
Brukkhh
Tubuh Dita terjatuh dan tak sadarkan diri. Adit yang melihat Dita tergeletak langsung menghampiri Dita.
"Ditaa!!." Sambil mengguncang tubuh Dita. Para murid yang ada disitu langsung melihat kearah Dita.
Adit langsung menggendong Dita membawanya ke UKS, Adit merasa sangat khawatir dengan keadaan Dita sekarang. Wajah Dita saat ini sangat pucat, karena iya tidak makan, dan maagnya kambuh.
Sementara itu, pak Aji yang mendengar bahwa wanitanya pingsan, langsung frustasi. Karena ini semua ulahnya sendiri. Pak Aji pun segera berlari menuju UKS, dengan tubuh gemetaran.
"K, kenapa dia?." Tanya pak Aji gemetar yang baru masuk dalam ruang UKS
"D, dia kelelahan, pak." Sahut Adit, sambil menyodorkan minyak kayu putih kehidung Dita.
"Ini semua salah bapak, hiks hikss." Tangis pak Aji, melihat wanita pujaannya terbaring tak sadarkan diri. Sudah setengah jam berlalu, namun Dita masih tak sadarkan diri.
Adit dan pak aAji yang berad disitu sangat khawatir melihat keadaan Dita yang sudah lama tak sadar.
"Bapa kembalilah." Ucap Adit, karena bel sudah berbunyi.
"J, jaga dia." Lirih pak Aji, saat ini mata pak Aji sangat sembab dan mulai membengkak, karena terlalu lama menangis.
"B,baik pak." Balas Adit mengangguk
Pak Aji pun segera keluar, karena iya akan mengajar. Saat pak Aji sudah keluar, Dita mulai membuka matanya.
"A, adit." Lirih Dita memanggil Adit
"I, iya, aku disini." Balas Adit memegang tangan Dita dengan erat
"A, antar aku pulang." Ucap Dita
"Kau tunggu disini dulu, aku akan mengambilkan tasmu, dan meminta izin." Sahut Adit yang diangguki Dita
Adit pun segera pergi dari ruang UKS menuju kelasnya, untuk mengambil tas milik Dita dan punya-nya. Karena sudah meminta izin, Adit segera kembali keruang UKS.
"Aku akan menggendongmu." Kata Adit yang berada disebelah Dita
"A, apa tidak merepotkan?." Tanya Dita merasa tak enak. Adit hanya menggelengkan kepalanya dan segera menggendong tubuh mungil Dita.
Adit segera masuk kedalam taksi, karena sebelum iya sampai diruang UKS, iya terlebih dulu memesan taksi.
Kini taksi yang ditumpangi Adit dan Dita sudah sampai didepan halaman rumah dita.
Adit segera keluar, dan kembali menggendong tubuh Dita masuk kedalam.
"Dia kenapa?." Tanya nyonya Sarah dengan ketus
"P, pingsan nek." Balas Adit, iya merasa takut saat mengingat kejadian dulu, dimana Dita dipukul oleh neneknya.
Sedangkan Dita hanya terdiam sambil menutup matanya, karena tubuhnya saat ini gemetar, Adit pun merasakan bahwa Dita juga ketakutan.
"Kau bawa saja dia kekamar-nya, yang ada disebelah kiri." Kata nyonya Sarah tanpa melihat Adit
Dengan segera Adit menuju kamar Dita yang sangat kecil, Adit pun menaruh tubuh Dita diatas kasur dengan hati-hati.
Sangat nyaman, dan bersih." Batin Adit melihat kamar Dita yang sangat bersih dan rapi.
"Kau tunggu disini, aku akan membelikan obat untukmu." Kata Adit, Dita hanya mengangguk pelan. Adit seger keluar, untuk menelpon seseorang, telpon pun tersambung....
__ADS_1
"Belikan obat-obatan, makanan, baju, dan sembako. Aku akan mengirimkan alamatnya." Kata Adit berbicara ditelpon dan langsung mematikan telponnya, tanpa mendengar sahutan dari seberang telpon.
Sepuluh menit Adit menunggu dihalaman rumah Dita, akhirnya orang yang disuruh Adit tadi datang dengan dua orang pengawal.
"Masukkan kedalam." Perintah Adit, mereka bertiga pun mengangguk dan segera mengangkat semua barang yang ada didalam mobil.
