Istri Pilihan Aki

Istri Pilihan Aki
Planning Honeymoon


__ADS_3

"Emang dia kenapa Bos?" Tanya Fery pura-pura pilon.


"Kartu kreditnya aku sita, abis nakal." Sambil mengelus-elus puncak kepala istrinya.


"Nanti-nanti mah dipasung aja sekalian." Timpal Baim.


"Terus aja lu pada hasut laki gue. Seneng banget lu liat gue susah." Jawab Zee ketus. "Liat aja kalo kartu gue udah balik lagi di tangan gue, ga bakalan gue mau kenal sama kunyuk-kunyuk kayak kalian!"


"Lu tuh ya lagi susah aja masih aja sombong, kena azab lu!" Jawab Fery.


"Kamu udah makan?" Tanya Guntur yang tidak melihat piring bekas makanan di meja Zee.


"Belum, aku ga dikasih makan sama si Egy, mentang-mentang sekarang aku kembali jadi rakyat jelata kayak mereka."


"Waaahh parah, masa istri aku yang cantik sejagat raya ini ga ditawarin makan."


"Iya Say, cacing yang lagi khasidahan aja ampe kedengeran saking nyaringnya." Kata Zee yang kini sudah menggelendot manja pada suaminya. Dia sudah kembali ke wujud aslinya. Membuat mual ketiga sahabatnya itu.


"Sekarang juga, aku beli kafe ini sama tiga cunguk itu." Menunjuk ke arah ketiga orang yang sedang menatap jijik ke arah pasangan abnormal itu.


"Ide bagus Say, ntar mereka aku jadiin tempelan kulkas di dapur kita." Timpal Zee. "Kalo si Fery biar kita jadiin boneka dasbor, muka dia kan mirip tuh sama boneka dasbor kamu, biar si gukguk ada temennya di mobil."


"Songong banget, lu nyamain muka gue sama boneka gukguk! Kalo aja lu bukan bini bos gue, udah gue pites lu!" Ancam Fery.


"Heh kalo gue bukan bini bos lu, gue pastiin lu ga bakalan kerja di kantor laki gue. Lupa lu siapa yang masukin lu kerja?"


"Maaf Nyah!! Jangan pecat saya Nyah!" Seraya memohon-mohon kepada Zee, diiringi gelak tawa yang lain.


"Maafin aja Yang, masa kamu tega menindas orang yang tertindas?"

__ADS_1


"Makin hari makin alay nih pasangan mesum." Kata Egy yang sudah greget ingin menjambak rambut Zee.


"Nyanyi yuk!" Ajak Guntur.


"Ayok."


"Woy, izin dulu sama yang punya  kafe! Maen nyelonong aja lu pada." Kata Egy ketika melihat pasangan absurd itu pergi menuju panggung.


Zee hanya mencibir ke arah sahabatnya yang sedang kesal itu.


Lagu Beauty and the Beast berhasil mereka lantunkan dengan sangat romantis, membuat para pengunjung terhanyut dalam momen romantis yang Guntur dan Zee ciptakan. Walaupun sebagian besar pengunjung wanita hanya menatap kagum ke arah Guntur. Dan terselip kecemburuan diantara mereka, karena ingin berada di posisi Zee.


"Harusnya baitnya diganti tuh, jadi Handsome and the Beast." Ledek Egy yang masih kesal.


"Maksud lu gue gitu the Beast-nya?" Zee sewot mendengar kata-kata yang keluar dari mulut sahabatnya itu.


"Tek kapan lu mau ngasih ponakan buat kita?" Tanya Fery dengan wajah serius.


"Kita aja udah dua tahun nikah belum pernah bulan madu, masa mau langsung punya anak?" Zee sedikit merajuk.


"Yuk sekarang aja kita bulan madu disana!" Sambil menunjuk sebuah hotel berbintang di seberang kafe Egy.


"SAYAAAAAAAANG!!!" Zee teriak sejadi-jadinya membuat semua mata pengunjung kafe beralih kepadanya.


"Berisik lu pe'a!" Kata Baim membungkam mulut Zee.


Kemudian mereka cekikikan melihat semua mata telah tertuju pada sekelompok makhluk mesum yang sedang berkumpul.


"Emang kamu mau kemana?"

__ADS_1


"Hmmmm…??" Zee mengetuk-ngetuk pelipisnya sambil memikirkan tempat romantis yang akan dia dan suaminya kunjungi.


"Gimana kalo ke Bali?" Tawar Guntur.


"Mauuuuuuu." Dengan wajah seperti seekor anak kucing yang menggemaskan.


"Sekalian ajak mereka juga!" Menunjuk pada ketiga orang yang sedang dalam mode mupeng.


"Asyiiiiikkk…!" Sorak ketiganya kompak.


"Mau ngapain ngajakin mereka, nyuruh nonton bok*p secara live?"


" Woy, tuh mulut isinya sampah semua ya?" Jawab Fery yang kaget dengan jawaban Zee.


"Lumayan Yang, buat angkat-angkat koper kita nanti disana, kamu juga ga harus tenteng-tenteng kantong belanjaan kan kalo ada mereka!" Jawab Guntur sambil menyeruput ice Cappucino yang mulai berembun.


"Sekalinya ditraktir jalan-jalan cuma buat dijadiin kacung doang." Baim menimpali kelakar dari suami sahabatnya.


Walaupun sebenarnya itu adalah tanda terima kasih Guntur kepada para sahabat istrinya yang sudah menjaga dan menyayangi istrinya selama ini.


Begitupun para cunguk, mereka juga tau apa misi tersembunyi di balik acara jalan-jalan gratis itu.


Gelak tawa pun tak hentinya keluar dari mulut mereka, yang terkadang membuat mereka jadi pusat perhatian.


Tiga pria itu turut ikut berbahagia melihat limpahan cinta yang Guntur berikan untuk sahabat mungilnya yang sangat mereka sayangi layaknya saudara sendiri.


Siapa nih yang mau ikut jalan-jalan gratis ke Bali?


Boleh Absen, ntar aku sampein ke Aa Guntur

__ADS_1


👍👍👍


__ADS_2