
Suasana kafe menjadi mencekam seketika, Zee sekarang ingat siapa wanita bernama Iren itu, selain dia adalah pelanggan di tokonya, Iren adalah wanita yang ada hampir di setiap foto yang ada di kamar suaminya. Ya wanita cantik itu adalah mantan terindah suaminya.
"Kalian?" Tanya Iren menunjuk pada Zee dan Guntur.
"Dia istriku." Jawab Guntur canggung.
"Kalian ngobrol-ngobrol dulu deh, udah lama kan ga ketemu."Β Kata Zee, melihat kecanggungan diantara mereka, kemudian beranjak pergi.
Guntur menarik tangan istrinya.Β "Yang?"
"Aku baik-baik aja. Aku udah janji mau nyumbangin suara indah ku sama Egy." Dengan nada suaranya yang terdengar ceria Zee beranjak pergi ke panggung tempat para pemain band biasa melantunkan lagu-lagu untuk memeriahkan suasana kafe.
"Itu siapa?" Tanya Egy ketika sudah berada di atas panggung yang akan menemani sahabatnya untuk bernyanyi.
"Mantan laki gue." Jawab Zee datar.
Egy sangat terkejut dengan pernyataan dari sahabat wanita somplaknya itu, tapi berpura-pura untuk biasa saja menanggapi.
"Gue takutnya gara-gara 'Hai' setitik gagal move on bertahun-tahun. Hehe." Kelakar Egy dan langsung mendapatkan tatapan mode pembunuh dari Zee.
"Santai Nyah! Lu jangan minder gitu donk, kalo diliat-liat lu sama tu cewek ga beda jauh kok. Coba deh lu perhatiin, kalian tuh cuma beda tinggi, beda otak, beda style, and satu lagi bodynya beuh,,, kalo diibaratin nih dia tuh gitar Spanyol kalo lu ukulele. Model sama cuma beda ukuran and beda kelas doang." Ucap Egy panjang lebar.
"Lu lagi ngehibur gue apa lagi nenggelemin gue ee gukguk?" Kemarahan Zee sudah mencapai puncaknya.
"Peace,,, peace!!! Jangan bunuh gue Nyah, belom kawin soalnya." Kata Egy seraya memperagakan gerakan memohon-mohon pada sahabatnya yang seperti setan yang lagi kesetanan..(pikir sendiri deh reader yah!)
"Yuk mending mulai deh kita nyanyi." Ajak Egy, karena kalo diterusin bisa keluar lagi nih siluman monyet yang udah lama tenang.
Egy dan Zee melantunkan lagu dari Raisa dan Afgan yang menjadi lagu duet mereka pada malam itu.
Aku yang tak akan melepaskan
Kamu yang mengenggam hatiku
Kita tak kan mungkin terpisahkan
Biarlah terjadi apapun yang terjadi
Aku yang tak bisa melepaskan
Kamu yang miliki hatiku
Walau mungkin terlalu cepat
Bagi kita berdua
Untuk mengatakan
Selamanya kita akan bersama
Melewati segalanya
__ADS_1
Yang dapat pisahkan kita berdua
Selamanya kita akan bersama
Tak kan ada keraguan
Kini dan nanti
Percayalah
Aku yang tak bisa melepaskan
Kamu yang mengenggam hatiku
Walau mungkin terlalu cepat
Bagi kita berdua
Untuk mengatakan
Selamanya kita akan bersama
Melewati segalanya
Yang dapat pisahkan kita berdua
Selamanya kitaβ¦
"Suara istri kamu merdu ya!" Ucap Iren ketika melirik ke arah Guntur yang sedang memberikan senyumannya kepada istrinya.
"Apalagi kalo lagi marah-marah. Suaranya bikin kuping budek." Ucap Guntur kemudian melambaikan tangannya ke arah istrinya yang baru menyelesaikan lagunya.
"Kamu kayaknya cinta banget sama istri kamu." Terdengar kegetiran dalam setiap kata-katanya.
