
Dita dan Adit sudah sampai diruangan Direktur milik Adit, baru saja sampai Dita langsung duduk dikursi kebesaran.
"Apa kau lihat nak, ibu sekarang menjadi Nyonya besar Aditya Raharja." Berbicara dengan anaknya yang masih berada didalam perut sambil mengusap-ngusap dengan lembut.
"Kau nanti jangan seperti ibu mu ya sayang, seperti ayah saja." Bicara Adit yang ikut-ikutan memusut perut istrinya.
"Emang kalau seperti ku kenapa?." Tanya Dita mengeryit
"Kau terlalu angkuh dan sombong." Ejek Adit menyentil hidung mancung Dita
"Ya ya, kau benar." Mencoba untuk mengalah, karena itu sangat benar.
Tokk tokk
Suara ketukan dari luar membuat dua orang itu menghentikan Aktivitasnya tadi, dan menyuruh masuk.
"Permisi Tuan, hari ini ada metting dengan klayen." Ucap Sekertaris Ri yang baru masuk
"Baik. Kau keluarlah Bukannya Adit yang membalas, malah Dita yang membalas dengan angkuhnya
"Saya permis, Tuan dan Nyonya." Menunduk hormat lalu pergi dari ruangan itu.
"Sungguh keterlaluan." Menggelengkan kepalanya
"Hehee, biarin." Balas Dita cengengesan
"Kau tunggulah disini. Aku mau metting dulu!." Bicara dengan tegas
"Baiklah, nanti aku kedepan sebentar mau beli rujak." Balas Dita
"Nanti kau minta belikan sama orang saja, jangan kemana-mana!." Datar
"Hiks, hiks. Sebentar saja ya." Memohon dengan kedua tangannya didepan. Dengan nafas kasar Adit menghembuskan nya dan mengiyakan permintaan dari istrinya itu meskipun terlihat sangat berat.
__ADS_1
"Baiklah, tapi jangan lama-lama!." Tegas Adit
"Baik sayang. Pergilah." Suruh Dita lembut. Adit pun mengecup pucuk kepada istrinya dengan lembut lalu dan mengusap perut Dita sambil berkata.
"Kau jangan terlalu menyusahkan ibumu ya sayang." Berbicara dengan sangat lembut dan menciumnya.
"Aku pergi dulu. Ingat sebentar saja kau perginya." Memperingati istrinya lagi lalu keluar
Setelah Adit pergi, Dita segera bersiap-siap untuk pergi keluar mencari rujak dan cilok. Dita berjalan dengan sangat berwibawa diikuti senyuman dari bibirnya. Para karyawan banyak yang menyapanya dan selalu Dita balas sapaan dari mereka.
Saat sudah berada diluar kantor, seorang penjaga menghampiri Dita.
"Nyonya muda mau kemana?." Tanya Penjaga itu ramah
"Aku hanya ingin kesebrang sana sebentar, ingun membeli rujak dan cilok. Lagi pula suamiku sudah mengijinkan nya." Balas Dita yang merasa sedikit risih akibat bawaan dari bayi.
"Biar saya saja yang membelikan nya, Nyonya." Menawarkan diri
"Tidak perlu, Pak. Saya bisa sendiri kok, lagi pula itu tidak terlalu jauh. Bayi saya ingin melihat langsung." Berusahan agar dibiarkan sendiri untuk membeli yang ia mau tadi. Mendengar itu membuat penjaga tadi mengalah, karena itu keinginam bayi yang ada diperut Dita.
Dita hanya mengangguk dan segera berjalan keluar dari gerbang perkantoran itu. Banyak mobil yang berlalu lalang didepan-nya, ia celingak-celunguk mencari orang yang berjualan rujak terdekat. Saat Dita melihat kesebelah kiri, ternyata disana ada yang berjualan rujak.
"Rezeki emang gak kemana." Gerutu Dita bahagia. Ia pun segera berjalan menghampiri orang yang berjualan rujak yang tak jauh itu.
