Istri Pilihan Aki

Istri Pilihan Aki
Bali in action


__ADS_3

Sudah seminggu mereka disini, dan ini adalah hari terakhir Fabian berada di Bali, karena dia hanya diperbolehkan mengambil cuti selama seminggu.


Fabian dan Nana pergi ke Villa Zee dan Guntur yang jaraknya hanya kurang lebih seratus meter dari villa rombongan.


Fabian dan Nana begitu terkejut melihat kondisi villa Zee yang berantakan, seperti telah terjadi keributan disitu.


"Dek, lu dimana?" Teriak Fabian penuh kekhawatiran.


"Gue disini Kak, bantuin kita!" Jawab Zee sambil berteriak dari arah samping villa tersebut.


Melihat ada yang tak beres dengan kondisi adik dan sahabatnya, dia menyuruh istrinya untuk kembali ke villa dan meminta bantuan.


Benar saja, Fabian melihat Zee dan Guntur sedang dikepung oleh sekitar lima orang pria dengan wajah yang ditutup masker hitam.


"Bantuin kita Bi!" Pinta Guntur.


Mereka bertiga langsung memasang posisi siaga dengan tubuh saling memunggungi.


"Kamu mending ga usah ikutan Yang, ini bahaya!"


"Jangan! Lu sini aja Dek! Gue ga yakin bakal ngalahin mereka." Potong Fabian sebelum Zee menjawab, karena dia tahu dia tidak akan mampu melawan para penjahat itu.


"Kalian mau apa? Uang?" Tanya Guntur, memilih bernegosiasi kepada para penjahat itu.


Tak ada jawaban, malah membuat mereka mulai menyerang Zee. Dengan sigap Zee mengarahkan tendangannya ke arah penjahat itu. Dan hal itu membuat mereka memulai perkelahiannya.


"Dek lu serang yang tatoan sama yang pake celana pendek ya!"


"Lah kok jatah gue yang gede-gede?" Rengeknya


"Ga usah manja-manjaan dulu, ini lagi genting Oon!"


Dengan keahlian bela dirinya, Zee membuat para penjahat kelelahan dengan serangan-serangan yang Zee berikan.

__ADS_1


Anehnya mereka sepertinya hanya mengincar Zee, bukan hendak merampok ataupun memeras uang Guntur.


"Kak, gue disini mau romantis-romantisan sambil bukin junior, bukan mau jadi anggota Charlie's Angel."


"Lagi situasi begini lu masih mikirin bikin junior! Kalahin dulu mereka B*go!"


"Gue cape tau, semalem kan gue yang maen di atas!" Lanjutnya seraya membenturkan kepala lawannya ke meja kayu ada di halaman itu, sehingga membuat lawannya pingsan.


"Oon ngapain lu ngebahas begituan?" Fabian mulai kelelahan melawan lawannya yang cukup kuat, karena selalu bisa menghindari serangannya.


Dengan sisa tenaganya, Zee menendang keras area terlarang lawannya dan membuatnya kejang seketika.


"Cih, lawan satu orang aja lu ga bisa-bisa." Kata Zee sombong setelah mengalahkan lawan Kakaknya.


Sedangkan Guntur sedang berkelahi dengan salah satu lawannya.


"Bilang sama gue, kalian suruhan siapa?" Tanya Guntur sambil mengunci tubuhnya yang sudah tersungkur di tanah.


Tak ada jawaban, dia hanya mengerang dan dan memukul-mukul tanah, seperti meminta ampun. Dan itu membuat Guntur kesal dan mematahkan sebelah tangannya yang dia lipat dibalik badan pria bertubuh gempal itu.


"Awas Yang!"


Dengan cepat, Guntur memeluk tubuh Zee dan membalikkan badannya, sehingga Guntur lah yang menjadi korban. Membuat Guntur langsung tersungkur ke tanah dan tak sadarkan diri.


"Say, bagun!" Jerit Zee sambil memeluk tubuh Guntur yang tergeletak tak sadarkan diri.


Fabian berusaha mengejarnya penjahat yang menyerang Guntur, tapi gagal. Dia sudah melesat kabur bersama kedua temannya yang lain. Sekarang hanya tersisa dua orang penjahat satunya pingsan, dan satu lagi masih merasakan sakit di area pribadinya.


*


Sudah dua jam lebih Guntur belum juga siuman, Zee tak henti-hentinya menangis dipelukan Mamanya, kedua penjahat itu sudah ditangani yang berwajib, walaupun yang satunya harus dirawat di rumah sakit sebab kembali kejang. Pasalnya Zee kembali menendang tongkat sakti miliknya saat dia berusaha kabur.


Ketiga sahabat Zee sudah kembali ke Villa beberapa saat lalu. 

__ADS_1


"Dek, emang selama ini elu punya musuh?" Tanya Fabian, Zee hanya menggelengkan kepalanya. "Soalnya kayaknya mereka cuma ngincer lu doang."


Pernyataan Fabian tersebut membuat kaget semua anggota keluarga yang mendengar.


"Beberapa hari yang lalu, ada orang yang datang ke villa tengah malam, kita pikir itu cuma orang iseng yang mau maling doang, tapi setelah kejadian ini kayaknya dia salah satu dari mereka deh. Aku juga ngerasa beberapa hari ini ada orang yang lagi merhatiin gerak-gerik kita. Tapi aku ga nyangka kalo mereka akan ngelakuin ini." Tutur Zee sambil berderai air mata.


"Aku dimana?" Suara Guntur membuat Zee lari dari pelukan mamanya, dan membuat Mama Nia terjerembab seketika ke sofa.


"Dasar kampret!" Umpat sang Mama.


"Say, kamu bisa liat aku? Kamu inget kan nama kamu siapa? Kamu masih kenal aku kan?" Cecar Zee.


Guntur langsung berusaha duduk dan meminta segelas air kepada Zee.


"Pelan-pelan Say!" 


"Kamu siapa?" Tanya Guntur sambil menatap tajam istrinya yang kini merah hidungnya.


Zee yang mendengar pertanyaan Guntur kembali menangis dan memeluk tubuh Guntur dengan erat.


"Aku istri kamu masa kamu lupa?" Sambili memukul-mukul punggung suaminya.


"Istri?"


Jeng,,,


Jeng,,,


Zoom in...


Zoom out…


Kayak di film-film India.

__ADS_1


Apakah Guntur lupa ingatan seperti yang ada di sinetron-sinetron yang sering nenek gue tonton?


__ADS_2