"Untuk apa?." Tanya nyonya Sarah
"Untuk nenek, dan Dita." Jawab Adit ramah
Boleh juga ini mata empat." Batin nyonya sarah senang, karena banyak makanan dirumahnya.
Semua barang sudah habis dimasukkan kedalam rumah Dita, tiga orang tadi pun segera kembali ketempat asalnya.
"Makanlah dulu." Kata Adit menyodorkan sendok yang berisi nasi kemulut Dita. Dita pun langsung menerimanya, karena iya sudah sangat lapar.
"Apa kau ingin belajar bersama ku?." Tanya Adit yang sudah selesai menyuapi Dita
"Hem, baiklah." Sahut Dita
Mereka berdua pun belajar bersama, tak terasa hari sudah mulai sore, Adit pun segera pulang kerumahnya.
"Aku pulang dulu." Ucap Adit yang sudah didepan pintu.
"Hati-hati."
Adit pun mengangguk, dan segera pergi dari rumah dita. Saat dita masuk kedalam, nyonya sarah langsung memanggilnya
"Kemari kau." Panggil nyonya Sarah, Dita segera menghampiri neneknya yang berada didapur.
"I, iya nek?." Tanya Dita yang baru sampai
"Coba lihat ini." Ucap nyonya Sarah bahagia
"Banyakkan, lain kali ajak lagi dia kemari." Suruh nyonya Sarah serakah
"I, iya nek." Dita hanya bisa pasrah, demi menyelamatkan keadaan sekarang.
Hari kini sudah sangat gelap, kini dita tengah mencoba baju yang dibelikan oleh Adit siang tadi.
Sementara itu, dikediaman Adit. Kini keluarganya tengah berkumpul diruang tengah.
"Dit, ada yang mau mamah bicarain." Ucap nyonya Lusiana Raharja sebagai ibu Adit
"Hem." Balas Adit tanpa melihat kearah ibunya
"Mamah akan menjodohkan, mu." Ucap nyonya Lusi serius
"Aku sudah mendapatkan-nya." Sahut Adit memelas
"Wah, apa kakak serius." Suara dari adik Adit yang bernama Irfan Raharja
"Hem." Balas adit yang masih pokus memandang foto Dita
"Ehhh!!." Kesal Adit, karena ponsel miliknya tiba-tiba diambil oleh Irfan.
"Wah, calon kakak iparku sangat cantik." Puji Irfan yang melihat foto Dita
"Kembalikan." Kesal Adit
__ADS_1
"Nih, coba mamah liat." Sambil memperlihatkan foto dita kepada nyonya Lusi.
"Cepat kau bawa dia kemari." Suruh nyonya Sarah senang
Karena baru kali ini Adit menyukai seseorang. Nyonya Sarah sering menunjukkan foto anak teman-temannya, namun tidak ada satu pun yang membuat adit tertarik.
"Mamah mu benar, kami ingin mempunyai cucu." Ucap tuan Dimas Raharja yang membuat mereka memandang kearah tuan Dimas
"Ada apa?." Tanya tuan Dimas mengeryit
"Tuh, papah kamu aja pengen punya cucu, apa lagi mamah." Kata nyonya Lusi.
"Nanti, aku akan membawanya." Balas Adit, dan meninggalkan mereka bertiga
"Cantik banget, iyakan mah." Puji Irfan lagi, yang mengingat wajah Dita.
"Hem, mamah akan menyuruh salah satu bawahan mamah, untuk mengawasi Adit saat berada dikampus." Ucap nyonya Lusi yang disetujui mereka berdua.
💙Pagi hari yang cerah....
Dita hendak berangkat kekampusnya, saat iya membuka pintu, iya sangat terkejut melihat sebuket bunga mawar merah.
Dita pun langsung mengambil bunga mawar itu, dan ternyata disitu ada sepucuk surat. Dita langsung membuka surat yang iya dapat, tertulis.
"*Aku memang seorang pendiam..
Diam-diam jatuh hati kepadamu."
.
.
By:A
Apa dia, ya?." Batin Dita tersenyum
.
.
Bab Author perbaharui🙏
.
.
Follow Ig Author:@anahmsr
Fb:anahmsr
Email:hasnahmr05@gmail.com
.
.
JANGAN LUPA VOTE, RATE, LIKE, DAN COMENT-NYA.
.
__ADS_1
.
BERSAMBUNG.....