"Paman beli rujak dua bungkus." Ucap Dita yang baru sampai didekat orang berjualan rujak
"Baik, Neng. Tunggu sebentar, paman membuatkan-nya." Balas Paman yang berjualan rujak itu, segera membuatkan pesanan Dita.
Dita duduk dibangku yang disediakan oleh penjual rujak tersebut, bukan Dita saja yang tengah menunggu, ada beberapa orang yang juga tengh menunggu pesanan mereka masing-masing.
"Ini, Neng. Jumlahnya 30 ribu." Menyerahkan sekantong plastik yang berisi dua bungkus rujak
"Ini Paman. Kembaliannya buat Paman saja, terima kasih." Segera kembali kekantor Adit. Namun tiba-tiba saja ada segerombol orang bertopeng menghalangi jalan Dita.
__ADS_1
"Kalian siapa? Dan mau apa? Kalian jangan macam-macam!." Dengan wajah pucat dan gemetar. Dita terus mengundurkan langkahnya dengan perlahan.
"Kalau kau bergerak lagi, akan aku tembak perutmu!." Ancamnya dengan tegas. Dita yang mendengad ancaman itu langsung menghentikan langkahnya, karen ia tidak ingin kehilangan bayinya itu.
"Tangkap dia." Menyuruh anak buahnya untuk menangkap Dita. Dita yang sudh ditangkap langsung berteriak.
"Tolongg!!!!!!." Teriak Dita yang dimasukkan kedalam mobil. Dita terus saja berteriak, sehingga membuat ketua orang bertopeng itu marah dan langsung membius Dita hingga pingsan.
Mereka langsung menjalankan mobilnya dengan kecepan tinggi, agar tidak ada yang bis mengejar mereka semua.
Sudah setengah jam berlalu, tapi Dita masih tak sadarkan diri. Ia saat ini berada disebuah gudang kosong dengan tangan dan kaki terikat dengan tali. Tidak ada siapa-siapa diruangan itu, hanya ada dirinya dan serangga. Dita terus berusaha membuka tali yang terikat ditangannya itu, namun selalu gagal.
Sedangkan dikantor Raharja. Adit baru saja selesai metting dan segera kembali keruangan-nya, ia sudah tidak sabar lagi untuk menemui istrinya itu.
"Sa...." Ucapan Adit terpotong karena tidak melihat keberadaan istri kecilnya. Ia segera masuk kedalam untuk menunggu istrinya, ia berpikir bahwa istrinya baru saja keluar untuk membeli rujak.
Sudah setegah jam Adit menunggu, namun yang ditunggu tak kunjung kembali. Karena pikiran yang tidak karuan dan kekhawatiran yang mulai muncul, ia segera keluar ruangan-nya untuk mencari istri kecilnya itu.
Saat melihat seorang penjaga yang berjaga didepan kantornya, Adit langsung menghampiri penjaga itu.
"Apa kau melihat istriku?." Tanya Adit dengan suara getir
"Tidak ada, Tuan. Saya kira Nyonya sudah kembali, adahal ini sudah satu jam lebih." Ujarnya yang kini ikut khawatir.
"Periksa cctv jalanan yang ada didekat kantor!. Suruh Adit tegas. Penjaga itu mengangguk dan segera memeriksa cctv yang ada didekat kantornya, diikuti dengan Adit.
" Ini Tuan." Menunjukkan kepada Adit. Adit terus memperhatikan rekaman cctv yang ada didepan-nya, pas saat ia melihat istrinya yang tengah berjalan kearah kembali kekantor ia merasa lega. Tapi kelegaan-nya itu terhenti, saat melihat direkaman itu ada segerombol orang bertopeng menghalangi jalan istrinya dan langsung membawa istrinya masuk kedalam mobil.
.
.
***🌹*Jangan lupa kasih Like, Vote, Coment dan Ratenya ya, karena itu sangat berharga bagu Author.🌹
__ADS_1
Mampir juga kekarya Author judulnya 'Nanda & Claundia' sama 'Wanita Pembunuh Berantai' nama penanya 'Asnah****'