
"Aaaaaaaaaaa. Tuan!!!!." Teriak Dita yang terkejut melihat kehadiran Adit yang berbeda
"Hei!!, tenanglah." Ucap Adit menengkan Istrinya dan semakin mendekati Dita.
Dita yang didekati oleh Adit semakin ketakutan, iya saat ini tidak bisa terlalu bergerak karena rasa nyeri dibagian pangkal paha-nya akibat malam tadi.
"T, tuan. Jangan mendekat!." Ucap Dita dengan suara gemetar
"Kau Istriku, masa tidak bisa." Sontak membuat Dita terkejut dan memandang Adit dengan tajam.
"Jangan kurang, Ajar!!!!." Bentak Dita pada Adit. Wajah Dita saat ini menjadi merah padam menahan marah, iya ingin sekali memukul Adit yang berdiri didekat-nya. Tapi, karena sakit iya hanya bisa mengeluarkan sumpah-serampah untuk Adit.
"Hhahhaaa. Ayolah Istriku, Aku Aditya Raharja suami-mu." Lagi-lagi perkataan Adit membuat Dita melongo tak percaya dengan semuanya.
"Kau bohong!!." Sahut Dita, yang masih tidak mempercayai semua-nya.
Adit pun mengambil kaca mata miliknya dan mengubah gaya rambut-nya seperti biasa.
Kini nampak sudah penampilan Adit yang sangat culun, Dita masih tidak bisa mencerna semua penglihatan-Nya itu. Adit yang melihat Istri-nya kebingungan langsung menceritakan semua-nya.
"Apa kau percaya?." Tanya Adit yang baru selesai menceritakan semuanya
"Aku tidak menyangka, akan menikah dengan-mu." Balas Dita yang baru saja mempercayai semua-nya.
"Aku juga tidak menyangka. Kau menolakku tapi tidak dengan takdir." Kata Adit dan menggendong tubuh Istri-nya membawa kekamar mandi.
"Keluarlah!." Suruh Dita yang sudah berada didalam kamar mandi
"Eh!. Aku ingin melakukan-nya lagi." Tanpa aba-aba, Adit langsung melancarkan Aksinya dengan mengecup leher Dita, memberikan tanda kepemilikan-nya.
Mereka berdua kembali melakukan hubungan intim, desahan dari Dita terus saja keluar dari mulut manis-Nya itu ( Tidak ada plus-plus-nya ya wkwkkk ).
Satu jam kemudian, mereka akhirnya selesai melakukan hubungan intim dan segera membersihkan tubuh-Nya mereka yang berkeringat.
Adit menggosok tubuh Dita dengan sangat lembut, sambil meremas payudara milik Dita yang sedang Uwuuu wkk.
Sedangkan Dita hanya terdiam menahan malu. Iya terus mengingat kejadian barusan, pikiran Dita dipenuhi desahan-desahan dari diri-nya sendiri.
Kini Dita dan Adit tengah bersiap-siap, karena Adit akan membawa Istri-nya itu untuk menemui keluarga-nya.
"Kau sangat cantik." Puji Adit memeluk Dita dari belakang
"Emang." Sahut Dita percaya diri
"Tapi Boong, Bleee. Kena tipu!." Ejek Adit menjulurkan lidahnya.
"Kau!." Menginjak kaki Adit dengan sangat kuat
Hisst
Adit meringis kesakitan, karena Dita sangat kuat menginjak kakinya. Dita yang melihat Suaminya kesakitan langsung tertawa terbahak-bahak.
"Rasain, Bleee." Ejek Dita. Tubuh Dita tiba-tiba saja digendong oleh Adit dan membawa-nya keluar.
"Turunin." Cemberut Dita
__ADS_1
"Bener?." Tanya Adit menyeringai. Dita yang melihat senyum licik dari Suami-nya langsung menggelengkan kepala.
"Kenapa?." Tanya Adit pura-pura bodoh
"Kakiku sangat sakit." Bohong Dita dengan wajah memelas
"Aduh!!, seperti-nya kaki mu harus di Amputasi." Sahut Adit menakut-nakuti Istri-nya.
"Tidak!!, Tidak!!. Aku hanya bercanda." Sahut Dita menggelengkan kepala-nya.
"Seperti-nya kaki mu beneran sakit deh." Ucap Adit menahan tawa
"Tau ah!!!." Rengek Dita kesal. Melihat Istrinya kesal, Adit langsung tertawa
"Hhahaaa, kelici." Ejek Adit dan membawa tubuh Dita masuk ke-Mobil miliknya.
"Eh?!." Kata Dita terkejut, melihat keberadaan-nya yang sudah didalam mobil.
