Istri Kecil Kesayangan Tuan Muda

Istri Kecil Kesayangan Tuan Muda
Calon Istri


__ADS_3

"Ya sudah, apa kau mau ikut sekarang?." Tanya Dita yang sudah berdiri


"Besok saja Kak, aku mau cari cari apertemen dulu." Jawab jeni yang juga ikut berdiri


"Hem, ya sudah, aku juga mau berangkat kekampus, takut telat." Kata Dita.


Mereka berdua pun keluar. Jeni ikut mengantar Dita kekampus menggunakan taksi yang tadi iya gunakan.


Lima menit kemudian, Dita sudah sampai didepan gerbang kampusnya


"Dahh.." Sambil melambaikan tangannya kearah Jeni yang berada didalam taksi


"Dahh Kak." Balas Jeni yang juga melambaikan tangannya


Dita pun segera masuk kedalam karena sebentar lagi Dosen akan masuk...


Kini Dita sudah berada didalam kelas, baru saja ingin duduk, tiba-tiba dosen masuk


"Pagi, anak-anak." Kata Bu Ila


"Pagi, Buu." Jawab seluruh siswa/i


Bu Ila pun segera memulai pelajaran nya, dan menjelaskan yang tadi dipelajarai.


Sedangkan Dita, iya melamun memikirkan sesuatu, entah hanya dia dan tuhan yang tahu. Bu Ila yang melihat Dita sedang melamun langsung menegurnya.


"Ditaa!." Teriak Bu Ila. Dita yang tadi melamun langsung terkejut dan melihat kearah Bu Ila


"Iya Bu?." Tanya Dita


"Kau kemari, dan jelaskan!." Perintah Bu Ila


Para siswa/i hanya menatap sinis Dita yang baru berdiri untuk berjalan kemuka..


Karena mereka pikir bahwa dita tidak bisa menjelaskan apa yang tadi dijelaskan oleh Bu Ila


"Cepat!." Suruh Bu Ila yang juga menatap sinis Dita


Dita yang ditatap sinis oleh mereka hanya tersenyum datar, Dita pun mulai menjelaskan semuanya.


Adit yang tadi hanya diam saja langsung melongo mendengar penjelasan dari Dita yang begitu rapi dan jelas.


Apa lagi Bu Ila, saat ini mulutnya terbuka lebar tak percaya dengan apa yang didengarnya barusan, sama seperti siswa/i lainnya


"Sudah Bu." Kata Dita yang baru selesai menjelaskan pelajaran yang diberikan Bu Ila tadi


"Kau memiliki IQ berapa?." Tanya Bu Ila yang masih tidak percaya


"5." Jawab dita asal dan segera kembali ketempat duduk nya


Padahal dita memiliki IQ 260, tapi hal itu iya sembunyikan agar tidak ada yang mengetahui nya...


"Kau sangat pandai." Kata Adit yang memuji Dita


"Emang." Balas Dita bangga


"Cihh, gitu aja bangga." Sewot Adit


Bel istirahat sudah berbunyi, waktunya seluruh siswa/i yang berada disana beristirahat..


Dita dan Adit hendak keluar, namun tiba-tiba ada yang memanggil mereka berdua.


"Hay, wanitaku." Katanya ramah


Ya siapa lagi kalau bukan guru killer Pak Aji, yang saat ini berjalan menghampiri Dita dan Adit.


Sedangkan Adit yang mendengar itu hendak memuntahkan semua isi yang ada didalam perutnya kewajah Pak Aji..


"Ya, pak?."Tanya Dita

__ADS_1


"Apa kau bisa bermain basket?." Tanya Pak Aji lembut


"Tidak!." Balas Dita datar


Rezeki emang gak kemana. Yess, bisa pegang tangan Dita ku yang tersayang. Muaah muah." Batin Pak Aji gembira.


"Apa kau ingin belajar bermain basket bersama bapak?." Tanya Pak Aji semangat


"Tidak!." Jawab Dita datar


Rezeki ku ternyata kabur, akibat tadi pagi tidak mandi. Huh, tuhan. kau jahat sekali pada-ku.. Dan semoga saja aku gak jadi bujang lapuk. Hiyakkk!!!, tidak!, tidak!!!. Aku tidak akan jadi bujang lapuk." Batin Pak Aji sambil menggelengkan kepalanya.


"Ya sudah, calon suami mu ini mau kembali keruangan nya dulu." Kata Pak Aji dengan mengedipkan sebelah matanya kepada Dita


"Saya permisi, Pak." Kata Dita yang menarik tangan Adit


Ilove you, Calon Istri-ku. Muah muah." Batin pak aji yang sedang memperhatikan punggung dita yang mulai menjauh.


