Istri Pilihan Aki

Istri Pilihan Aki
Kaisar hilang part 1


__ADS_3

Sepulang dari seminar Zee langsung pergi ke kantor suaminya. Sekarang semua staf menunduk hormat bila berpapasan dengan ibu muda tersebut. 


"Mau jemput Kaisar ya Bu?" Sapa salah seorang resepsionis yang dulu pernah menghina dirinya. 


"Iya, liat ga?"


"Kayaknya di ruangannya Pak Fery, soalnya tadi di ajak main sama pacarnya Pak Fery." Jawabnya sopan.


Setelah mengucapkan terimakasih Zee langsung berjalan menghampiri ruangan sahabatnya. 


"Eh Nongol lu Tek. Darimana aja?"


"Zee Om. Mommy aku Zee bukan Tek!" Kaisar selalu protes kepada Cunguks bila memanggil dia dengan sebutan 'Tek'. 


"Gatel lidah gue kalo manggil nama emak lu." Fery berbicara pada dirinya sendiri. 


"Ikut seminar Kuliner, eh Fery, lu inget ga si Nanda jentre?"


"Mantan si Egy?"


Zee mengangguk. "Tadi gue ketemu sama dia, terus dia lagi pamer-pamer restonya gitu ke temen-temen gue yang juga ikut hadir, punya outlet makanan cepat saji ampe dua puluh katanya."


"Keren dia, jadi juragan seafood tuh anak sekarang?"


Zee mencibir Fery yang memuji saingannya waktu di sekolah dulu. "Diem lu! Gue belum beres cerita maen potong aja!"


"Hemmm, terus?" Fery tetap fokus pada layar laptopnya. 


"Nanya kan dia tuh ke gue? 'Zee sekarang punya berapa outlet?'" Zee mengulangi kata-kata Nanda dengan mencibirnya.


"Terus elu jawab apa? Satu kan?"


"Diem dulu Nyet, gue belum beres cerita."


"Kok Mommy panggil Om Pagi Nyet?"


Zee lupa jika anak cerdasnya sedang bersama mereka. Dia pun memikirkan alasan yang tepat untuk diberikan kepada si pewaris perusahaan itu. 


"Mmmmm, Nyet itu kependekan dari monyet. Kan muka Om Fery kan lucu kaya monyet. Ya kan? Makanya dia pacaran sama Tante Niken." Zee tersenyum ke arah Niken yang sedang menyuapi Kaisar salad buah. 


Niken yang tidak mengerti arah pembicaraan Zee, hanya membalasnya dengan senyum. 


"Lah Si Bangke!" Fery melempar pulpen ke arah istri dari atasannya itu mendengar jawaban Zee yang menyamakannya dengan seorang monyet pasangan Niken si Topeng monyet dulu. 


Sedangkan Kaisar membayangkan tokoh kartun bernama George si Monyet pintar yang lucu.


"Iya sorry, sorry! Terus  elu tau ga gue jawab apa?" Zee meneruskan ceritanya. 

__ADS_1


"Paan?" Fery sudah terdengar malas mendengarkan cerita Zee. 


"Gue ga jawab apa-apa. Cuma gue pamerin aja cincin kawin gue yang penuh berlian ini pura-pura benerin rambut kayak di sinetron-sinetron. Langsung nganggap tuh si Nanda silau dia liat cincin gue. Ampir aja gue kasih kaca mata item dia." Ucap Zee dengan nada penuh kemenangan.


Fery hanya bisa geleng-geleng kepala melihat tingkah sahabatnya yang dirasa sangat kekanak-kanakan itu, tingkahnya tidak mencerminkan bahwa dia adalah seorang ibu, dia lebih pantas disejajarkan dengan para Cabe-cabean yang sering Tiktokan. Fery benar-benar bingung mengapa dia selama ini bisa bersahabat dengan makhluk planet lain yang bahkan nama planetnya pun belum diketahui keberadaannya. 


"Mommy, kata Om Peyi nanti aku jadi ICIYO kalo udah gede." Ucap Kaisar sebelum berpamitan pada Fery dan Niken. 


"ICIYO siapa? Temennya Naruto?" Zee menerka-nerka nama tokoh kartun yang sering Fery tonton dulu.


"Itu Uchiha Sasuke Oncom! CEO Kai. Bukan ICIYO." Ralat Fery. 


"Oh, iyalah, masa iya kamu udah gede jadi rakyat jelata kayak Om Fery. Mommy ga ikhlas lah. Cukup temen-temen Mommy aja yang rakyat jelata kamu mah jangan lah!" Mulut tak berfilter itu kembali membuat Fery geram. 


"Rakyat jelata itu apaan Mom?"


"Orang yang kalo mau punya mobil juga harus nyicil." Jawab Zee sambil berlari keluar dari ruangan Fery. 


"Lah si Bangke! Kalo bukan bini atasan gue. Udah gue kulitin lu dari dulu." Caci Fery. 


Sedangkan Niken hanya bisa tersenyum. Entah senyum malu atau senyum mengejek kekasihnya, Author juga kagak tau. 


🐣🐣


Zee dan Kaisar berkeliling kantor sambil menunggu Guntur menyelesaikan pekerjaannya. Sejak kemarin Kaisar terus saja merengek ingin ke mall. Beberapa karyawan menyempatkan diri mereka untuk menyapa sang calon pewaris perusahaan tempat mereka bekerja, ada beberapa juga yang meminta untuk berfoto dengan bocah tampan itu untuk sekedar dipajang di media sosial miliknya karena berhasil berfoto dengan bocah menggemaskan yang wajahnya sering muncul di berbagai iklan.


