Istri Pilihan Aki

Istri Pilihan Aki
Marah


__ADS_3

Zee bingung harus berbuat apa. Tak berselang lama, Zee pun masuk ke kamar mereka dan melihat suaminya sudah ada dibalik selimut. Tubuh mungil itu naik ke ranjang dan duduk disamping suaminya.


"Say maafin aku. Aku janji ga akan bikin kamu khawatir lagi." Tapi Guntur membalikan tubuhnya membelakangi Zee.


Zee memeluk tubuh kekar suaminya dari belakang.


"Jangan marah lagi ya?"


Guntur tak menanggapi.


"Emang kamu ga mau ndusel-ndusel dulu?"Β 


"Lagi ga minat." Suaranya sudah tak sekasar tadi, Zee sudah bisa bernafas lega, dia melingkarkan kaki dan membalikan tubuh suaminya agar menghadap kepadanya.


Guntur begitu terkejut melihat istrinya yang sudah tidak mengenakan baju, hanya bra dan celana dalam yang masih menempel di tubuhnya.


"Ka,,ka,,kamu lagi ngapain?"Β 


"Aku kira tadinya kamu pengen ndusel-ndusel. Kan gaun tadi gada kancing depannya jadi harus aku buka lah."


Guntur hanya menelan ludah, dia tidak menyangka dengan cara istrinya meminta maaf kepadanya.


"Kalo kamu ga mau, yaudah aku mau masak dulu. Kamu belum makan kan?" Kemudian beranjak dari tempat tidur, tapi langkahnya terhenti ketika Guntur menarik tangannya, yang membuatnya jatuh ke pangkuan suaminya dan kemudian memeluk tubuh Zee yang sedari tadi ingin ia peluk karena merasa lega tidak terjadi apa-apa pada istrinya, dan mencium bibir mungil Zee begitu menggemaskan itu.


"Kamu ngapain? Tadi ditawarin ga mau!" Dia mendorong tubuh suaminya. Kali ini giliran Zee yang jual mahal.


Kita liat siapa yang akhirnya minta maaf.


"Maafin aku Yang!" Guntur memeluk tubuh mungil Zee. "Maafin aku udah bentak kamu. Aku khawatir banget sama kamu." Membenamkan wajahnya di tekuk sang istri.


Senyum kemenangan pun tersungging di wajah mungil Zee.


Dan adegan mesum seperti bayangan kalian pun dimulai.


*

__ADS_1


Pagi menjelang siang, tapi sepasang anak manusia masih belum beranjak dari tempat tidur, mereka masih betah bersembunyi dibalik selimut yang menutupi tubuh polos mereka.


Guntur melingkarkan tangan dan kakinya yang panjang pada tubuh mungil Zee, dan memandangi wajah mungil istrinya yang masih terlelap tidur. Entah apa yang dia mimpikan hingga senyuman indah tersungging di bibir kecilnya.


"Yang, udah siang nih. Kamu ga ke toko?" Sambil terus menciumi wajah istrinya yang masih terlelap.


Zee hanya menggeliat, meregangkan otot-ototnya, lelah sekali ia rasa saat itu, seperti habis maraton 10 keliling GBK, kemarin adalah hari yang membahsgiakan sekaligus melelahkan, ditambah lagi dia dibantai habis-habisan oleh suami mesumnya.


"Cape." Dengan suara serak khas bangun tidur.


"Massage ke salon aja!"


"Ogah malu."


"Massage aja malu. Aneh."


"Nih liat sama kamu!" Menyibakkan selimut yang menutupi tubuhnya. "Gimana ga malu coba, badan aku belang-belang begini." Zee menunjukkan kissmark karya suami mesumnya hampir memenuhi dadanya. Kemudian mengangkat kakinya yang juga terdapat beberapa hasil karya Guntur di paha mulus Zee.


"Hehehe. Ya udah sini aku aja yang massage kamu."


"Cih,,,bilang aja mau pengen lagi." Kata Zee yang kini sudah berada diatas tubuh suaminya yang masih telanjang, karena dia tahu apa isi pikiran mesum suaminya.


Pertempuran mereka yang kedua untuk menyambut pagi cerah pun dimulai, Zee yang mendominasi kali ini.


**


Ting,,,


Ting,,,


Ting,,,


Terdengar suara notifikasi pesan masuk ke Hp Guntur, yang kala itu sedang sibuk dengan laptop di pangkuannya hari ini dia memilih menemani istrinya di rumah, sedangkan Zee sedang berleha-leha di depan tv, dengan toples cemilan di pangkuannya. (Jauh banget perbedaannya, lakinya mangku laptop, bininya mangku toples)


"Say hp kamu berisik banget, buka dulu napa!"

__ADS_1


"Paling pesan dari grup chat." Jawab Guntur, tanpa membuka pesan yang akan membuatnya pingsan bila melihatnya.


Tak lama nada dering handphonenya menggema di ruangan itu, sebuah panggilan telepon masuk dari Dimas.


"Ada apa Bro?" Tanya Guntur pada si penelpon.


"Lu udah liat email dari gue belum?"


"Blom. Mangnya apaan?"


"Liat sendiri aja sama lu!"


"Kalo sampe ga penting, gue potong gaji lu bulan ini!" Ancam Guntur.


"Dan gue berdoa lu ga pingsan liatnya nanti." Balas Dimas, dengan suara sedikit mengejek.


Sambungan telepon pun terputus. Guntur segera membuka email yang diterimanya beberapa menit yang lalu dari Dimas.


Begitu terkejutnya Guntur melihat foto istrinya yang sedang tersenyum lebar bersama seorang pria tampan.


Terlihat juga pria itu sedang melingkarkan tangannya di bahu kecil istrinya, ada juga gambar yang menunjukkan Zee dengan wajah cantiknya sedang menyilangkan telunjuk dan ibu jarinya membentuk hati kecil ke arah kamera bersama pria tersebut dan tersenyum manis ke arah kamera. Dia mengenakan gaun yang sama persis dengan yang ia kenakan kemarin.


Dengan wajah merah karena marah Guntur menghampiri istrinya yang sedang asyik menonton drakor favoritnya.


"Ini maksudnya apa?" Bentak Guntur. "Siapa laki-laki itu?" Dengan nada yang masih sama seraya melemparkan handphone keluaran terbarunya tepat disamping Zee.


Zee begitu terkejut melihat foto-foto dirinya di handphone suaminya.


"Siapa cowok itu?" Bentak Guntur sekali lagi.


"Mas Kai." Jawab Zee dengan wajah tertunduk seperti seorang siswa yang ketahuan bolos sekolah oleh gurunya.


Waduuuuhh,,, kerja rodi kalo gini mah urusannya...Zee membatin


Siapakah Mas Kai yang Zee maksud?

__ADS_1


Apakah dia akan menjadi PEMBINOR di cerita ini?


sumbang jempolnya donk syantiiikk...πŸ‘πŸ‘


__ADS_2