Adit yang tangannya dipegang oleh Dita merasa nyaman, dan terus tersenyum kearah Dita yang sedang melihat kearah depan.


Dita dan Adit berjalan dikoridor kampus dengan santai sambil berpegangan tangan.


Banyak yang menatap Adit sinis dan tidak suka, karena mereka pikir Adit sudah merayu Dita.


"Culun gak tau diri."


"Sok ganteng."


"Cupu."


"Breng***."


"Dekil."


Ya seperti itulah perkataan semua siswa yang dilontarkan nya untuk Adit, sedangkan Adit hanya menganggap itu angin lalu.


Kini mereka berdua baru sampai dikantin, yang sudah penuh.


Saat sedang pokus melirik kesegala arah, tiba-tiba ada yang memegang tangan Dita.


Dita yang terkejut tangannya dipegang seseorang langsung menoleh kesamping kanan. Dan ternyata itu adalah Alek, yang sedang tersenyum kearah Dita.


Sedangkan Adit merasa cemburu melihat kedekatan mereka berdua, tiba-tiba saja hati adit terasa sakit.


Apa aku menyukai Dita?. Rasa sakit ini?. Dan jantung yang terus berdegup dengan kencang saat bersama-nya?. Apa mungkin?." Batin adit bingung karena banyak pertanyaan yang terlontar dipikiran nya saat ini.


"Mari ikut aku." Ajak Alek


"Kemana?." Tanya Dita dengan mengkerutkan alisnya


"Ada lah." Jawab alek santai


"Ok, eh Dit aku mau pergi dulu." Kata Dita pada Adit yang saat ini tertunduk. Dita dan Alek pun seger pergi dari kantin dan menuju parkiran.


Setelah sampai, Alek membawa masuk Dita kedalam mobil miliknya itu.


"Bagaimana keadaan mu?." Tanya Alek khawatir


"Baik." Jawab Dita


"Maaf." Sambil memegang kedua tangan Dita


"Aku baik-baik saja." Ucap Dita lembut


"Kau berbohong." Elak Alek


Karena iya tahu bahwa dita pintar menyembunyikan sesuatu dari orang-orang terdekatnya.


"Tidak!." Hanya menjawab dengan datar

__ADS_1


"Apa kau yakin?." Tanya Alek yang masih khawatir


"Yakin, aku hanya punya satu tujuan." Jawab Dita yang mulai meneteskan air matanya


"Itu terlalu berbahaya untukmu." Sambil mengusap air mata Dita dengan lembut


"Aku tidak perduli." Bantah Dita


"Baikah, aku akan menjaga dan menyayangimu selalu." Sambil mengecup pucuk kepala Dita


"Terima kasih." Balas Dita yang mulai menangis


Ayah, Ibu. Dita rindu. Dita ingin ikut bersama kalian. Dita tidak tahan lagi." batin Dita lirih


Aku akan menjaga-mu jika mereka nanti menyakiti-mu." batin Alek


"Mari kita kembali." Ajak Alek


Dita pun mengangguk dan mengusap air matanya, mereka berdua segera keluar dari dalam mobil milik Alek...


Saat keluar, ada yang memperhatikan mereka berdua.


"Sialan." Katanya geram


Dita dan Alek berjalan melewati koridor kampus dengan tenang, tidak ada yang membicarakan mereka berdua.


Andai laki-laki itu adit, mungkin sudah banyak perkataan buruk yang dilontarkan mereka semua.


Alek mengantar Dita kekelas sambil memegang tangannya dengan erat.


Saat berada didepan pintu, Alek mengecup pucuk kepala Dita kembali, dan menyuruh Dita untuk masuk kedalam.


Adit yang melihat kemesraan Dita dan Alek, merasa gelisah dan marah, hendak sekali iya memukul Alek namun iya kurungkan saja.


"Kau dari mana?." Tanya Adit datar


"Jalan-jalan." Jawab Dita yang sudah duduk dibangku nya


"Apa kau berpacaran dengan Alek?." Sambil menatap Dita dengan serius


"Tidak." Jawab Dita santay.


.


.


Bab Author perbaharui🙏


.


.


Follow Ig Author:@anahmsr


Fb:anahmsr


Email:hasnahmr05@gmail.com


.


.


💙Visual sebagai Alek



JANGAN LUPA VOTE, RATE, LIKE, DAN COMENT-NYA.


.

__ADS_1


.


BERSAMBUNG.....


__ADS_2