Guntur hanya tersenyum menanggapi perkataan Iren.
"Kok aku jadi ga rela ngelepas kamu buat dia."
"Ren, hubungan kita udah lama berakhir, aku udah punya kehidupan baru. Dan aku juga berharap kamu juga akan mendapatkan kehidupan baru kamu yang tak kalah indah." Ucap Guntur tulus.
Api cemburu membakar hati Iren ketika dia melihat begitu banyak cinta di wajah pria yang hingga kini masih sulit ia lupakan. Pria yang masih mewarnai mimpi-mimpi indahnya.
"Aku kira perempuan yang kamu nikahi itu jauh lebih baik dari aku dari segi apapun. Nyatanya? Heh?" Iren tersenyum sinis melihat ke arah Zee seperti meremehkan wanita yang telah berhasil merebut hati kekasihnya.
"Aku berharap kita bisa jadi teman baik. Kita emang ga bisa berjodoh, tapi seenggaknya kamu masih bisa jadi temen baik buat aku." Jawab Guntur tulus.
"Aku udah janji sama Kakekku untuk menjaganya seumur hidupku."
"Berarti kamu itu terpaksa dong?" Sindir Iren.
"Tadinya begitu, tapi sekarang aku sangat bersyukur bisa menikah sama perempuan yang dulu amat sangat aku hindari. Dia bener-bener udah mengubah warna hidupku, perannya sangat penting buat hidupku sekarang." Jawaban Guntur membuat dada Iren bergejolak panas.
__ADS_1
Aku akan merebut hatimu lagi. Tunggu saja, kamu akan kembali lagi padaku.
Dalam perjalanan pulang, Zee berpura-pura tertidur di dalam mobil, api cemburu masih membakar hatinya.
Suami ketemu mantan, istri mana yang ga panas sist?Β
Kalo aku jadi Zee udah aku laminating tuh si Pak Suami.
"Yang kok kamu diem aja sih?" Tanya Guntur yang tau kalau istrinya hanya pura-pura tertidur.
Tak ada jawaban dari Zee, ia masih berpura-pura tertidur.
Guntur menepikan mobilnya dengan kasar hingga tubuh mungil Zee jadi terhuyung ke depan, jika tak memakai sabuk pengaman mungkin jidatnya sudah benjol mencium dasbor.
"Kamu apa-apaan sih? Bahaya tau!" Bentak Zee.
Guntur menggenggam erat tangan Zee.
"Aku ga suka kamu ngeraguin perasaan aku ke kamu! Aku udah berusaha jadi suami yang terbaik buat kamu selama ini. Aku ga suka kamu cemburu cuma karena hal yang ga jelas gitu!"
Zee hanya terdiam tak menanggapi pernyataan suaminya.
Guntur mengecup kening istrinya, dia tahu bahwa istrinya sedang cemburu saat ini, kemudian membenamkan wajah mungil Zee ke dada bidangnya.
"Jangan lagi cemburu, karena kamu kan udah punya BPKB atas diri aku."
"Maksud kamu?" Bingung dengan omongan suaminya
"Surat nikah."
"Issstt,,,gombalannya makin kesini aneh kamu." Zee tersenyum simpul dipelukan suaminya.
"Kita pulang ya sekarang? Otong pengen ketemu kamu!"
"Kenapa sih ujung-ujungnya pasti kesitu?"
Zee : Ngapain sih laki gue diketemuin ma mantannya?π‘π‘
Author : Jangan marah donk! Anty aging mahal Shay!
Zee : Lu lupa kalo gue horang kayah!
Author : SONGONG LU!!!ππ
Zee : Reader ga suka ada pelakor-pelakoran Thor, entar ga dapet jempol lu!
Author : Wah mulai ngancem ni bocah.
Zee : Doa istri yang teraniaya itu di kabulin Allah lu Thor.
Author : ππππ
__ADS_1
jangan lupa like gaess!!!ππππ