Istri Kecil Kesayangan Tuan Muda

Istri Kecil Kesayangan Tuan Muda
Bukan salahku


__ADS_3

Karena sudah selesai bersiap-siapnya, mereka berdua pun segera turun kebawah untuk sarapan pagi.


"Kita nanti nginap dirumah mama aja ya." kata Dita yang baru sampai dimeja makan.


"Terserah kamu saja sayang. Itu juga lebih baik, agar kamu tidak kesepian disini." Sahut Adit yang sedang mengolesi roti miliknya dan istrinya.


"Suapin." Pinta Dita berbuka mulut. Dengan segera Adit menyodorkan roti yang sudah iya olesi dengan selai tadi kepada Dita dengan perlahan-lahan.


--------


Sebuah mobil sport berwarna merah baru saja memasuki gerbang kampus. Terlihat banyak sekali para mahasiswa/i yang melihat kearah mobil tersebut, mereka masih menunggu siapa orang yang berada didalam mobil tersebut.


Sudah lima menit mereka memperhatikan pintu mobil sport itu, namun masih saja sampai sekarang belum dibuka oleh orang yang berada didalam mobil itu. Karena bel sudah hendak berbunyi, akhirnya pintu mobil sport berwarna merah itu terbuka bersebelahan.


Para mahasiswa/i yang tadi sudah hendak bubar langsung kembali ditempat mereka semula, sambil melihat dua jenjang kaki yang baru terlihat dari dua sisi.


Orang yang berada didalam mobil itu langsung keluar, yang masing-masing memakai kaca mata berwarna hitam dan masker. Para mahasiswa/i masih penasaran dengan wajah dibalik masker dan kaca mata itu.


Dua sosok tersebut saling bergandengan untuk masuk kedalam. Mereka semua yang melihat kedatangan dua sosok itu merasa sedikit kenal, tapi masih ragu-ragu dengan apa yang dipikiran mereka semua.


Dua sosok itu terus berjalan dengan santainya dikoridor kampus tanpa memperhatikan para mahasiswa/i yang terus saja menatap mereka berdua.


"Aku sesak napas!." Bisiknya ngos-ngosan. Ya itu adalah Dita yang sedang kepanasan akibat memakai masker. Ini semua adalah ide dari Adit agar para lelaki tidak melihat istri kecilnya itu lagi.


"Sabarlah sayang." Balas Adit pelan. Tanpa aba-aba Adit langsung menggendong tubuh istrinya untuk menuju kedalam kelas.


"Lepaskan!." Ucap Dita yang sedikit keras, namun tidak didengarkan oleh Adit. Para mahasiswa/i terus saja menggosip tentang kedua sosok yang alay itu, karena mereka masih penasaran dengan wajah mereka berdua.


Kini Adit baru sampai didalam kelasnya dan segera mendudukkan Dita dibangku tempatnya sendiri. Para mahasiswa/i yang tadi sedang bersiap-siap langsung menoleh kearah mereka berdua. Karena sudah tidak terlalu banyak lagi Adit langsung membuka masker dan kaca matanya. Para mahasiswa/i yang melihat wajah tampan Adit langsung terpesona apa lagi siswi yang ada disitu, mereka semua menjadi klepek-klepek gak ketulung.


"Apa harus saya peringatkan lagi!." Dengan suara dingin. Semua mahasiswa/i yang tadi mentapa keduanya langsung tertunduk dan segera menyelesaikan tugasnya yang tertunda tadi.


"Aku buka ya." Bisik Dita dengan pelan.


"Tidak boleh!." Tolak Adit dingin. Namun bukannya mendengarkan penolakan dari Adit, Dita langsung membuka masker dan kaca matanya.


"Sudah terbuka." Cengir Dita


"Huh! Mari kita keluar, sebentar lagi bakal ad pengumuman." Ajak Adit memegang tangan kanan istrinya.


