Istri Pilihan Aki

Istri Pilihan Aki
Jatuh Misquin


__ADS_3

Terlihat seorang wanita cantik sedang termenung di sudut kafe yang sedang lumayan banyak pengunjung, jus yang dipesannya sejak satu jam yang lalu hanya dia aduk-aduk dengan malasnya, dia sudah tidak mempedulikan lagi apa dan siapa saja yang ada di ruangan kafe tersebut. Lagu-lagu romantis yang dilantunkan para pemain band sudah tidak lagi membuatnya bergairah seperti biasanya, dia seperti kehilangan separuh jiwanya. Saat ini dia merasa terpuruk, kesal, jengkel, dan sesal. Kegalauan menyelimuti hatinya kala itu.


Tanpa dia sadari tiga orang pria sedang berdiri dan memperhatikannya dari salah satu sudut kafe.


"Kenapa tuh Nyonya? Berantem sama lakinya?"


"Lagi galau tingkat galaxy dia."


"Gimana ceritanya? Kok bisa orang macem dia bisa galau-galauan segala?"


"Credit cardnya diambil ma lakinya, gara-gara kelakuannya kemaren."Β 


Ketiga pria itu sedang membicarakan Zee yang tengah murung seorang diri, dan kemudian mereka menghampiri sahabat koplaknya itu.


"Kenapa Nyah, kok murung?" Tanya Fery pura-pura tidak tahu.


Tak ada jawaban dari Zee, dia tengah asyik memperhatikan embun yang menetes dari gelasnya, dengan posisi pipinya yang menempel erat di meja.


"Lu berantem sama laki lu?" Timpal Baim yang ikut pura-pura tidak tahu.


Β Zee menghentak-hentakan kakinya, gadis cantik itu kemudian merengek seperti bocah yang dilarang makan ice cream oleh Mamanya.


"Gue jatuh miskiiiiiiin." Kata Zee masih dalam mode merengek.


"Kok bisa? Perusahaan laki lu bangkrut?" Fery pura-pura kaget mendengar rengekan Zee.


"Lu kalo ngomong di jaga ya bac*t lu bangke!" Bentak Zee sambil melempar sedotan jus ke arah Fery yang duduk bersebrangan dengannya.

__ADS_1


"Kan gue nanya doang Tek, kalo bener, gue mau resign dari kantor laki lu, ntar mereka ga bisa bayar gaji gue lagi."


"Kartu sakti gue diambil sama laki gue. Sekarang status kita sama guys." Masih dalam mode merengek.


"Lu cere sama laki lu?" Tanya ketiga sahabat itu kompak.


"Amit-amit,,, kalian tuh kalo ngomong ga pake mikir dulu apa?" Bentak Zee dengan posisi gelas yang sudah siap dia hamburkan isinya kepada ketiga cunguk itu.


"Santai Nyah, santai!!!"Kata Egy, dia takut membuat mereka jadi pusat perhatian pengunjung. "Kan lu bilang status kita sekarang sama. Lah kita kan status KTPnya belom kawin. Jomblo." Lanjut Egy sambil meraih gelas di tangan mungil Zee.


Zee duduk kembali ke kursinya dan kembali menekuk wajah cantiknya.


"Iya lah status kita sama sekarang. Tanpa kartu kredit apalah aku. So gue sekarang sama-sama rakyat jelata kayak kalian. Misquin."


"Waaaahhh masih songong aja tuh mulut. Kudu dicabein kayaknya." Timpal Baim.


Seketika itu para pengunjung kafe terutama kaum hawa langsung tertuju pada seorang pria yang baru memasuki kafe tersebut, dengan balutan celana joger dan t-shirt bermereknya membuatnya terlihat seperti oase di tengah gurun pasir bagi para kaum hawa yang haus akan cinta, tak lupa sepatu semi formal belasan juta yang ia kenakan semakin memperkuat aura ketampanannya, dan dengan santainya memasuki kafe dan menuju meja Zee.


"Cih,,,masih bisa kamu panggil aku Yang-yangan?"


"Mau minum apa?" Tawar Egy pada suami sahabatnya itu.


"Apa aja boleh."


"Kok kamu tau aku disini?" Tanya Zee, karena ceritanya dia sedang kabur dari suaminya.


"Aku kan pasang GPS di celana dalam kamu."

__ADS_1


Dan disambut gelak tawa oleh para sahabatnya.


"Aku masih marah sama kamu. Udah sono pergi, jauh-jauh dari aku."


"Masih marah kenapa lagi sih Yang, kan kemren kamu minta maaf aku maafin. Terus kamu marah karena apa lagi?" Tanya Guntur pura-pura b*doh.


"Aku udah capek-capek maen tiga ronde di atas, tapi kamu masih ambil credit card aku. Dasar suami jahat!"


"Aku kan ga bilang kalo aku ga akan ngambil credit card kamu. Aku kan bilangnya 'kalo kamu mau di maen di atas tiga kali, aku maafin kamu', cuma maafin loh, aku ga bilang apa-apa." Guntur beralibi.


"Itu namanya kamu manfaatin aku, mana paginya kamu naekin aku lagi." Balas Zee masih sewot.


"Kamu juga ga nolak kan Yang, malah seneng banget aku servis. Liat nih punggung aku lecet-lecet kena cakaran kuku kamu, yang lagi keenakan." Goda Guntur.


"Isshh,,,udah sono pergi, aku mau pake celana dalam yang ada kode pinnya mulai sekarang, supaya kamu ga gampang nelanjangin aku!"


"Kan kamu sendiri yang telanjang di depan aku Yang. Kamu lupa? Kamu juga kan yang meretelin pakean aku semalem!" Timpal Guntur.


Ketiga sahabatnya hanya bisa menelan ludah mendengar obrolan 21+ itu.


"Kok gue jadi ketar-ketir gini ya dengernya?" Kata Fery


"Sama, gue jadi pengen cepet punya guling yang bisa idup." Sambung Baim, sambil menelan ludah.


"Ngapa lu diem aja?" Tanya Zee pada Egy yang sedang melongo dengan wajah memerah seperti ayam kena tetelo.


"Adek kandung gue bangun denger obrolan mesum kalian." Jawab Egy setengah berbisik.

__ADS_1


Dilanjut ga ya????πŸ€—πŸ€—πŸ€”πŸ€”


Tolong berikanlah jempol mu yang berharga itu donk readers...πŸ‘


__ADS_2