Istri Pilihan Aki

Istri Pilihan Aki
Zee and the gangs


__ADS_3

Zee selalu menjadi orang spesial dimanapun dia berada, bukan karena wajahnya yang cantik dan senyumnya yang manis karena tukang cilok bernama Uni langganannya, yang akhir-akhir ini menjadi viral pun wajahnya tak kalah cantik dengan Zee. Saking cantiknya wajah Sang tukang cilok bahkan dia sempat mengisi layar televisi karena diundang ke salah satu acara TV yang membuat Zee iri. 


Lalu apa yang membuat manusia spesies langka itu terkenal? 


Apa lagi kalau bukan kekonyolannya.


Zee terkenal di kalangan warga kompleks karena loyalitasnya yang sering mentraktir bakso warga kompleks meski dengan kata-katanya yang tak biasa. Seperti...


"Mas, tolong kasih baso ibu-ibu ini sama anak-anak mereka, istri Si Masnya juga sekalian saya traktir baso juga, jangan malu."


Sang Abang bakso pun langsung sumringah mendengar ada wanita cantik berbentuk bonsai itu akan memborong basonya, dia dengan sigap melayani mereka. 


"Mas kok baksonya enak?" Tanya Zee sambil menyuapi Kaisar.


"Soalnya saya pake daging asli." Jawab si Abang Bakso dengan tersipu malu, karena wanita cantik itu memuji baso buatannya. 


"Wah berarti Si Mas udah mitnah kalo abang baso yang laen, kalo jualan mereka ga pake daging asli. Parah si Mas ini. Ckck. Sesama pedagang jangan saling menjatuhkan Mas! Ya kan ibu-ibu?" Zee meminta dukungan para Emak-emak gratisan. 


Kompak mereka mengangguk membuat Si abang tersudut.


Lah kan dia yang ngomong. Kok jadi gue yang disalahin? Batinnya meronta. 


"Enggak Mbak, maksud saya, saya juga pake resep spesial yang diturunkan Ibu saya." Keringat mulai bercucuran saat dia menjelaskan kepada Zee agar dia tak salah sangka lagi. 


"Maksudnya Mas bikin basonya pake kolor gitu?" Ucap Zee dengan nada tinggi. 


Sontak hal itu membuat yang lain menghentikan acara makan mereka. Bahkan ada beberapa yang terbatuk-batuk tersedak kuah bakso yang pedas. 


Wajah Abang bakso itu langsung pucat.


"Nggak Mbak, saya berani sumpah saya gak pake yang begitu-begituan." Nada takut menahan tangis Zee dengar dari mulut si tukang bakso. Dia takut pelanggannya akan pada kabur mendengar hal itu. 

__ADS_1


"Ih, si Mas porno!" Ucapnya sambil menyuapi sisa baso terakhir kepada Kaisar yang tengah sibuk menggoda anak balita cantik seumurannya.


"Masa bikin bakso ga pake kolor, ntar ngagandul-gandul donk Mas ?" Ucapnya tanpa rasa bersalah sedikitpun karena telah membuat si Abang bakso tegang, bahkan sedikit menahan tawa membayangkan  sesuatu yang menggantung. 


*****


Zee memang loyal tapi kesombongannya tak bisa ditandingi oleh siapapun apalagi saat berkumpul dengan ibu-ibu lain dan biasanya terjadi lah obrolan-obrolan receh seputar ranjang, seperti yang dilakukan para emak-emak di yang hidup di galaxi Bima Sakti lainnya. 


Seperti sekarang ini saat dia dengan bangganya memamerkan tubuh seksi suaminya kepada para kaum mayoritas yang ada di dunia ini.


"Mommy Kai, Daddynya Kai kayaknya badannya atletis banget, emang ngegymnya dimana? Saya mau suruh suami saya buat ngegym di tempatnya Daddy Kai." Ucap Ibu Zeni yang selalu hampir ngeces bila melihat Guntur. 


"Ngegym di rumah aja, karena dia punya ruang fitnes sendiri. Tapi lebih seringnya ngegym di ranjang, dan aku sebagai alatnya." Bisik Zee.


Sorak sorai para emak-emak bergemuruh mengisi taman kompleks saat itu juga membayangkan tubuh seksi Guntur sedang olahraga berat. 


"Makin seksi aja dia tuh, liat deh perutnya udah kayak roti sobek." Sang istri durjana itu sedang memamerkan foto suaminya yang sedang berada di kolam renang bersama Kai. 


Kali ini bukan hanya sorak tapi jeritan histeris yang mereka keluarkan membuat para pengunjung lain menoleh ke segerombolan ibu-ibu berseragam dinasnya(daster).


