Istri Pilihan Aki

Istri Pilihan Aki
Episode Tanpa Mesum


__ADS_3

Baby Kai kini sudah memasuki usia enam bulan. Tubuhnya yang montok membuat dia semakin terlihat lucu hingga mengundang siapa saja untuk mencubit gemas pipinya yang gembul, dia sudah berhasil masuk menjadi salah satu selebgram diusianya yang baru menginjak satu minggu. Hal tersebut tak lepas dari kenarsisan Mommynya yang selalu memposting foto tampan Baby Kai 


Hingga suatu hari Zee mengikutsertakan Kaisar untuk mengikuti lomba Balita Sehat yang diadakan di sebuah pusat perbelanjaan yang disponsori oleh merek popok bayi yang cukup terkenal di negeri ini. Dan itu tentunya tanpa sepengetahuan Guntur, karena Guntur tidak setuju jika anaknya menjadi selebritis atau apapun itu. 


Ketampanan dan kelucuan Kaisar menjadikannya juara di perlombaan itu atau mungkin karena pihak penyelenggara tahu bahwa bayi tampan itu adalah anak pemilik mall tersebut, hingga akhirnya dia dikontrak untuk menjadi bintang iklan produk popok bayi tersebut. Awalnya Guntur tidak terima anaknya harus jadi bintang iklan di usianya yang belum menginjak baru tahun. Tapi bukan Zee namanya jika dia tidak bisa mendapatkan apa yang dia inginkan, dengan rayuan dan sedikit ancaman akhirnya Guntur mau tidak mau merelakan putranya di jadikan seorang bintang iklan.


Kaisar padahal termasuk bayi yang rewel, tak ada satu orang pun yang bisa membuatnya berhenti menangis bila bukan kedua orang tuanya. berkali-kali Zee bergonta-ganti baby sitter karena tak seorangpun dari mereka yang tahan dengan tangisan Kaisar. Tapi anehnya bila sedang proses syuting dia menjadi bayi ceria sehingga disukai banyak orang, begitu pun jika dia sedang berjalan-jalan di mall ataupun sedang dibawa ke kantor Guntur seperti saat ini. Dia terlihat senang bila berada di tempat banyak orang, bahkan dia seperti senang bila orang-orang tersebut memperhatikannya. 


Seperti biasa semua mata makhluk pengunjung mall dari yang kasat mata hingga tak kasat mata langsung tertuju pada pria tampan berperawakan tinggi dengan postur tubuh proporsional yang sedang mendorong kereta bayi anaknya. Dan hal itu selalu berhasil membuat istri cantiknya memasang wajah cemberut.


"Kesel aku tuh kalo ke mall sama kamu, kalo kemana-mana pasti aja jadi pusat perhatian para kaum mayoritas yang seneng banget liat cowok bening." Ocehan Zee membuat Guntur tersenyum.


"Harusnya kamu bangga punya suami ganteng tak terhingga kayak aku!" Jawab Guntur sambil merangkul bahunya kecil istrinya.


"Kita mau ngapain ke mall Yang? Bukannya popok Kaisar udah diendorse sampe dia umur dua tahun?" Tanya Guntur karena sedari tadi mereka hanya berkeliling mall.


"Aku cuma maen doang, udah lama ga ngemol sama kamu, eh taunya cuma bikin aku kesel doang."


"Cie kamu cemburu nih ceritanya?" Guntur menjentikkan jarinya pada dagu istrinya. 


"Kita langsung ke kafe Egy aja yuk. Mereka juga udah ngumpul kali sekarang." Ajak Guntur yang sudah bosan berkeliling mall.


Kafe Egy


Guntur dan Zee sudah sampai di kafe milik Egy yang semakin lama semakin banyak pengunjungnya. Seperti biasa Kaisar selalu jadi rebutan Cunguks dan dia selalu terlihat senang jadi bahan rebutan Cunguks, tapi apabila sudah kembali ke rumah dia kembali ke wujud aslinya, bayi yang rewelnya nauzubillah. 


Seperti sekarang ini ketika Zee dan ketiga sahabatnya sedang menikmati sore mereka di kafe Egy, Kaisar begitu anteng dalam gendongan Niken kekasih Fery yang selalu jadi bulan-bulanan Zee. 


"Dih ni bocah dari orok aja udah ketauan sifatnya bakal kayak siapa." Ucap Fery yang iri melihat Baby Kai nemplok di dada kekasihnya.


"Fer, liat tangan anak si Ketek pegang-pegang t*ket cewek lu." Baim cengar-cengir melihat Kaisar sedang memainkan kancing saku yang ada di dada Niken. 


"Benar-benar titisan si Kontet." Sambung Egy sambil mencium pipi gembul Baby Kai.


"Mudah-mudahan otak kamu kagak gesrek kayak Mommy kamu ya Kai." Doa Baim selalu menyertai calon ahli waris kekayaan orang tuanya itu. 

__ADS_1


"Mudah-mudahan juga nyebelinnya doang yang nurun mesumnya mah jangan." Timpal Fery.


Zee dan keluarga kecilnya biasa mengisi akhir pekan mereka bersama sahabat ataupun keluarga besarnya. Tapi minggu ini mereka memilih untuk bergabung bersama para Cunguks, sekalian mampir sehabis pengambilan foto untuk produk susu formula yang dibintangi putranya tadi pagi sebelum berkeliling mall. 


