
Gara-gara tamu bulanan Zee, semua orang yang akan ikut ke Bali jadi kerepotan, karena mereka harus me-reschedule kegiatan mereka, terutama Fabian, Ayah Zee, dan Fery yang repot karena reschedule tanggal dan lama masa cuti mereka.
Tapi untungnya semua berjalan dengan lancar, walaupun Fabian jadi hanya bisa mengambil cuti selama seminggu, tapi masih untunglah yang penting masih bisa liburan gratis.
Mereka tiba di Bandara Internasional Ngurah Rai Bali sekitar pukul 18.00 WITA, disana rombongan sudah ditunggu oleh mobil jemputan yang akan membawa mereka ke Vila yang Guntur sewa untuk berlibur.
Vila yang Guntur sewa terbilang sangat mewah, interior modern dipadukan dengan unsur-unsur etnik Bali dari ornamen kayu yang indah menjadikan Vila itu terlihat hommy tapi terkesan mewah, ada banyak kamar tidur yang tersedia, juga terdapat private pool di Vila mewah itu dan yang terpenting lokasinya sangat dekat dengan pantai, sehingga mereka bisa memandang samudera Hindia yang berkilauan di siang hari yang terbentang luas di depan mata sepuasnya.
Hal utama yang mereka lakukan sesampainya di Villa adalah berbagi kamar tidur. Kedua orangtua memilih kamar yang menghadap langsung ke laut, Fabian dan keluarga kecilnya mendapatkan kamar sedikit lebih besar dari para orangtuanya, Ketiga cunguk tidur dalam satu kamar dengan ektra bad, sedangkan Flower memilih tidur dengan kedua orangtuanya, karena dia tidak ingin tidur sendiri. Ganggu emang…
"Terus kita tidur dimana Say?" Tanya Zee bingung karena hanya mereka berdua yang belum dapat kamar tidur.
"Disini juga boleh, lebih leluasa, jadi kita bisa guling-gulingan kemana-mana." Jawab Guntur jail.
"Saaaaaaay,,,aku serius, udah cape nih. Mau cepet bobo." Rengek Zee.
"Bikin junior dulu baru bobo."
"Iya lah, kan itu mah niat dari awal." Zee menimpali kemesuman suaminya. "Aku udah bawa vitamin dari dokter kandungan nih." Sambil menepuk-nepuk tas Selempangnya.
Ternyata tanpa Zee tau Guntur telah memesan villa khusus untuk mereka berdua, yang jaraknya tidak jauh dari villa yang ditempati rombongan.
__ADS_1
"Say, so sweet banget."
Zee sangat terharu melihat ruang tidurnya yang telah ditata bagai kamar pengantin, karena dipenuhi berbagai bmacam bunga, kasurnya pun penuh dengan kelopak mawar yang disusun menyerupai hati.
"Say foto dulu!" Pinta Zee pada suaminya.
Hadeuuuuhh, bini gue sama tetep alay pemirsah.
Setelah puas ber cekrak-cekrek ria, Zee diajak Guntur ke sebuah tempat, yang berada tepat dibelakang Vila mereka.
Sebuah meja yang sudah ditata rapi dengan lilin dan bunga di atas meja makan tersebut, juga sudah tersedia berbagai macam menu masakan yang siap disantap.
"Say, kamu romantis banget, aku jadi meleleh nih." Seraya mengusap air mata harunya.
Mereka makan malam dengan suasana romantis, deburan ombak menjadi musik pengiring makan malam mereka yang hanya diterangi cahaya temaram dari lilin yang membuat kesan semakin romantis. Alam seperti mendukung acara romantis yang Guntur buat khusus untuk istrinya, cahaya rembulan dan taburan bintang, seolah menjadi saksi cinta mereka malam itu.
"Yang kamu seneng kan? Aku udah atur acara makan malam ini dari jauh-jauh hari loh, sampe aku juga ngitung waktu purmana datang." Kata Guntur dengan bangga.
"Say, tapi kok aku merinding ya jadinya." Kata Zee yang sejak makan malam dimulai memamg tak banyak bicara, Guntur pikir dia sedang menikmati suasana romantis yang dia ciptakan.
"Maksud kamu?"
__ADS_1
"Kok aku ngerasanya bukannya romantis ya, tapi kayak lagi ada di film horor, cahaya lilin sama angin sepoi-sepoi gini bikin aku merinding sebenernya dari tadi. Aku takut aja tiba-tiba ada kunti yang ongkang-ongkang kaki di atas pohon kelapa itu. Atau tiba-tiba ada yang ngnclok dari balik pohon bunga kamboja itu. Atau bahkan lebih parahnya, aku takut Nyi Roro Kidul tiba-tiba muncul dari dalam laut. Kan kita ga tau ini tempatnya angker ato enggak. Siapa tau disini pernah ada kejadian tragis kayak di film-film gitu. Mana ini kan malem Jum'at Say. Hiiii… serem." Zee bergidik ngeri.
"Kita lagi di Bali Say, bukan lagi di laut Kidul, ngapai Nyi Roro Kidul jauh-jauh datang kemari? Mau liat bule-bule telanjang dada? Berarti ntar dia nongolnya pake bikini bukan pake kebaya ijo kayak yang di cerita-cerita dong, terus ngapain takut?" Guntur mulai kesal dengan tingkah istrinya.
"Emang pernah ada penampakan Nyi Roro Kidul peke Bikini?" Tanya Zee polos
"Jangan kan pake bikini, pake daster juga pernah, emang kamu pikir dia betah apa pake baju kerajaan tiap hari?" Jawab Guntur yang sudah tidak berselera lagi untuk melanjutkan makan malam romantisnya, dan kemudian meminta pelayan untuk menyalakan semua lampu di tempat itu.
"Terakhir drakor yang kamu tonton apaan sih?" Tanya Guntur kesal dengan asumsi-asumsi yang Zee bicarakan.
Bukannya kemaren dia ngebet banget makan malam romantis kayak gini.
"Semalam aku nonton Train to Bussan, ga nonton drakor." Sambil menundukkan kepalanya, karena takut melihat wajah suaminya yang terlihat kesal.
"Kenapa ga nonton The Conjuring aja sekalian?"
"Kan ga ada Gong Yoo di Conjuring mah Say." Masih berusaha membela dirinya.
Guntur : Kenapa kamu ngijinin dia nonton film horor sih Thor?😒😒
Author : Gue juga ga tau kalo semalem dia nonton film horor loh. Buktinya aku ga nulis itu di episode sebelumnya.🤗🤗 (bela diri)
__ADS_1
Guntur : Terserah elu dah Thor!!!😒😒