Istri Pilihan Aki

Istri Pilihan Aki
Kok Kuncup?


__ADS_3

Kaisar Abinaya Basupati Perkasa sebuah nama yang bermakna Pemimpin yang perkasa yang selalu bersemangat dan tidak takut mati nama yang begitu gagah Zee berikan kepada putra pertama mereka. 


Guntur begitu terkejut mendengar nama indah yang Zee buatkan untuk bayi kecil mereka. Karena dia pikir anak mereka akan diberi nama Kim Jong-in ataupun Kim Jong-un  atau apalah itu seperti nama pria idamannya yang sering Guntur salah ucapkan. 


"Dapet wangsit dari nama lu ngasih nama sekeren itu?" Ucap Egy yang juga takjub dengan nama bayi tampan itu.


Zee hanya tersenyum sambil memukul dadanya dengan wajah sombong. "Gue!"


"Hai, sekarang kamu udah punya nama bukan Junior lagi. Emak kamu lagi kesambet Albert Einstein kali waktu dapetin nama itu." Ucap Egy disambut tangis sang bayi. 


"Tuh kan nangis lagi. Kata gue juga kalian jangan suka ngejelek-jelekin gue. Anak mana yang mau denger Mommynya di jelek-jelekin orang, apalagi Cunguk kayak kalian." Zee mengoceh seperti seorang Emak-emak sejati.


Ucapan Zee membuat Egy ingin menjambak rambutnya seperti yang dia lakukan dua hari lalu.


"Kayaknya azan kita kagak masuk ke kupingnya Junior, sepertinya kita emang harus undang Aa Gym, Ustaz Abdul Somad sama Kiayi-kiayi terkenal supaya ngazanin anak si Ketek. Masih orok aja sombongnya ga ketulungan." Ucap Fery, karena Junior selalu menangis tiap kali digendong Fery.


Baim mengangguk. "Kemaren aja masa digendong lama sama bapaknya dia aman-aman aja, lah giliran gue gendong langsung ngompol."


"Masih mending, lah dia tiap kali aku gendong pasti gumoh. Noh liat!" Timpal Fabian yang terlihat kesal karena baru mendapat jekpot dari sang keponakan beberapa menit yang lalu. 


"Muka Kakak kan emang bikin enek." Ucap Zee tanpa menyaring dulu perkataannya hingga medapatkan toyoran dari sang Kakak. 


"Say, pala aku ditoyorin mulu sama dokter gendut itu!" Rengek Zee yang tengah dipijit kakinya oleh Guntur karena bengkak.


"Tek anak lu ga berenti nangisnya." Egy kebingungan melihat Junior yang terus menangis.


"Sini mau nen lagi kali." Guntur mengambil Junior dari gendongan Egy. 


Melihat bayinya meminta disusui membuat Zee cemberut. "Sakit Say! N*nen akunya perih banget." Rengek Zee. 


"Pelan-pelan aja ya N*nennya Mommy kamu jadi kesakitan tuh, kasian." Guntur berbicara pada bayinya yang baru berumur dua hari itu. 


Tirai tempat tidur Zee ditutup karena ada Fabian dan ketiga sahabatnya.


Greb. 

__ADS_1


Kuku Zee kembali menancap di tangan Guntur karena menahan rasa sakitnya yang sedang menyusui Junior.


"Sakit Say." Zee meringis kesakitan hingga membuatnya menangis. 


"Sabar Yang, aku juga sabar nih nahan sakit." Jawab Guntur dengan wajah seperti orang sedang senam muka menahan rasa sakit di tangannya.


🐣🐣🐣


Selang beberapa saat seorang bidan cantik masuk ke kamar Zee membuat ketiga Cunguk sumringah.


"Ibu Zivanna?" Tanya Sang Bidan memastikan. 


"Mommy bukan ibu!" Jawab Zee yang tidak Terima dipanggil ibu membuat yang mendengarnya geleng-geleng kepala, sedangkan Sang Bidan hanya tersenyum. 


Sang Bidan cantik itu datang untuk mengajarkan Zee cara memandikan dan membersihkan tali pusar bayi mereka dengan benar. 


