
Sementara itu dikediaman keluarga Raharja. Mereka kini tengah berkumpul diruang keluarga, sedang membicara-kan sesuatu.
"Pah. Kok wajah Istri Adit ini mirip sekali ya dengan, Dia." Ucap Nyonya Lusi yang tengah melihat foto Dita.
"Iya sih. Tapi, mungkin kebetulan aja, Mah." Balas Tuan Dimas
"Tapi, Dia sekarang kemana ya, Pah?." Tanya Nyonya Sarah
"Papah, juga gak tau. Semoga Dia baik-baik, saja." Sahut Tuan Dimas. Iya merasa sangat bersalah saat mengingat kejadian waktu dulu, sama seperti Nyonya Lusi.
"Semoga Dia tidak melakukan apa yang Dia ucapkan dulu." Ucap Nyonya Sarah sedih. Sedangkan Irfan yang berada disitu hanya bisa diam sambil mengeryit. Iya tidak mengerti apa yang dibicara-kan oleh kedua orang tuanya itu.
Seorang pria yang tengah memandang foto keluarga-nya menatap dengan wajah sendu dan air mata yang terus menetes. Iya sangat merindukan semua-nya, apalagi kebahagiaan.
Jika kau bahagia maka aku akan mengehentikan semuanya." Ucap pria itu dan berbaring diatas kasurnya, sambil menatap langit-langit kamar-nya.
"Apa kau mau camilan?." Tanya Adit yang melihat Dita sudah bosan
"Hem." Balas Dita yang berarti meng-iyakan.
"Tunggu sebentat." Balas Adit, Iya pun keluar untuk menelpon orang suruhan-nya.
"Belikan camilan dan Ice Cream." Ucap Adit dengan orang yang berada disebrang telpon.
"....."
"Jangan lupa, Boneka Beruang-nya." Ucap Adit lagi dan mematikan ponsel-nya. Setelah itu iya pergi menghampiri orang yang tadi berjaga didekat rumah Adit.
"Tuan, sore tadi ada seorang Pria yang memakai masker sangat mencurigakan. Tapi saat saya menghampiri-nya, tiba-tiba saja dia berlari menuju mobil-nya." Ucap sang penjaga yang bernama putra
"Teruslah memantau semua-nya." Sahut Adit dan pergi meninggalkan Putra-nya, karena orang yang iya suruh tadi sudah tiba.
"Pergilah!." Kata Adit kepada orang itu.
Adit pun segera masuk kedalam, karena sudah cukup lama berada diluar. Iya melihat Istri-nya yang tengah memainkan ponsel sedangkan Tv masih menyala( Hayukk Siapa Yang Sering Kek Gitu wkkwkk )
"Nih, hadiah untuk-Mu." Menyerahkan Boneka Beruang kepada Dita. Dita yang melihat Boneka Beruang yang sangat besar merasa bahagia sekaligus terkejut. Iya langsung mengambil dan memeluk-nya dengan sangat erat.
"Eh?, tapi kau dapat uang dari mana?." Tanya Dita yang mengingat bahwa Adit sudah lama tidak bekerja.
"Uang tabungan ku ada sedikit." Balas Adit berbohong, Iya masih tidak ingin memperlihatkan semua-nya kepada Dita.
"Terima kasih, Sayang." Yang langsung memeluk Adit. Adit yang mendapat pelukan dari Dita langsung membalas-nya, Iya mencium pucuk kepala Dita sangat lembut.
"Eh!!, Ice Cream meleleh." Ucap Adit yang baru mengingat bahwa iya tadi membeli Ice Cream.
"Ck, ck, ceroboh." Balas Dita mengejek Adit. Adit yang mendapat ejekan dari Istri-Nya langsung membalas.
__ADS_1
"Ck, ck, handuk terlepas." Balas Adit bergeleng kepala. Dita yang mendengar itu langsung terdiam dengan wajah yang memerah malu.
"Hahhaaa. Nih makan, lah." Menyerahkan Ice Cream kepada Dita
Dita mengambil Ice Cream itu dan langsung memakan-nya, sedangkan Adit terus memperhatikan Dita. Dita yang melihat Adit memperhatikan-nya langsung bertanya.
"Kenapa?." Tanya Dita mengeryit
"Kau sangat mirip dengan, Dia." Sahut Adit, sontak membuat Dita terkejut.
"Siapa?." Tanya Dita yang ingin tahu
"Tidak ada." Balas Adit, iya tidak ingin membuat Dita memikirkan itu.
