
Acara wisuda adalah sebuah prosesi yang menandai akhir dari sebuah perjuangan mahasiswa dalam mengakhiri masa belajarnya. Wisuda menjadi salah satu ajang pamer baju dan riasan juga pacar tentunya, karena hampir sebagian dari mereka membawa pendamping di acara tersebut. Begitu juga dengan Zee, dia adalah salah satu dari bagian orang itu, bukan pacar tapi suami.
Hampir semua teman satu fakultas dengannya yang sebagian besar adalah perempuan begitu terkagum-kagum melihat sosok Guntur yang begitu gagah mendampingi Zee.
"Itu laki lu Zee?"
"Guling gue." Jawab Zee santai.
"Pengeeeeeennn." Kata mereka kompak.
Guntur hanya tersenyum menanggapi kelakuan aneh teman-teman istrinya itu.
"Yang, karena ga bisa ikut masuk, aku sama anak-anak nunggu di kafe itu ya!" Kata Guntur seraya menunjuk kafe yang ada di seberang aula tempat prosesi wisuda Zee.
Zee hanya ditemani kedua orangtuanya di dalam aula. Karena pihak kampus hanya membatasi 2 orang yang bisa masuk.
Setelah beberapa sambutan, acara yang ditunggu-tunggu pun tiba. Yaitu penyerahan ijazah dan pemindahan tali toga. Satu persatu para mahasiswa naik ke podium untuk melewati prosesi yang menjadi inti acara itu.
Akhirnya nama Zee di panggil, dengan gugupnya Zee melangkahkan kakinya ke atas podium. Senyum selalu merekah sepanjang proses itu. Biar nanti hasil fotonya bagus pikirnya. Dasar…
Setelah itu dengan PDnya dia berdiri menghadap para penonton yang hadir seraya berkata. "Lets get to the party!!!!" Sambil tersenyum penuh kemenangan dan tampang sombongnya seperti seorang yang telah mampu menggenggam dunia.
Ayah Zee tertunduk malu melihat kelakuan putrinya, citranya sebagai dosen killer bisa jatuh seketika karena kelakuan putri semata wayangnya itu.
*
__ADS_1
Malam harinya keluarga langsung mengadakan pesta syukuran yang di adakan di sebuah restoran mewah. Mama Vivi dan Papa Gery sudah ada disana. Karena mereka lah yang mempersiapkan pesta untuk mantu semata wayang mereka.
Mama Vivi sengaja memesan ruangan khusus agar lebih privat, dan tidak menggangu pengunjung restoran yang lain. Tau sendiri menantunya kan suka bikin rusuh.
Mama Vivi juga mengundang para karyawan toko Zee, agar mereka juga ikut merasakan apa yang Zee rasakan. Memang mertua idaman.
Fabian tak bisa ikut menghadiri acara makan malam tersebut dikarenakan sedang ikut seminar di luar kota. Flower pun sama kini dia sibuk kuliah di Bandung, yang memaksanya untuk jarang ikut kumpul bersama keluarganya.
"Beneran nih kita makan-makan di restoran mewah ini?" Tanya Fery tak percaya, karena seumur-umur dia baru menginjakan kaki disini.
Begitu pun para karyawan Zee yang salah tingkah Ketika memasuki restoran mewah itu. Mereka datang beberapa menit sebelum Zee datang.
Tapi berbeda dengan Zee, dia berjalan dengan angkuhnya ketika memasuki restoran itu, sehingga menjadi pusat perhatian para pengunjung restoran tersebut.
"Tek lu, sarjana paling sombong yang pernah gue liat." Kata Egi ketika melihat kelakuan Zee yang berjalan di depan mereka bagai seorang model. "Betah amat tu toga masih nempel di kepala lu. Norak tau! bukan lu doang kali yang ngerasain di wisuda, kita yang lebih dulu diwisuda juga ga gitu-gitu amat. Malahan gue pusing, abis wisuda gue harus apa? Nerusin kuliah atau kerja? Lu ga mikir ampe kesitu apa?"
"Songong banget."
"Bener kan Say?" Berbalik arah dan mengalungkan tangannya di lengan suaminya yang berada tepat dibelakangnya.
"Apa sih yang enggak buat kamu."
"Hiiii,,, pasangan alay." Ejek Egy.
Zee begitu terharu ketika memasuki ruangan yang sudah dipesan khusus untuk nya, Mama mertua memesan semua hidangan lezat untuk mereka, mulai dari aneka olahan sea food, aneka olahan daging dan banyak jenis makan lezat lainnya.
__ADS_1
Dan yang membuat Zee terharu adalah keberadaan semua karyawan toko nya yang sudah ada di ruangan itu.
"Selamat ya Mbak Zee, akhirnya sarjana juga." Kata Aldi dan Nita bersamaan.
"Mbak Zee cantik banget." Kata Lia salah satu karyawannya.
"Tek lu betah amat sih dari pagi ampe malem gini masih pake kebaya." Kata Fery yang datang lebih dulu bersama para karyawan Zee.
"Biarin sih, suka-suka gue, sayang tau kalo dipake cuma bentar, harga baju ini tuh sama kayak lima tahun uang jajan lu pada."
"Songong banget lu."
"Emang, sombong banget dia, masuk restoran aja kayak lagi jalan di catwalk. Serasa para pengunjung lagi nunggu-nunggu dia banget gitu. Dari dulu seneng banget jadi pusat perhatian" Timpal Egy yang masih tidak habis pikir dengan kelakuan sahabatnya itu.
"Udah,,,udah! Kita makan dulu aja, takut keburu dingin makanannya." Potong Mama Vivi.
"Let eat!" Kata Guntur dan mereka pun mulai mengambil hidangan sesuai selera mereka.
"Say, suapin takut kena baju mahal aku."
"Manja banget sih kamu jadi istri. Ga malu apa sama mertua kamu?" Mama Nia sewot, karena malu melihat tingkah anak bungsunya itu.
"Kan kalo masih bagus bisa aku jual lagi mam, ntar uangnya kita bagi dua. Hehe"
"Hadeuuuuhh…" Keluh Guntur.
__ADS_1
Gelak tawa pun mengiringi acara makan malam mereka.