Istri Pilihan Aki

Istri Pilihan Aki
Ektra Part. Baim dan Flower 1


__ADS_3

Zee begitu terkejut melihat dua orang yang sangat ia kenal keluar dari gedung bioskop bersamaan dengan bergandeng tangan. Dua yang saat itu sedang menunggu suaminya membeli tiket langsung menghampiri keduanya yang seperti sedang dimabuk cinta. 


"Kalian ngapain? Kok gandengan? Kok senyum-senyuman? Kok bisaaaaaaaaa?" Zee terlihat panik membuat para pengunjung menoleh ke arahnya termasuk Guntur yang saat itu sedang mengantri tiket. 


"Kamu kenapa Yang?" Guntur segera menghampiri sumber suara kramat tersebut. "Flo kamu disini juga?"


Flower mengangguk, tapi dia semakin mencengkram erat lengan pria disampingnya karena gugup. 


"Kalian kesini berdua?" Tanya Guntur, walaupun terkejut Guntur masih bersikap biasa saja, berbanding terbalik dengan Zee yang terus terlihat panik. 


*****


Akhirnya Zee dan Guntur memilih mendengarkan cerita Baim dan Flower daripada menonton film yang mereka telah lama tunggu penayangannya. Keempatnya memilih pergi ke sebuah kafe terdekat. 


"Kok bisa?" Tanya Guntur pada keduanya. 


Akhirnya keduanya pun menceritakan awal mulai mereka mulai menjalin kasih yang dimulai dari rasa sakit hati keduanya. 


🐣Flashback🐣


Sang jomblo melakukan motornya dengan kecepatan tinggi saat keluar dari sebuah restoran, dia tidak memperdulikan wanita berjilbab ungu yang terus menatap kepergiannya tanpa sebab yang jelas. 


Baim kembali patah hati karena seorang wanita. Hampir dua bulan ia mendekati wanita yang selalu tersenyum bila menyapanya itu, yang seperti memberikan sinyal kepada Baim untuk ia bisa mendekatinya. Ternyata, semesta kembali mempermainkannya, wanita yang selama ini menjadi incarannya telah dimiliki orang, bukan lagi kekasih tapi suami. 


Baim terus merutuki nasibnya sepanjang jalan, ingin sekali ia memprotes kepada Sang Pencipta kenapa nasib percintaannya selalu buruk, selalu berakhir tragis? 


motor hitam yang melaju cepat itu tiba-tiba berhenti di sebuah jembatan yang dialiri oleh sungai yang sepertinya dalam. Wanita itu menatap pedih aliran air yang mengalir dibawahnya seolah ingin bersatu bersama aliran air tersebut. Bunuh diri maksudnya. 


"Flower!" Baim menarik paksa tubuh mungil wanita ber jeans hitam yang sedang naik ke atas beberapa besi yang memagari jembatan itu. 


Gadis itu terjatuh, menangis tersedu menatap jalan beraspal. Masih terlihat sedih dan terlihat raut wajah kecewa. 


"Istighfar Flo!" Ucap Baim sambil memeluk tubuh wanita yang terlihat sedang patah hati itu.


"Bunuh diri itu dilaknat oleh Allah!" Tegasnya. 


"Siapa yang mau bunuh diri Kak?" 

__ADS_1


Baim melepaskan pelukannya, menjauhkan tubuh mungil itu agar dia bisa melihat raut wajah flower. 


"Terus tadi ngapain?"


"Hape aku nyemplung." Rengek Flower. 


Flower pun menceritakan kisah cintanya pada Baim yang berakhir tragis. Di tepi jembatan itu mereka memulai kisah cinta mereka yang tak kalah berliku. 


Dua bulan berlalu, Flower dan Baim masih menutupi hubungan mereka dari siapapun, termasuk Zee dan Guntur. Bahkan mereka memang tak ingin kedua spesies itu tahu jika keduanya menjalin hubungan. 


Baim masih tidak percaya diri dengan statusnya yang hanya seorang guru Bahasa Inggris di salah satu sekolah swasta. Apa kata dunia jika dia ketahuan berpacaran dengan anak seorang pengusaha kaya, yang kekayaannya bisa menghidupi tujuh turunannya. Dia yakin semua orang akan membully nya karena menganggap memanfaatkan kekayaan Flower. 