"Say, kok Tututnya Junior kuncup kayak gitu? Ga kayak punya kamu!" Zee panik melihat kondisi kelamin bayinya. Karena ini pertama kalinya Zee melihat bayinya telanjang, biasanya Guntur atau perawat yang menggantikan popok bayinya selama dua hari ini sejak dia dilahirkan.


"Dasar pe'a!" Ketiga Cunguk bergantian menoyor kepala ibu muda yang baru melahirkan itu.


"Elu kalo mau nanya mikir dulu ngapa Tek!" Bentak Baim.


Sang Bidan hanya bisa menutup mulutnya dengan punggung tangan berusaha untuk tidak tertawa. Sedangkan Fabian terlihat sangat malu mendengar pertanyaan adiknya yang bisa menjatuhkan reputasinya di depan rekan kerjanya. 


"Kan belum disunat Yang, ntar juga kalo udah disunat sama kayak punya aku!" Jawab Guntur apa adanya, tapi kelewat vulgar.


"Gak usah diperjelas juga Oon! Ntar ada yang ngebayangin lagi." Ucap Fabian sengaja menggoda rekan kerjanya yang masih single. 


Bidan itu tersenyum malu mendengar godaan Fabian. "Apa sih Pak dokter!"


"Dia bukan ade saya ya! Dia cuma numpang dikandungan Mama saya!"Ucap Fabian kepada Bidan cantik itu.


"Kan aku baru liat. Dari kecil aku maen sama mereka juga mereka ga pernah pamerin punya mereka ke aku, palingan tamiya yang mereka pamerin!" Zee membela diri sambil menunjuk ketika Cunguk dengan matanya. 


"Heh Pe'a ngapain gue pamer-pamerin begituan!" Egy sewot. 

__ADS_1


"Sabar ya Junior, kalau kamu malu pura-pura bobo aja yah! Banyak-banyak istighfar ya!" Fery mengusap-usap rambut bayi Zee yang sedang dimandikan oleh Sang Bidan cantik.


"Tek lu kan udah jadi Emak, omongan lu harus dijaga Tek. Filter dulu ma elu! Pikir, pantes kagak itu kata-kata yang bakal lu omongin? Ada faedahnya kagak nanti buat yang denger?Jangan semua yang ada diotak lu tumpahin begitu aja! Ambyar urusannya." Baim Sang Guru muda menasehati Zee, seolah berbicara pada anak muridnya.


🐣Beberapa saat kemudian🐣 


"Dah ganteng deh sekarang!" Ucap Sang Bidan yang baru selesai memasang bedong baby Kaisar. 


"Namanya siapa bu?" Tanyanya sambil menimang-nimang bayi Zee yang kini sedang mencari put*ng Mommynya. 


"Mommy Bu Bidan, bukan ibu! Jangan bikin saya jadi ibu-ibu napa!" Bentak Zee. 


Ketiga Cunguk hanya bisa mencibir.


"Dasar Emak-emak ga tau diri!" Ejek Fery. 


"Namanya Kaisar Aunty, panggil aku Baby Kai." Ucap Zee menirukan ucapan anak kecil, yang kini tengah menggendong bayinya dari tangan Sang Bidan. 


"APAAAA?" Ucap keempat suami Zee ditambah Fabian. 


Guntur begitu terkejut mendengar nama panggilan putranya. Masa gue harus ngasih nama panggilan anak gue sama kayak nama saingan gue?


"Kok Kai sih Yang! Kita panggil dia Kaisar aja lah ga usah disingkat-singkat!" Protes Guntur. 


Walaupun dia tahu betul protesnya tak akan didengar oleh istrinya yang maha benar, setiap ucapannya seperti hukum yang harus mereka taati.


"Ya udah Baby Jong-in aja gimana?" Jawab Zee tanpa merasa bersalah sedikitpun melihat raut wajah suaminya yang sudah pucat pasi karena kesal.


Guntur terduduk lesu di sofa kamar itu, dia hanya bisa pasrah.


Masa bodo dia mau panggil Kai kek Joging kek, Jong-in kek. Gue akan tetep manggil anak gue Kaisar. 


Zee : Kok klean-klean ga ada yang nengokin aku sih? Kalo si Author mah udah jelas lagi Misquin dia!


Author :😭😭😭😭

__ADS_1


__ADS_2