
Karena sudah lelah tertawa Dita pun langsung berdiri dan menghadap cermin, iya membenarkan rambut dan pakaiannya yang kembali berantakan.
"Kapan berangkat nya?." Tanya Dita menatap Adit lekat
"Sekarang Dit." Balas Adit tersenyum
"Itu nama mu bodoh." Ketus Dita tak terima. Entah kenapa iya sangat gampang marah dan cengeng, jika seseorang mengganggu atau membodohinya. Adit yang melihat istrinya kesal langsung melingkarkan kedua tangan nya dileher jenjang Dita.
"Dit ditambah A apa jadinya?." Tanya Adit menatap wajah istrinya lekat, seakan-akan merasa akan berpisah nantinya.
"Dita!." Balas Dira mengerti. Karena sudah terbuang banyak waktu, mereka pun segera keluar untuk pergi kebutik tempatnya yang akan memilih baju untuk pesta perkawinan nya nanti.
Mereka keluar menggunakan sopir, karena Adit lagi tidak mau menyetir mobilnya, iya hanya ingin memeluk dan bermanja disebelah istrinya itu.
"Kalau anak kita nanti laki-laki, kau akan memberikan nya nama apa?." Tanya Adit memusut perut istrinya lembut. Dita yang ditanya seperti itu langsung menatap wajah Adit lirih dan bimbang. Iya sangat bingung untuk mengatakan semua rahasianya kepada Adit, karena itu akan membuat Adit akan stress.
"Nanda Dita Raharja, bagaimana?." Tanya Dita balik yang mendapatkan ide itu.
"Dari mana kau dapat nama itu?." Tanya Adit mengeryit sambil terperegah kearah istrinya.
"Nanda itu l dari beberapa huruf dari nama kita berdua, sama seperti nama Dita." Balas Dita memberikan penjelasan kepeda suaminya itu. Adit yang mendengar penjelasan dari istrinya mengangguk paham.
"Kalau perempuan?." Tanya Adit lagi yang masih memusut perut Dita lembut.
"Nadya Dita Raharja." Balas Dita tersenyum mengacak-ngacak rambut suaminya itu.
__ADS_1
"Apa ini mengambil huruf dari setiap nama kita?." Tanya Adit dan diangguki kecil oleh Dita sambil tersenyum.
Maafkan aku karena tidak bisa memberitahu mu, seluruh rahasia ku ini. Aku hanya takut kita akan terpisah untuk selamanya. Aku sudah sangat menyayangi mu, tapi aku juga ada rasa takut jika dia kembali." Batin Adit lirih menatap istri kecilnya itu.
Mereka pun akhirnya sampai disalah satu butik terkenal dikota itu. Sang sopir langsung membuka kan pintu mobilnya, dan keluarlah Adit. Setelah Adit keluar iya berjalan kearah pintu Dita dan langsung membukakan nya.
"Apa kau lelah?." Tanya Adit khawatir yang melihat wajah istrinya sedikit pucat.
"Tidak sayang." Balas Dita lembut. Adit segera membawa istrinya masuk kedalam butik tersebut. Terlihat banyak sekali pasang mata yang melirik kedua nya. Ada yang iri dan ada juga yang menghina, karena mereka merasa Dita tidak cocok bersanding dengan seorang Aditya Raharja.
"Kalau kalian bicara lagi, akan aku telan kalian satu persatu!." Bentak Dita seperti anak-anak. Ingin rasanya mereka yang mendengar itu tertawa, namun niatnya mereka kurungkan saja, karena Adit langsung menatap mereka semua dengan tajam.
"Tuh, cuman segitu saja tidak berani lagi." Kekeh Dita sok jagoan sambil berkacak pinggang.
"Bodoh." Kata Adit terkekeh dan merangkul leher Dita.
"Kau tunggu disini dulu." Mendudukkan istrinya diatas sopa panjang, iya pun segera menemui manager butik itu, untuk membicarakan permintaan dari istrinya tadi.
Tak selang beberapa menit, Adit sudah kembali dan segera duduk disebelah istrinya. Iya terus menatap wajah istrinya yang cantik itu. Beberapa hari ini, iya selalu mendapatkan perasaan tidak enak, seakan akan terpisah dengan istrinya itu.
"Aku tidak ingin yang tadi." Perkataan Dita membuyarkan lamunan Adit. Adit yang mendengarnya langsung mengeryit meminta penjelasan.
"Itu sangat berat. Aku hanya ingin memakai baju mu yang pagi tadi." Cemberut Dita.
"Dasar bocil." Mencubit hidung mancung Dita dengan gemes. "Kau mau yang seperti apa lagi?." Tanya Adit lembut memusut kedua tangan istrinya.
__ADS_1
"Seperti yang itu saja, agak simple." Tunjuk Dita kearah gaun sederhana yang berwarna pink. Melihat itu Adit langsung berpikir, karena gaun yang ditunjuk istrinya itu sedikit terbuka dibagian bahu nya.
"Itu ya. Ya itu ya. Itu ya sayang ya." Rengek Dita manja bergelenyut ditangan suaminya.
"Hem. Baikah, aku akan memesankan nya untuk mu." Sahut Adit mengecup pucuk kepala istrinya.
Cupp....!
Dita langsung mencium pipi suaminya dengan sangat singkat, bahkan membuat Adit terkejut dengan perbuatan istrinya tadi.
.
.
***Jangan lupa kasih Vote, Like, dan Coment-nya ya para Readers!. Karena itu sangat berguna untuk Author!.
Semoga kalian suka dengan caritanya ini!.
Instagram:@anahmsr
Facebook:AnahMsr
.
.
__ADS_1
BERSAMBUNG***.....