Istri Pilihan Aki

Istri Pilihan Aki
Makan siang bersama


__ADS_3

Akhirnya Zee hanya bisa menunggu suaminya di lobi kantor suaminya. Hampir setengah hari dia menunggu tapi suami tercintanya tak kunjung terlihat, begitu juga si nenek lampir Iren, dia juga masih belum terlihat kembali dari ruang rapat.


Dengan wajah kesal dia menunggu suaminya selama berjam-jam.


Orang yang ditunggu selama lebih dari tiga jam itu akhirnya muncul, Zee langsung beranjak dari kursinya dengan senyuman diwajahnya, tapi senyuman indah itu lenyap seketika, ketika dia melihat Iren sedang berjalan berdampingan dengan suaminya sambil tertawa renyah disusul beberapa orang sahabat Guntur dari belakang. Entah apa yang membuat mereka bisa tertawa serenyah ayam goreng KFC itu.


"SAYAAAAAAAANG!!" Teriak Zee pada suaminya, yang langsung mendapatkan tatapan penuh tanya dari orang-orang yang ada disekitarnya.


"Kamu ngapain disini?" Tanya Guntur ketika menghampiri istri mungilnya yang sepertinya sedang salah paham terhadapnya.


"Aku laper, capek nungguin kamu lebih dari tiga jam disini." Dan melingkarkan tangan kecilnya ke pinggang suaminya, dan tak lupa melirik sinis kepada kedua resepsionis yang sudah menghinanya tadi.


Kedua resepsionis yang berparas cantik itu hanya bisa menelan ludah secara berjamaah. Terlihat dengan jelas wajah malu, dan menyesal yang mereka tunjukkan saat Zee melihatnya.


"Kenapa ga telpon atau ga kamu kan bisa tiduran ruangan aku Yang?" Kemudian mengecup rambut istrinya.


Lagi-lagi mereka menelan ludahnya lagi melihat Guntur memperlakukan istrinya.


"Hp aku ketinggalan, terus katanya anak kecil dilarang masuk ke ruang kerja kamu, takut ganggu."


Guntur tertawa renyah mendengar jawaban istrinya, seperti dia mulai tahu situasi yang Zee hadapi tadi.


"Kita makan siang bareng sama temen-temen aku ya?" Ajak Guntur pada istrinya, karena dia sudah memesan tempat  di salah satu restoran mewah.


"Ga usah malu, ikut gabung aja!" Ajak Dimas.


Ada sekitar 4 orang sahabat Guntur ditambah Iren dan sekretarisnya yang juga wanita, yang akan ikut makan siang dengannya, atau lebih tepatnya Zee lah yang ikut bergabung dengan mereka.

__ADS_1


"Tapi Say, baju aku?" Tanya Zee, karena dia hanya mengenakan kemeja lengan pendek dan jins hitam yang biasa dia kenakan di toko.


"Kalo mereka ga ngijinin kamu masuk, aku beli restoran itu sama bos-bosnya, biar kita jadiin koleksi tempelan kulkas di dapur!" 


Disambut gelak tawa dari para sahabatnya, kecuali Iren, dia sudah sangat cemburu melihat Guntur memperlakukan Zee dengan begitu manis.


"Semenjak kawin makin aneh kata-kata yang keluar dari mulut lu." Kata Dimas, yang melihat perubahan besar dari sahabatnya semenjak menikah dengan Zee.


Zee baru pertama kali makan di restoran mewah, karena biasanya dia selalu menolak ajakan suaminya bila diajak makan di restoran. Ribet pikirnya.


Dan benar apa yang Zee pikirkan selama ini, ketika sampai di meja yang mereka pesan Zee sudah dipusingkan dengan bermacam-macam sendok, garpu dan pisau yang sudah tersusun rapi di atas meja.


Tak lama pelayan datang dan mendikte berbagai  menu yang mereka pesan


"Hawaiian Chicken Salad (Appetizer), Cream Corn Soup (Soup), Sirloin Steak with Barbeque Sauce + Potato Wedges (Main Course) dan Truffle Cake with Chocolate Sauce (Dessert). Betul Pak?"


"Enggak, aku ngedengernya aja udah pusing." Kata Zee dengan polosnya.


Sebelum menu yang mereka pesan datang mereka disuguhkan roti dengan butter.


"Kok malah dikasih roti? Ini sih banyak di toko aku." Komen Zee.


"Ini namanya makanan komplemen." Jawab Iren dengan nada menyindir.


"Oh." 


"Kamu kan kuliah Tata boga masak yang beginian aja ga tau? Emangnya ga ada pelajaran table manner?" Tanya Guntur.

__ADS_1


"Ya kan di kampus cuma teori doang Say, prakteknya mah belom pernah."


Para sahabat Guntur hanya tersenyum menimpali jawaban Zee. Kalo tiga cunguk itu mah pasti udah membombardir dia dengan ribuan ejekan.


Akhirnya menu yang mereka pesan pun datang, Hawaiian Chicken Salad menjadi menu Appetizer mereka, dan Zee bisa melawati rintangan itu tanpa ada kesalahan. Tapi ketika main Course datang, Zee kebingungan peralatan makan  mana yang harus dia pakai. Dia cukup lama terdiam hingga Guntur menukar piringnya yang sudah ia iris-iris steaknya dengan piring Zee.


"Sekalian punya gue juga Var!" Goda Dimas.


Guntur mengayunkan pisau steaknya ke arah sahabatnya itu.


"Makanannya enak-enak ya Say!"


"Yang punyanya kan chef yang punya gelar Michelin (gelar profesional tertinggi dalam industri kuliner)."


"Pantes, rasanya pas ga berlebihan bumbunya."


"Tapi ga ada yang ngalahin masakan kamu Yang. Karena….


"Karena ada cinta yang terselip diantara cincangan bawang putih dan bawang merah." Jawab Guntur dan Zee berbarengan.


"Hadeuuuuhh." Respon para sahabat Guntur yang mendengar obrolan pasangan itu. Kecuali Iren yang tak mengeluarkan sepatah kata pun sepanjang acara makan siang itu.


"Mau dong nyobain masakan yang penuh cinta! Jadi penasaran dengernya." Pinta Jo salah satu sahabat Guntur.


"Boleh, kapan-kapan main aja ke apartemen nanti aku masakin." Jawab Zee PD, karena hanya itu bakat yang bisa dia banggakan.


Iren semakin kesal melihat kemesraan yang Guntur dan Zee perlihatkan kepada mereka.

__ADS_1


__ADS_2