
Karena hanya Sekertaris Ri dan Keluarga Adit saja yang bisa keluar masuk dari ruangan itu, tanpa mengetuk pintu. Sedangkan pegawai yang lain tidak diperboleh-kan.
"Apa semua sudah siap?." Tanya Adit membenarkan jas-nya dengan sangat berwibawa
"Sudah, Tuan." Sahut Sekertaris Ri. Adit pun segera keluar dari ruangannya itu dengan diikuti oleh Sekertaris Ri dibelakang-nya.
Para pegawai wanita yang melihat Ceo dan Sekertaris-nya yang sama-sama ganteng, merasa terpesona. Mereka semua ingin sekali memiliki kekasih seperti Adit dan Sekertaris Ri itu, karena ketampanan dan kepintaran-nya membuat jiwa semua wanita meronta-ronta.
Adit baru saja masuk diruang Mitting-nya, terlihat para pengusaha menunduk hormat kepada Adit. Sama seperti Adit dan Sekertaris Ri, yang juga menunduk hormat kepada mereka.
Mereka semua segera melangsungkan Mittingnya. Tiga puluh menit kemudian, mereka semua sudah menyetujui semua kesepakatan yang sudah ditentukan.
Karena sudah selesai dengan pekerjaan kantor, Adit pun segera pulang kerumah, karena iya sangat merindukan Istrinya itu.
"Cepatlah!!." Suruh Adit pada sopir pribadinya. Sang sopir itu hanya mengangguk tanpa menaikkan gasnya, karena mobil yang ditumpangi Adit sudah sangat cepat.
Baru saja sampai gerbang, Adit langsung turun dan berlari kearah taman untuk menemui Dita. Namun saat berada ditaman, iya sama sekali melihat keberadaan Istrinya itu.
Adit pun langsung masuk kedalam rumah untuk mencari keberadaan Istrinya. Saat melalui ruang tengah, langkah Adit terhenti karena melihat Istrinya yang sedang menonton Tv dengan badan yang terbalik.
Adit yang melihat kelakukan Istrinya itu hanya bisa menahan tawa. Iya pun berniat untuk menghampiri Istrinya, karena ingin memeluk tubuh kecil milik Dita.
"Sayang!." Panggil Adit.
Brukhh
Tubuh Dita langsung terjatuh kebawah, saat mendengar suara dari Adit yang tiba-tiba. Adit yang melihat tubuh Istrinya terjatuh langsung membantu-nya untuk berduduk diatas sopa.
"Yang mana sakit?." Tanya Adit cemas, iya terus memeriksa seluruh tubuh Dita, karena takut ada memar.
"Aku baik-baik saja, Sayang." Sahut Dita, sehingga membuat kecemasan Adit sedikit berkurang.
Adit pun menggendong Istrinya keatas untuk beristirahat. Adit membaringkan tubuh Istrinya itu dengan berhati-hati.
"Jangan kemana-mana." Tegas Adit, dan pergi keluar
"Aku tidak tahu perasaanku dengan-mu. Kau begitu baik padaku, tapi aku masih ragu untuk menerima semuanya." Gerutu Dita yang melihat kepergian Adit dari hadapan-nya.
Tak berapa lama kemudian, Adit kembali lagi kedalam kamar dengan membawa nampan yang berisi makanan dan camilan.
"Untuk apa?." Tanya Dita mengeryit, yang melihat Adit banyak sekali membawa makanan.
"Memakani-mu." Balas Adit dan menyuduk Nasi dan lauk untuk Dita makan.
"Aku sudah kenyang." Kata Dita dengan memelas, namun Adit tidak memperdulikan itu. Iya masih memegang sendok yang berisi makanan. Karena tidak ada balasan dari Adit, Dita akhirnya menerima suapan dari Adit dan mengunyahnya.
__ADS_1
"Anak pintar." Ucap Adit mengacak-acak rambut Dita. Dita yang rambutnya diacak-acak langsung menatap Adit dengan wajah cemberut.
"Kusut!". Kata Dita dengan wajah masam. Adit yang melihat wajah Istrinya seperti itu merasa gemes, iya pun mencium pipi Dita dengan tiba-tiba.
" Sangat manis." Ucap Adit lembut dan kembali menyudukkan sendok-Nya. Tidak ada lagi penolakan dari Dita, Adit pun terus menyuapi Dita terus-terusan, hingga membuat Dita tersedak.
Uhukk
Uhuk
Batuk Dita akibat tersedak. Dengan cepat Adit langsung mengambilkan air untuk Istrinya itu dan meminumkan-nua dengan perlahan.
"Maafkan, Aku." Dengan wajah yang khawatir dan merasa bersalah. Dita yang melihat wajah Suaminya hanya bisa menahan tawa.
