
Zee sedang merengek kepada suaminya di dalam kamar. Dia masih mengenakan jubah mandinya dari setengah jam yang lalu sambil terus merengek meminta sesuatu yang tak bisa Guntur kabulkan.
"Kalo kata aku ga boleh ya ga boleh!" Kata Guntur tegas.
"Tapi aku pengen pake bikini kayak orang-orang Say."
"Gak, aku ga mau liat cowok-cowok mupeng liat kamu kalo pake bikini. Kalo ada yang ngiler liat tok*t kamu yang montok gimana?"
"Semua orang juga rata-rata pada pake bikini, lagian ini kan pantai Say, kalo aku ke mall pake bikini kamu boleh marah. Tapi kan ini pantai jadi wajar lah."
"Ga ada aturannya ke pantai harus pake bikini, kamu ke pantai pake daster juga ga jadi masalah, asal jangan pake bikini. Kita itu bukan bule Yang, kulit kamu kan udah bagus, putih mulus jadi buat apa kulitnya di item-itemin? Alesan bule bikin kulit mereka gelap itu karena mereka ga pede sama kulit mereka yang pucet dan banyak red spot-nya. Lah kulit kamu kan udah putih mulus luar dalem, ngapain dibikin item?"
"Tapi aku pengen tau aja sensasinya pake bikini di pantai, kan belum pernah Say." Masih berusaha memaksakan kehendaknya.
"Kalo kamu masih ngotot pengen pake bikini, mending kita pulang aja sekarang!" Ancam Guntur, dia tidak akan pernah toleransi dengan permintaan aneh istrinya itu.
*
Zee dan Guntur pergi ke villa rombongan untuk makan siang bersama. Tapi Zee masih kesal terhadap suaminya, sebab itu ketika acara makan siang berlangsung, Zee tidak duduk berdampingan dengan Guntur.
"Kenapa tuh penganten basi diem-dieman aja dari tadi?" Tanya Fabian yang melihat Zee yang memilih duduk bersama ketiga sahabatnya.
"Kenapa lu Dek mukanya dilipet-lipet kayak keetas contekan?"
Zee tidak menjawab, dia pura-pura tidak mendengar pertanyaan Kakaknya, membuat ketiga sahabatnya salah tingkah dengan sikap Zee yang cuek terhadap suaminya.
"Kak kita mantai yuk!" Ajak Flower kepada Zee.
__ADS_1
"Yuk, tapi tunggu sebentar ya aku ganti kostum dulu." Kemudian pergi ke kamar orang tuanya.
Guntur yang curiga dengan kelakuan istrinya, memasang mode siaga, jika takut Zee nekad memakai bikini.
Semua terkejut dengan kostum yang Zee pakai ketika keluar dari kamar orang tuanya.
"Lu mau pergi shalat taraweh Tek?" Tanya Egy sambil tertawa ketika melihat Zee mengenakan mukena lengkap dengan rok bawahannya, begitu pun yang lain, mereka terbahak-bahak melihat kostum pantai Zee.
"Ayo Flo, kita ke pantai!" Ajak Zee.
"Kakak mau ke pantai pake mukena?" Tanya Flower sambil menahan tawanya.
"Biar ga ada yang mupeng liat t*ket aku!" Jawab Zee sambil melirik ke arah suaminya.
Guntur tidak menanggapi sindiran istrinya, dia menarik nafas dalam-dalam dan membuangnya dengan kasar, seolah sedang membuang amarahnya.
Kini semua orang yang ada disana mengerti sebab musabab Zee ngambek.
"Elu ngambek sama laki lu cuma gara-gara ga diizinin pake bikini ke pantai?" Tanya Baim mulai mengintrogasi.
Zee hanya mengangguk kecil.
"Lu kayak anak kecil tau." Sambung Fery. "Emang buat apa lu ikutan pake-pake bikini kayak mereka?" Sambil menunjuk segerombolan bule berbikini yang sedang berjalan riang di pantai. "Ga ada faedahnya!" Lanjutnya ketus.
"Apa sih yang ada di otak lu?" Kali ini Egy yang kesal dengan tingkah Sahabatnya yang selalu bikin onar itu.
"Ya, gue cuma pengen nyobain sensasi pake bikini aja gitu. Gue ga ada niatan buat ngegodain cowok lain. Serius." Jawab Zee sambil mengangkat jari telunjuk dan jari tengahnya membentuk huruf V.
__ADS_1
"Dua tahun nikah, tapi otak lu masih kayak bocah ya! Heh kalo gue jadi laki lu juga, gue ga bakalan lah ngizinin bini gue pake bikini ke pantai, gue ga mau tubuh bini gue jadi tontonan orang, kalo laki lu ngizinin lu pake bikini itu namanya dia Oon. Lu harus bersyukur, itu artinya laki lu sayang banget sama lu, dia bener-bener mau ngejagain lu dari mata-mata mesum para lelaki. Emang lu ga punya rasa malu, nge-ekspos bagian-bagian intim lu? Coba lu bayangin cewek-cewek ngeliatin badan keren laki lu waktu lagi telanjang dada! Lu marah ga?"
Seketika Zee jadi marah membayangkan para wanita yang memandang dengan tatapan mupeng mereka ketika memandang suaminya.Β
Tanpa meminta izin para sahabatnya dia meninggalkan ketiga cunguk tanpa permisi. Zee berlari ke ruang keluarga dimana suaminya sedang berbincang dengan Fabian dan orang tuanya dan langsung menghambur ke pelukan suaminya, yang membuat semua orang terkejut dengan kelakuan aneh Zee.
Ngapa lagi ni bocah? Batin Guntur
"Say, maafin aku!" Pinta Zee yang masih mengenakan mukena putihnya.
"Bikin gue kaget lu Dek, gue kira lu pocong mesum yang pengen dipeluk-peluk laki lu!"
Zee langsung memalingkan wajahnya ke arah Fabian, walaupun tangannya masih melingkar erat di leher suaminya.
"Diem lu, kalo ga, gue deportasi lu balik lagi ke Jakarta malam ini juga!" Ancamnya.
"Ampun deh Nyah!"Β
"Kamu kenapa?" Tanya Guntur bingung.
"Aku abis dapet pencerahan dari titisan Mario Teguh. Aku minta maaf ya udah egois sama kamu."
Guntur tersenyum dan membalas pelukan istri mungilnya, yang kini masih mengenakan mukena.
Kadang cunguk-cunguk itu bisa bermanfaat juga buat gue. Ga sia-sia gue bawa mereka kesini.
Hehehe...
__ADS_1
Mana jempolnya?
πππ