
Kini Adit sudah sampai dikediaman orang tuanya, ia segera turun sambil membawa Gula kapas dan rujak dikedua tangannya, ia sangat semangat berharap istrinya sudah bangun dan menunggunya didalam kamar.
Dengan berlari Adit memasuki mansion itu, ia berpapasan dengan ibunya. Nyonya Lusi yang melihat Adit membawa banyak sekali Gula kapas dan rujak segera bertanya.
"Untuk siapa itu, Dit?." Tanya Nyonya Lusi menghentikan langkah Adit. Adit pun segera membalikkan badannya dan menghadap ibunya dengan senyum yang mengembang.
"Untuk istriku, Mah. Bella sangat suka dengan Gula kapas dan rujak, mungkin istriku sudah bangun, dan menunggu ku didalam kamar. Aku pergi dulu, Mah." Ucap Adit yang langsung berlari dengan penuh semangat. Sedangkan Nyonya Lusi yang mendengar itu hanya mematung dengan perasaan yang memprihatinkan.
"Kau selalu membelikan istrimu itu setiap hari, Putraku. Tapi, istrimu masih belum membuka matanya, semoga saja kali ini istrimu itu membuka matanya." Gerutu Nyonya Lusi lirih. Bukan kali ini saja Adit membelikan Bella gula kapas dan rujak, setiap Adit keluar rumah pasti ia selalu membelikan makanan atau barang yang Bella sukai. Adit sangat berharap istrinya itu bangun, walaupun hanya 5 detik saja dan tersenyum kepadanya.
Didalam kamar, saat ini senyum dan semangat Adit sudah lenyap, karena melihat istrinya yang masih belum membuka matanya. Ia ikut berbaring disebelah istrinya lalu memeluknya dengan erat.
"Cepatlah bangun, aku merindukan senyuman mu." Bisikan lirih dari Adit membuat air mata Bella menetes. Adit yang merasakn basah dipipi nya, segera melihat kearah istrinya itu, betapa terkejutnya ia saat sang istri membuka matanya.
"K-k-kau b-b-angun?." Tanya gelagapan Adit sekaligus bahagia, baru saja Adit melontarkan pertanyaan itu, Bella kembali memejamkan matanya. Adit yang melihat istrinya kembali memejamkan matanya, dengan segera menghubungi Dokter pribadi keluarganya.
"M-m-mah, t-tadi i-istriku b-bangun." Teriak Adit yang berlari menuruni tangga, segera turun untuk menemui ibunya yang ada diruang tengah. Nyonya Lusi yang memdengar itu terkejut, sekaligus bahagia, ia segera bangkit dari duduknya dan menghampiri Adit.
"Apa kau serius?." Tanya Nyonya Lusi kegirangan
__ADS_1
"I-iya Mah, t-tadi istriku bangun." Balas Adit " Tapi, d-dia kembali tidur." Sambung Adit yang kembali sedih
"Kau harus sabar, Dit. Tapi kamu harus tetap bersyukur, karena sudah melihat istrimu membuka matanya, walaupun hanya sebentar." Balas Nyonya Lusi menyemangati Putra pertamanya itu.
"I-iya, Mah."
"Selamat siang, Nyonya dan Adit." Sapa Dokter Fahri yang baru datang
"Siang, Dok." Balas Nyonya Lusi
"Cepat periksa istriku, apa dia baik-baik saja." Suruh Adit dengan tegas. Dokter Fahri hanya mengangguk kecil dan segera berjalan keatas, menuju kamar Adit, diikuti Nyonya Lusi, 2 Suster dan juga Adit.
----------
Adit menatap sendu wajah istri kecilnya itu, ia pun segera ikut berbaring disebelah istrinya, karena malam semakin larut.
--------
Satu bulan kemudian, kondisi Bella masih sama seperti dulu, semenjak ia membuka matanya beberapa detik, ia tidak pernah lagi membuka matanya.
__ADS_1
Saat ini, Darren memgunjungi Adeknya yang ada dikediaman Raharja. Ia sama seperti Adit, yang menatap sendu wajah Dita, wajah yang dulunya selalu tersenyum dan berseri, kini berubah menjadi pucat tanpa senyuman.
Darren mengecup kening Adek satu-satunya itu dengan sangat lembut, sehingga membuat Adit cemburu melihatnya.
"Heii! Dia istriku! Kenapa kau menciumnya?." Dengus Adit yang memperhatikan Darren sadari tadi.
"Bodoh! Jika bukan rencana ku, kau tidak akan bisa bersama Adekku, dan Adekku juga tidak akan seperti ini!." Sahut Darren, sehingga membuat Adit terdiam ditempatnya.
"Kau jaga Adekku baik-baik. Kalau ada apa-apa! Segera hubungiku." Menatap Adit dengan tajam
"Ya ya! Pergilah! Kau jangan mencium istriku lagi!." Menutupi wajah istrinya dengan kedua telapak tangan nya.
"Aku ambil, nangis kau!." Balas Darren lalu pergi.
"Kakak mu sangat bodoh, Bell. Massa dia mencium mu sangat lama, didepan ku lagi, huh!." Curhat Adit pada Bella yang tidak bis mendengarkan curhatan dari suaminya.
.
.
__ADS_1
🌹Jangan lupa kasih Like, Vote, Coment dan Ratenya ya, karena itu sangat berharga bagi Author.🌹
Mampir juga kekarya Author judulnya 'Nanda & Claundia' sama 'Wanita Pembunuh Berantai' nama penanya 'Asnah'