"Tek emang si Kai udah mau minum sufor?" Tanya Fery saat tahu Kaisar membintangi produk susu formula. 


"Enggak lah, oe mulu dia. Lagian ASI gue juga ga abis-abis kayak mata aer Zam-zam yang tak kan pernah kering, walaupun diambil sama semua manusia seluruh dunia." Jawab Zee penuh rasa bangga.


"Kalo emang banyak kenapa ga sekalian aja lu buka pabrik ASI? Yakin jadi Sultan lu sekarang." Celetuk Baim, dan kembali membayangkan hal yang aneh-aneh.


"Level kemesuman otak lu meningkat tajam gue perhatiin." Zee bergidik dengan tatapan jijik melihat sahabatnya.


"Terus itu yang lagi di enyot si Kai bukan merek sufor itu?"


"Bukan lah itu mah ASI. Udah dijajal beberapa kali tapi tetep dianya kagak mau. Ya terpaksa ASI yang dikasih." Jawab Zee sambil menyuapi jus buah sebagai makanan pendamping ASI untuk anaknya. 


Egy mencibir. "Itu sama aja sama pembohongan publik."


"Masa bodoh, yang penting anak gue jadi model iklan, ga kayak lu."


"Iya, setelah kontrak popok berakhir dua tahun lagi."  Ucapan Zee membuat Guntur mengusap dada. 


"Gue tau sebenernya elu kan yang pengen terkenal, berhubung nasib lu buruk anak lu deh yang elu jadiin terkenal untuk menyalurkan obsesi selama ini." Ucapan Egy diamini yang lainnya. 


"Gini-gini gue siswi terkenal di sekolah, siapa coba guru yang kagak kenal sama gue?" Ucap Zee dengan membusungkan dadanya dengan bangga yang kesal jadi bahan bulian teman-temannya. 


"Iya gue percaya elu terkenal karena prestasi lu." Ucap Baim dengan nada merendahkan. 


"Emang kamu berprestasi Yang di sekolahnya? Kok aku ga percaya sih." Guntur memandang rendah istrinya mendengar ucapan Baim. 


"Prestasinya remedial mulu tiap mata pelajaran." Jawab Egy diiringi tawa yang lainnya.


Diantara mereka berempat kapasitas otak Zee memang yang paling kecil diantara teman yang lain.


"Astaghfirullah Yang." Guntur hanya bisa mengusap dada. 

__ADS_1


"Soal Geografi aja nilainya selalu dibawah KKM, masa iya dia dengan PDnya jawab Itali ada di benua Amerika waktu guru ngadain kuis di kelas."


"Inget gak Im waktu Pak Tata guru sejarah ngasih pertanyaan ke dia." Egy terus mengumbar aib sahabatnya di hadapan suaminya. 


"Oh yang pertanyaan 'Kapan perang dunia berakhir?' itu" Sahut Baim. 


"Hooh. Mau tau ga Pak dia jawab apa?"


"Apa?" Tanya Guntur penasaran. 


"Kan udah usai ini Pak. Yang lalu biarlah berlalu yang penting sekarang kita pikirin masa depan." Kali ini Baim yang menjawab.


Guntur kembali mengelus dada mendengar jawaban spektakuler dari istrinya. 


"Seneng lu ya nge gibahin gue terus." Zee mendengus kesal. 


"Dari awal emang aku udah ga mau sekolah disana, aku pengennya masuk SMK ngambil Tata Boga, tapi Mama ga ngizinin. Sekarang semua pelajaran yang aku pelajari di sekolah ga bermanfaat kan jadinya. Aku berasa buang-buang waktu belajar matematika, ngapain coba ngitung² sudut yang ga penting, orang aku paling jago nyudutin orang lain. Belajar akar dan logaritma, buat apa? Pada kenyataannya gue mau bikin anak kagak pake teori begituan, cuma pake teori nafsu." Ocehan Zee panjang lebar dan seperti biasanya. Tanpa filter. 


"Belajar matematika itu supaya membuat kita berpikiran kritis, kreatif dan kegiatan itu membuat kita berpikiran secara logis. Mang kamu ga tau Yang?" Guntur mematahkan pendapat istrinya. 


"Dan terbukti elu jadi somplak gitu otaknya, karena kagak belajar matematika dengan benar waktu SMA." Sambung Baim.


"Say sekarang aku tanya ke kamu, kamu lebih milih istri yang pinter matematika apa istri yang pinter manjain si Otong?" Sifat menyudutkan yang dia pelajari di SMA dia keluarkan untuk menyudutkan suaminya. 


"Pinter manjain Otong lah. Hehehe.." Persis seperti yang Zee pikirkan. 


Jawaban Zee berhasil mematahkan semua pendapat mereka.


Cunguks : Tor, tumben kagak ada mesum-mesumnya? 🤪🤪


Author :  Disini tuh bulan puasa Nguks beda sama disana. Ntar kalo mereka pada batal puasa, gue yang dosa. Harus memperbanyak pahala gue di bulan  puasa. Makanya gue kagak nyusahin klean-klean di episode ini. 😇😇😇


Cunguks : Elu lagi ketempelan Mamah Dedeh ya Tor. Jadi takut gue dengernya… 😱😱😱


Author : Dasar bangke lu pada. Gue sumpahin virus yang sok ngartis nyampe ke planet klean-klean!

__ADS_1


__ADS_2