Semua mahasiswa/i yang berada didalam kelas itu juga ikut keluar. Karena mereka semua hari ini akan mengadakan wisuda atas kelulusan mereka semua(Author gak terlalu ngerti heheheee. Soalnya baru lulus SMP jdi gak tau tentang kuliahan wkwkwkk)


--------


Kini semua mahasiswa/i sudah terkumpul disatu ruangan yang sudah dirias dengan sangat mewah. Kepala sekolah mulai membacakan sesuatu yang tertulis dikertas putih itu. Semua murid mendengarkan nya dengan seksama, tapi tidak dengan suami-istri itu. Bukannya mendengarkan Adit dan Dita malah tertidur dikursi paling depan, para dosen yang melihat mereka berdua tertidur hanya bisa diam, karena tidak berani untuk membangunkan mereka berdua, bisa-bisa mereka yang bakal kena masalahnya.


Sama seperti kedua orangtua Adit dan Irfan, mereka bertiga yang melihat pemandangan putra dan menantunya tertidur hanya bisa menahan tawanya.


Aku merindukan mu." Batin pak Aji lirih


Sudah waktunya para siswa/siswi yang hari ini akan menerima mendali penghargaan atas kreativitas dan usaha yang mereka gunakan untuk menempuh jenjang wisuda/pascawisuda ini.

__ADS_1


Udah aja ya Author kagak ngerti lagi masalah ginian wkwkkk. Kita Cut aja ya heheee, maafin Author ya.


-------


"Kau sangat pemalas." Ejek Adit yang masih pokus menyetir mobilnya.


"Emang." Balas Dita santai, tanpa memandang kearah suaminya. Karena iya masih pokus dengan makanan yang ada ditangan nya itu.


"Padahal aku berdo'a supaya kau tidak lulus." Dengan suara sedih


"Kau!!." Menatap Adit dengan tajam


Cup...!


Adit mengecup bibir Dita sekilas dan kembali pokus menyetir mobilnya. Dita yang mendapat kecupan dari Adit langsung menjadi malu, iya segera memalingkan wajahnya kearah jendela. Adit yang melihat istrinya malu hanya menahan tawanya. Tidak ada lagi yang berbicara hanya ada kehening didalam mobil sport berwarna merah itu.


Tak berapa lama, mobil milik Adit memasuki kediaman keluarga besar Raharja. Kedatangan mereka disambung hangat oleh keluarga Raharja yang tadi menunggu mereka berdua.


Pintu mobil keduanya dibuka kan oleh penjaga yang berjaga disitu. Dan keluarlah pasangan suami-istri yang sangat harmonis dan romantis. Yang satu masih menahan malu, dan yang satunya terus tersenyum karena menahan tawanya.


"Buahahahhahaaaa.." Tawa yang tadi Adit pendam kini iya keluarkan, karena sudah tidak tahan lagi menahan tawanya. Mereka yang melihat tawa Adit hanya mengeryit tidak mengerti. Tapi tidak dengan Dita, kini wajahnya tambah merona akibat ditertawkan oleh suaminya sendiri. Kepala yang tadi tegak menjadi tertunduk, dengan hati yang kesal dan malu.


"Kau kenapa Dit?." Tanya nyonya Lusi mengeryit


"Tau nih! Gil* mungkin Mah." Sahut Irfan mengejek. Adit yang mendapat ejekan dari adiknya langsung menatap kearah Irfan dengan tajam.


"Bercanda Kak." Ucap Irfan dengan lirih karena ketakutan.


"Wah! Menantuku sangat cantik." Puji Tuan Dimas kagum dengan wajah Dita yang sekarang. Nyonya Lusi yang mendengar pujian itu berpura-pura cemberut dan memalingkan wajahnya dari hadapan suaminya sendiri.


"Tapi, lebih cantik istriku lagi." Sambung Tuan Dimas sambil memusut ujung kepala istrinya dengan sangat lembut.


"Aku jomblo! Aku diam." Kata Irfan ngenes


"KASIAN!!." Ejek semua orang yang berada disitu. Irfan yang mendapat ejekan dari semua orang merasa kesal, iya pun menarik tangan Dita dan membawanya kedalam.


"Hey! Dia istriku!!." Teriak Adit sambil menahan tawanya.


