Maafkan, Aku." Ucap Adit. Iya sangat merasa bersalah, melihat keadaan Dita sekarang.


"A, aku tidak apa-apa." Balas Dita gemetar


"Bersiap-siaplah. Kita akan menikah." Dita hanya mengangguk, iya segera mengambil pakaiannya, dan menuju kamar mandi. Sedangkan Adit, iya tengah menelpon seseorang.


.


.


Bab Author perbaharui🙏


.


.


Follow Ig Author:@anahmsr


Fb:anahmsr


Email:hasnahmr05@gmail.com


.


.


JANGAN LUPA VOTE, RATE, LIKE, DAN COMENT-NYA.


.

__ADS_1


.


BERSAMBUNG.....


__ADS_2