"Hem, baiklah." Kembali memakan Ice Cream-nya dan sesekali menguap.
Jam sudah menunjukkan pukul 21:30. Adit dan Dita pun segera menuju kamarnya dan segera beristirahat.
Adit ingin sekali bercumbu dengan Istri-nya itu, namun semua Niatnya hanya iya kurungkan. Karena Adit tahu bahwa Dita masih belum siap untuk menjadi Istri seutuh-nya.
Seperti biasa, Adit mencium pucuk kepala Dita dengan mesra dan memeluk-nya dari belakang. Keduanya sudah tertidur dengan sangat nyenyak.
💙Pahi hari...
Kali ini Adit yang terlebih dulu bangun daripada Dita, iya segera menuju kamar mandi-nya.
Adit memasak Nasi Goreng seperti biasa. Sedangkan Dita, Iya masih ngebo dengan kaki satu kebawah dan Rambut yang seperti kuntilanak ( Acak-acakan ).
Adit sudah selesai memasak, iya pun kembali kekamar untuk membangun-kan Dita. Saat Adit sampai dikamar langkahnya terhenti dan menahan tawa, karena melihat Dita yang sangat lucu dengan rambut berantakan. Ditambah tubuh tangan dan kaki Dita kebawah.
Sebuah Ide muncul diotak Adit yang sangat sempurna, sudut bibir Adit mulai terangkat. Adit mengambil napasnya dan berteriak.....
"KEBAKARAN!!!, KEBAKARAN!!!!." Teriak Adit
"TOLONGG!!, TOLONG!!, LONTONGG!!." Teriak Dita yang langsung berdiri diatas ranjang-nya, karena mendengar teriakan dari Adit.
"Hahahahaaaaa. Tapi Boong, Bleeeee." Ucap Adit y terbahak-bahak karena berhasil mengerjai Istri-nya itu.
Dita yang merasa dibohongi langsung mendapatkan Ide. Senyum menyeringai dari bibir Dita, iya langsung memulai Akting-Nya.
"Hiksss, hikss. Kau sangat jahat, hikss." Sambil menangis. Adit yang melihat Istri-nya menangis langsung menghampiri Dita
"Maafkan, Aku." Kata Adit dengan lirih. Iya merasa sangat bersalah, karena sudah membuat Istri kecilnya itu menangis.
"Jewer telinga, Mu!." Suruh Dita yang masih berpura-pura menangis. Adit yang mendapat suruhan dari Dita langsung melakukan-Nya.
Dita yang melihat Adit sangat patuh kepada-nya hanya bisa menahan tawa. Dita turun dari ranjangnya dengan suara yang masih menangis.
__ADS_1
"Tapi Boong, Bleeeee!!." Setelah mengucapkan itu, Dita langsung berlari kedapur lebih tepatnya kekamar mandi.
Adit yang melihat kelakuan Istri-nya hanya tersenyum. Iya rela seperti orang bodoh didepan Istri-nya itu, demi melihat Istrinya bahagia.
Iya pun segera menuju dapur, dan menunggu Dita yang sedang mandi.
"Handuk-Ku mana, Ya?!." Gerutu Dita yang mencari-cari handuk-nya.
"Ambilkan handuk-ku." Teriak Dita dari kamar mandi. Adit yang mendengar itu langsung menuju kamarnya untuk mengambil handuk milik Dita.
"Sangat wangi." Ucap Adit yang mencium Handuk milik Dita, dan kembali kedapur.
"Ambillah." Suruh Adit yang berada didepan pintu kamar mandi. Dita langsung membuka pintu kamar mandi dan mengambil Handuk milik-nya.
"Terima kasih!." Ucap Dita dan kembali menutup pintunya.
Dita keluar dari kamar mandi, dan berniat untuk menghampiri Adit. Namun, niat itu iya buang karena mengingat kejadian kemarin.
"Tidakk!, tidak!." Sambil menggelengkan kepalanya dan segera menuju kamar. Adit yang dari tadi memperhatikan tingkah Istrinya hanya menahan tawa, iya sangat tahu apa yang dipikir-kan Istrinya tadi.
.
.
Bab Author perbaharui🙏
.
.
Follow Ig Author:@anahmsr
Fb:anahmsr
Email:hasnahmr05@gmail.com
.
.
JANGAN LUPA VOTE, RATE, LIKE, DAN COMENT-NYA.
.
.
BERSAMBUNG.....
__ADS_1