"Giliran-mu." Kini Dita kembali yang menyuapkan untuk Adit. Tidak ada penolakan sama sekali dari Adit, karena iya sangat senang dapat disuapi oleh Istri tercintanya itu.
Makanan yang tadi dibawa Adit sudah habis. Adit pun kembali keluar kamarnya untuk menaruh didapur.
💙Malam hari...
Saat ini Dita dan Adit tengah bersiap-siap untuk pergi keluar, karena Nyonya Lusi menyuruh mereka makan malam disebuah Restoran.
"Kau sangat cantik, Sayang." Ucap Adit yang terpesona melihat kecantikan dari Istrinya. Iya terus memeluk dari belakang, sambil melihat Istrinya yang tengah berdandan.
"Sekertari Ri, perkenalkan ini Istriku, Anandita" Ucap Adit memperkenalkan Dita pada Sekertaris-nya. Karena Sekertaris Ri baru saja datang kerumah Adit, karena Adit yang meminta-nya.
"Dapet dimana, Tuan?." Bisik Sekertari Ri ditelinga kanan Adit namun bisikan itu langsung keluar dari telinga kiri Adit, yang menandakan bahwa telinga Adit tidak menerima bisikan itu.
Adit menetap Sekertaris Ri dengan tatapan tajam, sehingga membuat Sekertaris Ri tertunduk.
"Saya Sekertari Ri." Sahut Adit yang hanya diangguki oleh Dita.
Sekertaris Ri pun segera keluar untuk menuju mobilnya, yang diikuti oleh Adit dan Dita. Sekertaris Ri membuka-Kan pintu untuk kedua majikan-nya itu.
Sekertaris Ri langsung menyalakan mesin mobil itu, dan menjalankan-nya dengan kecepatan sedang. Tidak Ada yang berbicara sedikit pun didalam mobil itu, karena sibuk dengan urusan masing-masing.
Adit yang sedang menciumi tangan Istrinya terus-terusan, sedangkan Dita hanya diam sambil menyandar-Kan kepalanya dibahu bidang milik Adit.
Dua puluh menit kemudian, mereka baru saja sampai didepan Restoran tersebut dan segera masuk kedalam.
Dita sangat terkejut melihat Restoran itu, karena itu Restoran tersebut adalah tempat Dita bekerja dulu. Adit yang tahu bahwa Istrinya merasa tidak enak datang kesini langsung menggandeng tangan Istrinya dan membawa masuk.
Para pelayan yang melihat kedatangan Dita merasa terkejut, apalagi saat melihat seorang Pria yang sedang menggandeng tangan Dita.
__ADS_1
Para pelayan langsung terpesona melihat ketampan dari Adit, sama seperti para Pria yang melihat Dita tanpa berkedip. Adit yang melihat tatapan dari semua Pria merasa marah, iya pun langsung berucap..
"Jika kalian masih ingin mempunyai mata, maka jangan tatap Istri saya lebih dari 5 detik!!." Tegas Adit dengan suara dingin. Orang-orang yang tadi melihat mereka berdua langsung menunduk, karena mereka masih ingin mempunyai mata.
Adit yang melihat mereka semua patuh tersenyum puas. Sedangkan Dita hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat kelakuan sang Suami.
Adit segera membawa Dita keruangan VIP, karena disana sudah ada kedua orang tuanya. Sedangkan Sekertaris Ri, iya sudah pulang keApertemen-nya karena ada urusan.
"Selamat Malam. Mah, Pah." Sapa Dita sopan yang baru masuk diruangan itu. Kedua orang tua Adit tersenyum melihat kedatangan mereka berdua, yang sangat cocok.
"Malam Menantuku. Kau sangat cantik, nak." Balas Nyonya Lusi. Adit dan Dita pun segera duduk dihadapan kedua orang tuanya itu.
"Sama seperti Ibu." Ucap Dita tersenyum.
Makanan yang mereka pesan sudah datang, mereka semua pun langsung memakan-makanan itu dengan lahap.
------
"Mah, Pah. Kami pulang dulu." Ucap Adit bersalaman dengan kedua orang tuanya, sama seperti Dita yang juga ikut bersalaman.
"Hati-hati." Balas Nyonya Lusi pada mereka, sedangkan Tuan Dimas hanya tersenyum sambil mengangguk.
.
.
Bab Author perbaharui🙏
.
.
Follow Ig Author:@anahmsr
Fb:anahmsr
Email:hasnahmr05@gmail.com
.
.
JANGAN LUPA VOTE, RATE, LIKE, DAN COMENT-NYA.
.
__ADS_1
.
BERSAMBUNG.....