"Udah beres kerjaan gue, udah waktunya balik juga. Mang kenapa? Mau protes?" Fery masih jengkel dengan kelakuannya tadi. 


"Kan laki gue juga belum keluar Nyet. Masa lu bawahannya udah balik?"


"Noh, noh, yang laen juga udah pada mau balik. Protes ke mereka juga sana." Fery masih memasang wajah kesalnya. 


"Issst lu udah mau kawin juga marah-marah aja. Entar cepet tua lu. Ga bisa naek."


"Lah si Pe'a, lu ngomong begituan di tempat umum!" Fery menoyor kepala berotak minimalis itu.


"Jangan sakitin Mommy aku! Dasar rakyat jelata!" Bentak Kaisar saat melihat mommynya pura-pura menangis dipelukannya.


Ucapan Kaisar mengundang gelak tawa para karyawan yang melintasi mereka.


"Kenapa juga lu harus nurunin kesombongan lu ke anak lu sih Tek?" Gumam Fery. "Zee maafin gue ya! Jangan nangis! Nanti gue traktir ice cream jumbo." Fery berjongkok sambil mengelus-elus rambutnya dan sedikit menarik ujungnya hingga membuat Zee meringis.


"Mommy kawin itu apa?" Ternyata si cerdas Kaisar memperhatikan obrolan mereka.


"Menikah Kai." Jawab Zee cepat. 


"Kok naek? Emang kalo menikah naik apa?" 

__ADS_1


Zee cekikikan dan berbisik ke arah pasangan calon pengantin itu. "Naekin Niken." 


"Apa mom?"


"Naek mobil, kan kalo mau ke tempat resepsinya kita naik mobil, kayak waktu ke kawinannya Om Dimas." Zee menjelaskan perlahan kepada makhluk kecil yang selalu ingin tahu segalanya. 


🐣🐣


Senja sudah menyelimuti ibu kota saat keluarga kecil itu memasuki gedung mall. Kaisar langsung berlari ke outlet yang menjual ice cream jumbo kesukaannya. Tangannya terus berayun-ayun dengan tangan Daddynya, pemandangan langka bisa melihat pasangan ayah dan anak yang sangat tampan itu saat berkunjung di mall. 


Ketiganya mengawali kegiatan mereka dengan menikmati ice cream jumbo porsi keluarga. Seperti biasa hampir setiap pengunjung yang melintas pasti melirik ke arah keluarga kecil Zee. 


Selanjutnya mereka memilih menemani Kaisar di tempat permainan untuk balita. 


"Say, aku ke toilet dulu ya!" Zee pamit kepada suaminya. "Kai, Mommy mau pipis dulu ya!" 


Kaisar hanya ber dadah-dadah ria sambil tersenyum ke arah Mommynya. Karena dia sedang fokus memperhatikan seorang balita cantik berambut panjang seumurannya yang terlihat sangat menarik perhatian bocah tiga tahun itu, darah playboy Guntur yang telah mengalir di darahnya membuatnya sering mengagumi balita-balita cantik seumurannya. 


Sekitar lima belas menit kemudian Zee kembali dari toilet dengan membawa secangkir kopi panas untuk suaminya dan minuman coklat panas untuk anaknya yang tadi dia beli di kedai minuman saat menuju tempat bermain anaknya.


"Say, Kaisar dimana?" Tanya Zee sambil menyerahkan cup berisi kopi panas untuk Guntur. 


"Tadi lagi main keranjang mandi bola, sama temen perempuannya tadi." Jawab Guntur menunjuk dengan wajahnya sambil memasukkan handphone ke saku celananya, karena tadi dia baru saja mengangkat panggilan dari Dimas.


Tapi sang makhluk kecil tampan itu tak ada di tempat yang Guntur tunjuk. Zee yang panik langsung mencari keberadaan anaknya, bahkan Zee sudah berkeliling dan masuk ke dalam tempat mandi bola. Masa bodoh lah dengan larangan para petugas yang melarang orang dewasa masuk ke dalam sana, kalau pun rusak pasti dia yakin suaminya mampu menggantinya, hal yang penting sekarang adalah keberadaan anaknya. Horang kayah. 


"Say disini ga ada." Ucap Zee saat dia melewati labirin yang ada di tempat itu, kini kepanikan menyelimuti mereka. 


Guntur lalu bertanya kepada petugas jaga. Dan mereka pun tidak memperhatikan bocah-bocah yang keluar masuk area itu, karena mereka lebih memilih memperhatikan keselamatan anak-anak yang ada di arena permainan. 


Zee mencari gadis kecil cantik berambut panjang yang sejak awal menemani anaknya bermain. Ternyata juga sudah tidak ada. Beberapa pengunjung pun tidak ada yang melihat kemana Kaisar pergi. 


Zee dan Guntur dalam mode panik tingkat galaxi saat ini.


Jeng,,, jeng,,, 


Kemanakah Kaisar pergi? 


Diculik Alien Kan?


Ataukah diculik makhluk yang tidak terima disebut sebagai kekasih Baim yang tidak kebayar kontrakan?


Jangan lupa ritualnya!


Like, komen, n votenya...


Makaseeehh....🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2