"Ya Allah, Mommy Kai tiap hari liat pemandangan kayak gini, pantes aja awet muda." Serunya yang seperti enggan berkedip ketika menatap layar handphone milik Zee. 


"Bukan cuma liat, tapi juga menikmati." Entah azab apa yang pantas dia dapatkan karena telah menjual foto suaminya hanya untuk sekedar pamer. Benar-benar istri laknat. Jangan ditiru pemirsah! 


"Ya Allah, saya kudu apa ya, supaya suami saya seksi kayak gini?" Ibu Zeni masih tak rela mengalihkan pandangannya. 


"Susah lah Bu Zen, mau ampe Bu Zen mandi kembang tengah jalan ampe di cip*k Tronton juga ga akan dapet. Dia tuh hadiah dari Allah karena kesabaran aku dari dulu ampe akhirnya nikah sama Daddynya Kai." Benar-benar kesombongan yang hakiki. 


"JAMBREEET!!! " Teriakan seorang gadis yang handphonenya dicuri berhasil mengalihkan kumpulan seragam daster itu menoleh ke arahnya. Dengan cepat salah seorang ibu-ibu menyalakan motor matic nya untuk mengejar si jambret. 


"Aku ikut!" Tanpa meminta jawaban Zee naik di belakang. 

__ADS_1


The power of emak-emak sepertinya gelar yang pantas untuk diberikan kepada Zee dan kawan-kawan berdasternya. Mereka berhasil mengejar penjambret, dan menyerahkannya kepada yang berwajib. Walaupun sebelumnya Zee berhasil mendandani wajah Sang jambret hingga membuat wajah jeleknya jadi bertambah jelek.


"Kai panggilin Mbak es Cincau!" Ucapan Zee yang masih terengah-engah karena lelah.


"Onty Taiiiiiiiiii!" Teriak Kai pada wanita penjual Es Cincau bernama Tari sambil melambaikan tangan kecilnya. 


Dengan senyum yang dipaksakan wanita itu menghampiri balita calon playboy masa depan di taman kompleks. Siapa juga yang ikhlas nama cantik pemberian orang tuanya berubah menjadi kotoran karena dimodifikasi oleh Balita tampan itu. 


"Pada capek banget, abis pada ngapain? Senam?" Tanya gadis cantik bernama Tari. Ingat pemirsah, namanya Tari buka Taiiiiiii.


"Senam pake daster! Kita abis ngedandanin jambret." Jawab ibu Zeni Sang fotografer kejadian tadi. Karena saat mereka sibuk menghadang Penjambret dan Zee yang kembali mengeluarkan jurus taekwondo nya, Ibu bernama Zeni itu hanya sibuk mengabadikan momen tersebut. 


"Mommy Kai hebat banget tadi. Sekali hajar langsung keok!" Seru yang lain. 


"Makanya Daddynya Kai ga berani macem-macem sama aku, kalo ga aku sleding dia!" Jawab Zee yang sedang menikmati es cincau buatan gadis cantik yang masih berstatus mahasiswa.


"Mbak Tari, nanti ke rumah aja ya. Aku ga bawa uang. Sekalian aku bayarin minuman ibu-ibu yang lain juga. Mbak Tari juga kalo mau ambil aja jangan malu-malu nanti saya yang bayar." Ucap Zee sambil bangkit hendak pamit pulang kepada geng dasternya. 


"Bu ibu, aku pulang dulu. Bentar lagi Kakanda pulang, mau mandiin dia. Sampai jumpa di pengajian ntar malem!" Wanita bertubuh mungil itu pergi dengan mendorong sepeda roda tiga anaknya. 


Seperti itu lah para warga kompleks mengenal ibu muda cantik yang loyal dan sedikit somplak itu. Bukan hanya kecantikan ataupun kekayaan yang dimilikinya yang membuat mereka mendekatinya tapi karena cara dia bergaul dengan semua orang sekitar, dari yang muda hingga tua apalagi abg tanggung yang bening, selalu menjadi incaran keisengannya untuk sekedar membuat mereka GR. Zee juga dikenal sebagai sosok Ibu-ibu bermulut tanpa filter karena mulutnya bisa semanis madu bahkan sepahit empedu. 


Walau demikian tak ada warga yang tak suka kepadanya. Atau mungkin takut berurusan dengan makhluk ajaib itu, siapa yang berani mengusiknya maka akan bisa dipastikan hidup mereka tak akan tenang, karena dia punya seribu cara untuk menghantui orang-orang yang tidak menyukainya. 


Catatan:


Kesamaan nama tokoh dan peran memang disengaja... 😝😝


Jangan lupa ritualnya!!!


Like!

__ADS_1


Komen!!


vote!!!


__ADS_2