"Tidurlah." Ucap Adit menyenderkan Istrinya dikursi penumpang.
"Jalan!." Suruh Adit kepada sopir pribadi-nya.
Mobil itu langsung menyalakan mesinnya dan segera menuju tempat kediaman keluarga Raharja.
Kini mobil yang tadi ditumpangi oleh Adit dan Dita sudah masuk dalam pekarangan mansion milik Keluarga Raharja.
Dita yang melihat dari balik kaca mobil merasa kagum, karena pemandangan yang sangat indah dan bersih.
Adit segera membuka pintu mobilnya dan mengulurkan tangan-nya kepada Dita. Dita yang mendapat uluran tangan dari Suaminya merasa sangat senang, iya langsung menyambut uluran tangan dari Adit dan ikut keluar.
"Mari!." Ajak Adit merangkul pinggang ramping milik Istrinya
Para penjaga yang melihat Tuan Muda-Nya sangat bahagia, juga ikut bahagia. Mereka semua mendo'a-kan hubungan kedua-nya langgeng.
"Wah!!, Cantik-nya." Ucap Nyonya Lusi terpesona melihat kecantikan yang Dita miliki.
Sedangkan Dita yang mendapat pujian dari Ibu Mertua-nya, hanya bisa mengangguk dan tersenyum.
"Tidak usah takut." Bisik Adit pelan, Dita pun mengangguk
Adit segera membawa Dita untuk duduk disamping Ibu-nya. Nyonya Lusi sangat kegirangan karena sudah mempunyai menantu. Apalagi, menantu yang sangat cantik dan pintar seperti Dita
"Pengantin baru, Nih!." Ucap Irfan yang baru tiba disitu.
"Bocil sonoh." Usir Adit pada Irfan. Irfan yang mendapat usiran dari Kakaknya hanya mengabaikan dan segera duduk dekat Dita.
"Kak Ipar!, Dia itu jahat!." Bisik Irfan kepada Dita sambil menunjuk Kakak-nya dengan jyjyk.
"Aku juga jahat." Sahut Dita menyeringai
"Hhahahaa. Kakak iparku ternyata juga bisa bercanda, Ya." Balas Irfan yang tidak mempercayai omongan dari Dita.
"Kau sangat cantik." Puji Tuan Dimas yang ikut terpesona dengan kecantikan menantu-nya itu.
"Terima kasih, pah." Sahut Dita yang masih belum terbiasa
__ADS_1
"Apa kalian sudah makan?." Tanya Nyonya Lusi kepada Anak dan Menantu-nya.
"Belum, Mah." Sahut Adit dan menatap wajah Istrinya yang tertunduk
"Apa kau mau memasak?." Tanya Adit yang diangguki pelan oleh Dita.
"Ikut Mamah, Yuk!." Ajak Nyonya Lusi menarik tangan kanan Dita dan membawa-nya kedapur.
"Dia sangat mirip." Ucap Tuan Dimas kepada Adit
"Iya Pah. Tapi, mungkin hanya kebetulan." Balas Adit. Sedangkan Irfan, lagi-lagi tidak bisa mengerti dan mencerna perkataan aneh mereka itu.
"Tidak ngerti!." Dengus Irfan dan segera pergi menuju dapur tempat Dita dan Ibu-nya berada.
"Kau sangat pandai memasak." Kagum Nyonya Lusi. Karena Dita mengerjakan semua-nya dengan sangat cepat dan bersih.
"Enggak kok, Mah." Rendah Dita
"Apa kau mempunyai Orang Tua?." Tanya Nyonya Lusi. Dita yang mendapatkan pertanyaan itu langsung merasa sedih, karena kembali mengingat kejadian hari itu.
"T, tidak mah." Sahut Dita Lirih. Nyonya Lusi yang melihat kesedihan dari menantu-nya langsung memeluk dengan erat.
"Maafkan, Mamah. Karena telah bertanya seperti tadi!." Kata Nyonya Lusi yang sangat merasa bersalah
"Tidak apa-apa, Mah." Sahut Dita yang kembali tersenyum
"Wangi-Nya." Ucap Irfan sambil mencium bau sedap dari masakan Dita.
"Sebentar lagi." Sahut Dita, yang tahu bahwa Adik Ipar-nya itu tidak sabar lagi untuk memakan-nya
.
.
Bab Author perbaharui🙏
.
.
Follow Ig Author:@anahmsr
Fb:anahmsr
Email:hasnahmr05@gmail.com
.
.
JANGAN LUPA VOTE, RATE, LIKE, DAN COMENT-NYA.
.
.
__ADS_1
BERSAMBUNG.....