Istri Pilihan Aki

Istri Pilihan Aki
Belajar bernyanyi


__ADS_3

Kecerdasan seorang anak dapat dilihat dari seberapa dia ingin tahunya terhadap apa yang ada disekitarnya, dan itu berlaku untuk Kaisar. Zee yang memiliki kapasitas otak hanya satu gigabyte jadi sering dibuat oleng karena pertanyaan-pertanyaan anaknya yang bisa dibilang sangat ajaib. Pernah suatu hari dia bertanya. 


"Mom, mata aku ada dua, kenapa aku cuma liat satu?" Pertanyaan polos itu meluncur begitu saja dengan mulusnya saat dia sedang memandang sekumpulan burung yang ada di taman komplek. 


Lah seorang Zee yang kapasitas otaknya hanya setara handphone jadul jadi dibuat pusing dengan pertanyaan buah hatinya, bahkan pertanyaan itu pun tak pernah terlintas dipikirannya. Karena moto hidupnya adalah  menikmati apa yang sudah Tuhan berikan, tanpa harus memikirkan hal yang membuatnya kejang. 


"Itu takdir Illahi. Mommy aja ga tau kenapa. Coba nanti kita tanya Daddy, siapa tahu Daddy tahu jawabannya." Seperti biasa Guntur lah yang selalu jadi sasaran pertanyaan sulit dari Kaisar. 


Maklumlah, otaknya udah terisi penuh dengan drama-drama Korea beserta para pemain prianya yang tampan. 


Hari menjelang petang saat Guntur menjemput anak dan istrinya di taman, dan seperti biasa mereka selalu jadi pusat perhatian para emak-emak yang selalu mendambakan suami seperti Guntur.


"Permisi dulu ibu-ibu kita pulang dulu. Mau mandiin Daddynya Kai dulu." Zee sengaja menggoda para ibu-ibu yang selalu lupa jika mereka sudah beranak pinak jika bertemu dengan suaminya. 


"Bae-bae bu Zeni, matanya nganclok!" Lanjutnya!


Guntur hanya tersenyum melihat kelakuan jahil istrinya sambil menggendong Kaisar di pundaknya.


"Mom, kenapa langit sore jadi warna olen?" Ucap Kaisar yang sedang memandang langit senja yang didominasi warna jingga keemasan.


"Tanya Daddy, Mommy udah kebelet pipis." Zee berlari begitu saja meninggalkan kedua prianya. 


🦆🦆🦆


Walaupun termasuk balita yang cerdas, Kaisar yang baru berumur 3 tahun kadang masih suka kesulitan mengucapkan kata-katanya. 


Saat ini dia sedang kesulitan berkata 'kecil' yang akhirnya menjadi 'kitil' dan tidak bisa menyebutkan kata yang berawalan 'Be' kemudian akan dia ucapkan menjadi 'Me', dan hal itu sering menjadi bahan candaan para Cunguks. Seperti saat ini saat ketiga perjaka ting-ting itu sedang berkumpul di rumah Zee. 


"Kai, apel Om Aim gede apa kecil?" Tanya Fery sambil membandingkan apel miliknya dengan milik Baim. 


"Kitil." Jawab Kaisar dengan cepat. 


"Kalo mobilan Kaisar gede apa kecil?" Lanjut Egy.


"Kitil!" Jawabnya cepat sambil mengangkat mobil kecil berbentuk bus kecil.


"Kaisar udah gede apa masih kecil?"


"Masih kitil."


Zee yang tahu tentang pikiran kotor mereka langsung mengambil alih anaknya dari asuhan mereka. 


"Bisa gesrek kayak kalian anak gue lama-lama diasuh ma elu-elu pada!" Zee menuntun Kaisar ke dalam agar bermain bersama Flower yang juga sedang berkunjung ke rumah mereka. 


"Main sama Onty aja ya! Belajar nyanyi sama Onty Flo!" 

__ADS_1


Dengan semangat dia pun menghampiri Ontynya yang selalu memanjakannya dengan jajanan enak seperti coklat dan icecream. 


"Tek, anak lu bahaya Tek, untung masih ada huruf 'k' di depan kata 'kitil', coba kalo kagak? Waaaaah ambyar urusannya seorang anak Guntur Alvaro Perkasa bahasanya bikin otak orang belok kiri." Ucap Fery


"Otak elu aja yang udah pada geser!" Bentak Zee sambil melemparkan cemilan ke wajah Fery.


Tiba-tiba dari ruang keluarga terdengar suara Flower yang tertawa terbahak-bahak hingga memancing mereka untuk menghampirinya. 


"Ada apa Flo? Kamu ngetawain apaan sih?" Tanya Guntur yang baru turun dari kamarnya sehabis membersihkan diri. 


"Onty ketawain aku yang lagi nyanyi." Jawab Kaisar sambil menahan tangisnya agar tidak pecah melihat Ontynya seperti mengejek dirinya yang tengah bernyanyi. 


"Emang Kai nyanyi apa?" Tanya Zee.


"Aku mau nyanyi malonku tapi Onty nyuluh aku nyanyi potong *e*ek angca. Teyus Onty tawa."