"Dit, Arka tidak lama lagi bakal menikah." Kata Tuan Dimas sambil berjalan menuju kedalam mansionnya.


"Aku tidak menyangka, si playboy itu bisa menikah, hhahaa." Kekeh Adit


"Iya, Mamah juga tidak menyangka." Sahut Nyonya Lusi yang juga ikut tertawa.


Mereka semua akhirnya berkumpul diruang keluarga sambil menonton tv kesukaan Dita yaitu Upin&Ipin. Semenjak Dita hamil entah kenapa iya sekarang malah suka dengan kartun Upin&Ipin itu. Dita dan Irfan sama-sama tertawa melihat kartun yang ditonton nya, sedangkan tiga orang yang berada didekat mereka hanya bisa terdiam membisu.


đŸ’™Malam hari....


Dita baru saja keluar dari kamar mandi, sedangkan Adit masih sibuk diruang kerjanya. Dita segera mengenakan pakaian nya agar bisa turun kebawah untuk makan malam. Dita menggunakan celana panjang dan jaket yang tebal ditambah besar, sehingga membuat tubuhnya tidak kelihatan lagi.


Dengan susah payah Dita berjalan keluar kamarnya dengan berhati-hati agar tidak tertabrak apa-apa. Namun itu salah, Dita malaj tertabrak dengan seseorang yang ada didepan nya.

__ADS_1


Brukh


"Aduh!!." Ringis Dita tertunduk


"Apa kau kedinginan?." Cemas Adit memeluk istrinya langsung. Padahal tadi iya sudah selesai mengurus semua pekerjaan nya, dan berniat untuk menemui istrinya agar turun kebawah. Tapi malah bertemu didepan ruang kerja Adit.


"Kenapa panas sekali?." Tanya Dita pelan, karena suaranya agak tidak jelas karena tertutup dengan jaket tebal dan besar.


"Aneh." Balas Adit dan langsung melepaskan jaket yang dikenakan oleh istrinya dengan penuh perhatian.


"Kau dari mana mendapatkan baju seperti ini?." Tanya Adit yang kembali menutupi tubuh Dita dengan jaket tadi.


"Ini baju kau! Terus aku gunting." Balas Dita santaynya. Adit yang mendengar itu tidak percaya dengan pendengaran nya barusan, iya terus melihat kearah istrinya dengan melongo.


Karena tidak ingin berlama-lama, Adit langsung menggendong tubuh Dita untuk kembali kedalam kamarnya. Adit langsung memasukkan Dita kedalam ruang ganti dan melepaskan pakaian Dita yang aneh dan banyak lobang-lobang akibat guntingan dari Dita.


Sedangkan Dita yang pakaian dilepaskan oleh suaminya hanya diam sambil memainkan rambutnya yang terurai itu.


"Jangan berpakaian seperti ini lagi!." Tegas Adit


"Hikss! Hiks. I, ini bukan salahku." Dengan berpura-pura menangis dan menutupi wajahnya. Mendengar itu Adit hanya bisa menghembuskan nafasnya dan segera memeluk istrinya dengan sangat erat.


"Aku hanya tidak suka jika bentuk tubuh-mu dilihat oleh orang-orang." Kata Adit dengan pelan dan terus menciumi rambut istrinya.


"Maafkan aku." Balas Dita manja dan membalas pelukan dari suaminya itu.


"Apa kau mau digendong lagi?." Tanya Adit tersenyum


"Aku bisa jalan sendiri." Balas Dita dan pergi meninggalkan Adit yang masih berada didalam ruang ganti.


"Hey!! Tunggu aku!." Teriak Adit


"Bleeee! Bodo amat!." Sahut Dita menjulurkan lidahnya dan segera pergi kebawah agar tidak tertangkap oleh Adit.


.


.


Ig Author:@anahmsr


Fb Author:anahmsr


.


Jangan lupa kasih vote, like, dan comentnya ya para readers. Biar Author lebih semangat ngetiknya, dan ngehalunya wkkk.


.


.


BERSAMBUNG.....

__ADS_1


__ADS_2