Sedangkan Flower, bukan status yang dia permasalahkan, tapi karena sikap mesum Baim yang gak ketulungan membuatnya enggan memperkenalkannya sebagai kekasih kepada keluarganya. Flower yakin kedua orang tuanya pasti tidak akan setuju anak gadisnya menjalin kasih dengan pria mesum. 


🐣Flashback Off🐣


"Terus mau sampe kapan kalian nyembunyiin hubungan kalian dari kami?" Guntur yang bertanya. 


Keduanya hanya terdiam sambil sesekali saling bertatapan seolah meminta jawaban dari lawannya. 


"Tapi kalo Papa malah ga ngerestuin hubungan mereka terus nyuruh si Baim ngejauhin Flower sambil ngasih sekoper uang gimana Say? 'Jauhi anak saya!' kata Papa sambil ngasih uang ke si Baim." Ucapnya, entah drama di drakor apa yang sedang dia mainkan saat itu. 


Ketiganya menghela nafas panjang, lelah dengan pemikiran Zee yang terlalu mendramatisir keadaan. 


"Kalo Papanya bener ngelakuin itu, gue ambillah duitnya." Baim nyengir. 


"Kok Kak Baim gitu sih?" Flower mencebik. 


"Buat ngelamar kamu!" 


"Dasar rakyat jelata, masa elu mau ngelamar Flower pakek duit mertua gue?" Nyonya besar murka. 


"Ga usah berpikiran sejauh itu, kamu ke rumah aja besok, ntar kita temenin. Ya kan Yang?"


Zee mengangguk. "Iyalah, aku juga mau liat proses mengharukan penolakan Baim."


"Tek kasih semangat gue ngapa! Elu mah bikin gue tambah gak pede aja tau."

__ADS_1


Cling sebuah ide muncul di otak berkapasitas kecil itu. "Gimana kalo kamu ngaku kamu lagi hamil Flo! Pasti Mama dan Papa mau gak mau langsung nikahin kalian hari itu juga. Gimana?"


Ketiganya hanya terdiam, mereka benar-benar tak habis pikir dengan ide bodoh ibu muda itu. 


"Kalo Mama ga percaya, ntar aku yang saksinya."


"Maksudnya kamu nyaksiin mereka ena-ena secara live Yang?"


"Boro-boro mau ngehamilin dia, ciuman aja kita belum pernah." Ucap Baim dengan polosnya. 


"APAAAAA???" Guntur terlihat sangat terkejut dibanding istrinya. "Kok bisa? Emang adek gue kurang apa sampe elu gak mau nyium dia?" Kini Guntur yang murka. 


"Kok kamu ngomong gitu sih Say? Emang Baim itu kamu? Tukang nyosor kayak soang." 


"Normal Yang, kalo cowok normal itu ya gitu, liat cewek yang dia taksir bawaannya pengen nyosor aja. Aku jadi meragukan kejantanannya."


"Dih, jadi titisan soang aja bangga. Aneh aku sama kamu. Setiap orang pasti beda-beda lah menyikapi rasa sukanya. Kok kamu gitu sih sama sahabat aku?"


"Harusnya aku yang nanya gitu ke Baim? Dia kan mesumnya nauzubillah, kok bisa orang yang otaknya mesum kayak dia bisa bertahan gak nyium adek aku yang cantiknya nauzubillah juga. Kan aneh? Dia sebenernya suka apa ga sih sama Flo?"


"Udah ah capek aku ngomong sama titisan soang kayak kamu!" Zee beranjak dari tempat duduknya. 


"Kok kamu malah marah sama aku sih Yang?"


"Jangan ngomong sama aku! Malam ini kamu tidur sama Kai! Aku kesel."


"Yang kok jadi begini?" Guntur berlari menyusul Sang Ibu Negara yang sedang marah besar. Sudah bisa dipastikan tak akan ada kehangatan malam ini. 


Sedangkan kedua pasangan yang sedang dimabuk cinta hanya bisa melihat kepergian keduanya dengan helaan nafas panjang. 


"Kok jadi begini sih Flo?"


"Aku juga bingung. Kok malah jadi mereka yang berantem, terus urusan kita gimana ini?"


Masih pengen tau kelanjutannya? 


Mana suaranya?????? 

__ADS_1


__ADS_2