Ingat pemirsah, Kai tidak bisa menyebutkan kata berawalan huruf 'Be' dan akan menggantinya dengan 'Me', jadi bayangkan jika awalan 'Be' pada 'Bebek' diubah menjadi 'Me'! 


"Abis Kai lucu, maapin Onty ya Kai, entar Onty beliin ice cream jumbo!" Flower mencium pipi lembut dan gembul ponakannya. 


"Tapi sebelumnya, Kai bisa nyanyiin lagi ga lagu potong bebek angsa angsa? Kan Om Fery, sama Om Aim belum denger." Bujuk Fery. 


Sedangkan Egy sudah siap dengan handphone di tangannya untuk merekam lagu Potong Bebek Angsa yang akan diaransemen ulang oleh Balita tampan tersebut. 


"Ga usah, ntar Mommy aja yang beliin ice creamnya!" Zee tidak ingin anaknya jadi bahan bulian Cunguks. 


Dia pun turun dari gendongan Daddynya dan mulai bernyanyi dengan riang.


"Potong *e*ek angca, macak di tuali,,,, 


Nona minta canca, canca empat tali,,, 


lolong te tili,,, 


lolong te tanan,,, 


Lalalala… "


(Nyanyi yang bener! Jangan ikutin Kaisar!)


Dan seperti itu lah salah satu momen yang paling tak terlupakan di proses tumbuh kembang Kaisar. 


🐣🐣🐣


Zee yang harus menghadiri seminar kuliner terpaksa harus menitipkan buah hatinya kepada Guntur untuk dua jam kedepan, karena jarak hotel tempat dilakukannya seminar dekat dengan kantor suaminya dibandingkan harus menitipkan Kaisar kepada orang tuanya. Dan belum tentu juga Kaisar mau ditinggal dengan mereka. 

__ADS_1


Di kantor Guntur sudah ada OB bernama Husen atau Kaisar memanggilnya Pak Ucen yang biasa menemaninya berkeliling kantor ataupun menemaninya di playground yang berada di kantor tersebut. 


"Daddy mau rapat dulu sebentar ya. Kaisar sama Pak Ucen aja Oke!" Guntur mengajak anaknya untuk Hi five dengannya. 


"Saya tinggal dulu, maenan Kaisar, ada di box yang ada di ujung sana!" Ucap Guntur sebelum pergi ke ruang rapat. 


"Aku boleh maen sama Opa?"


"Opa juga ikut rapat sama Daddy, this won't take along! Daddy janji." Guntur mengangkat jari telunjuk dan tengahnya bersama kemudian mencium pipi yang beraroma bedak bayi itu. 


Kaisar yang sejak dalam masa kandungan sering berkeliaran di kantor ayahnya sudah sangat akrab dengan keadaan kantor ayahnya. Para staf dan pegawai pun sudah sangat akrab dengan balita menggemaskan yang wajah sudah sering muncul di televisi sedari bayi.


"Kai mau main apa?" Tanya sang OB sambil membuka kotak besar berisi mainan Kaisar. 


"Aku mau maen sama Om Peyi." Jawabnya, mengajak Pak Ucen ke ruangan kerja Fery yang berada dua lantai di bawah ruang kerja Guntur. 


Dengan Riang Kaisar memasuki ruang kerja Fery, ternyata disana sedang ada sangat kekasih hatinya yang sedang menunggunya di sudut ruangan. 


"Hei Little Boss, kesini sama siapa?"


"Pak Ucen."


"Maksud Om, ke kantor Daddynya sama siapa?"


"Pak Min (supir)"


Fery mengepalkan tangan, kesal dengan jawaban dari anak atasannya itu. "Mommy kamu mana?"


"Telepon aja. Aku ga tau." Jawabnya, karena memang dia tidak tahu sang Mommy pergi kemana. 


"Kai, ikut Tante Niken ke kantin yuk!" Ajak Niken sambil menghampiri Kaisar. 


"Wah, tante Iken cantik, kayak kuntilanak." Kaisar terlihat takjub melihat Niken yang terlihat cantik dengan gaun putih dan rambut panjangnya yang dibiarkannya terurai. 


🐣Pengumuman Nyonya Besar... 🐣


Selamat berpuasa, selamat berbuka, selamat sahur, selamat idul fitri, selamat hari kemerdekaan atau selamat hari apapun saat klean-klean baca ini.


Karena cerita Zee udah di penghujung episode (bahasa gue kayak ibu negara beneran yak?) dan banyak yang minta dibikin sekuelnya, so beberapa episode ke kedepan akan banyak menceritakan kisah Baby Kai yang nantinya jadi pemeran utama di cerita selanjutnya.


Jangan pernah berharap dia akan menjadi cowok cool, dingin dengan tatapan mata tajam yak!


Emak bapaknya aja somplak, sooooo jangan berharap dia seperti cowok cool di novel yang suka klean-klean baca. Itu mustahil...


Jangan lupa ritualnya!

__ADS_1


Like, komen, n votenya.


Terima Gajih... 🙏🙏🙏


__ADS_2