
Setiap ada awal pasti ada akhir, pertemuan diakhiri sebuah perpisahan, entah itu berakhir manis ataupun berakhir luka. Tapi tidak dengan cerita mereka yang tidak akan ada habisnya untuk diceritakan.
Pada akhirnya jodoh sudah ada yang mengatur entah seberapa besar kita menjauhinya tapi jika Tuhan telah menentukan dia adalah jodohmu mau dikata apa?
Ataupun entah seberapa besar keinginan kita untuk memilikinya, tapi jika dia bukan jodohmu, ya cari yang lain! Yang lebih tajir kalo bisa!
Seperti Guntur yang dengan lapang dada menerima wanita dari spesies langka itu untuk dijadikan istrinya. Begitu pun Zee yang memang sudah jatuh cinta pada pandangan pertama kepada suaminya, pria yang mirip aktor Korea yang bernama Ji Chang-wook, dia dengan senang hati menerima perjodohan yang para kakek mereka buat hanya karena sebuah janji yang diawali dari obrolan iseng kedua sahabat tua itu, hingga terjadilah sebuah perjanjian tak tertulis dari keduanya yang akan menjodohkan cucu-cucu mereka nanti.
"Kalau nanti anak yang ada di kandungan menantumu itu perempuan, aku akan menjodohkan dengan cucu pertama kebanggaanku ini." Ucap Aki Dodo pada Kakek Endi sahabat yang telah menolongnya dari keterpurukan saat dia harus merasakan jatuh dalam lembah kemiskinan karena perusahaan yang dia dirikan bangkrut.
Endi dengan suka rela meminjamkan semua harta yang dia punya mulai dari tanah dan perkebunan untuk menolong sahabatnya agar bisa bangkit kembali. Benar-benar sahabat sejati.
Walaupun awalnya Dodo tak mau menerima bantuan darinya, tapi dengan jiwa sombong yang nanti akan dia turunkan kepada cucunya dia bisa membuat Dodo menerima bantuannya.
"Terima bantuan dari saya atau saya tidak mau lagi berteman denganmu? Karena saya bukan orang sembarangan yang mau berteman dengan rakyat jelata sepertimu. Apa kata orang nanti jika mereka bertanya apa pekerjaanmu? Bisa mati karena malu saya karena berteman dengan orang miskin." Seperti itulah kata-kata yang Endi ucapkan untuk memberi semangat kepada sahabatnya.
Maka dari itu Aki Dodo tidak pernah mempermasalahkan tentang betapa sombong dan rusuhnya Zee karena dia seperti melihat jiwa angkuh dan sombong sahabatnya pindah ke dalam tubuh mungil Zee.
*****
Sudah hampir satu jam Guntur menunggu istrinya berhias di kamar, bahkan Kaisar sudah menghabiskan satu mangkuk salad buah sambil menunggu sang Mommy yang sedang dirias oleh seorang make-up artis yang dipanggil ke rumahnya. Ini adalah hari spesial untuknya karena hari itu dia akan menghadiri resepsi pernikahan sahabatnya tercinta Egy. Ingat yang menikah itu Egy bukan Fery jadi bukan typo ya!
"Yang? Masih lama?" Guntur sudah terlihat bosan.
"Sabar! Bentar lagi!" Sebuah jawaban yang sama persis seperti 15 menit yang lalu.
Guntur mengendus kesal, mau marah pun percuma, dia tidak akan mampu melawan istri mungilnya, mulutnya lebih tajam dari belati, kata-kata yang keluar dari mulutnya lebih beracun dari racun ular paling mematikan. Bahkan dia bisa saja melakukan KDRT karena jurus Taekwondo dan Karate yang dia miliki bisa meremukkan tulang rusuk Guntur. Lagi, Guntur kembali pasrah.
Kemeja batik yang senada dengan rok batik yang dipakai istrinya masih belum ia kenakan, begitu pun dengan Kaisar. Karena Sang ibu negara melarang mereka memakainya dulu. Takut keburu lecek, alasannya.
Tiga puluh menit berlalu, akhirnya mereka pun siap untuk berangkat.
"Say foto dulu!" Ritual seperti biasanya.
Cekrek,,, cekrek,,, cekrek,,,
Beberapa foto hasil seleksinya pun kini sudah menghiasi akun media sosial miliknya.
"Aku cantik kan Say?" Zee memutar badannya perlahan.
"Cantik!" Jawab Guntur jujur, karena istrinya memang selalu cantik. Apa lagi saat tak sehelai benang pun dia pakai.
"Ih kamu mah kagak bisa improvisasi sekali, bilang apa kek terusannya! Dipanjang-panjangin. Kalah sama Kai." Bibir mungil dengan warna lipstik pink peach yang lebih terang dari gaunnya kembali mengeluarkan kata-kata yang tidak penting.
__ADS_1
"Kai Mommy cantik ga?“
Kaisar yang sedang bermain dengan bis kecilnya langsung menoleh ke arah Mommynya. " Woy! Amazing, Mommy cantik banget!" Ucap Kaisar dengan memasang mode takjub.
"Noh gitu dong kalo muji." Ucap Nyonya sebelum masuk ke dalam mobil mereka.
"Kamu diajarin siapa muji Mommy kayak gitu?"
Bisik Guntur sebelum mereka masuk ke dalam mobil.
"Om Aim. Katanya kalo bilang cantik ke Mommy harus begitu."
Zee hanya bisa memperhatikan kedua prianya, dan terlihat salah satu sudut bibir Guntur yang menarik ke atas. Meremehkannya.
Pesta pernikahan yang sangat meriah, Egy dan sang istri terlihat bahagia, senyum kebahagiaan selalu terpancar dari raut wajah mereka. Padahal masih teringat jelas wajah Egy enam bulan lalu tepatnya saat Fery sedang melangsungkan acara pesta pernikahannya.
🐣Flashback On🐣
Ibu muda berwajah cantik itu terlihat sangat cantik dibalut kebaya berwarna pink pastel dan rok batik sutra yang senada sebagai pasangannya. Jika dilihat sekilas dia hanya tampak seperti wanita cantik bertubuh mungil, senyum cantik di bibir mungilnya menambah aura cantiknya. Tapi…
Hal yang berbeda akan mereka rasakan jika sudah mendengar sampah yang bertebaran keluar dari bibir mungilnya.
Manusia tanpa filter itu duduk mendekati sahabatnya yang terlihat termenung di sudut aula tempat pesta pernikahan Fery berlangsung.
Egy membuang nafas kasar dan meluruskan tubuhnya yang sedikit kaku akibat duduk terlalu lama dalam posisi setengah membungkuk.
"Pengen lah, siapa juga yang kagak pengen kawin Tek? Gue masih suka kacang-kacangan Tek!" Tapi ada kegetiran dari setiap kata yang Egy ucapkan.
"Elu kenapa sih? Kurang modal? Ntar gue pinjemin, lu lupa punya sahabat tapi? Gue kan istri Sultan." Walaupun khawatir Nyonya masih tetap songong dalam berucap.
"Bukan masalah itu. Tabungan gue udah sangat cukup buat menggelar pesta tiga hari tiga malam."
"Terus?"
"Gue pernah cerita kan kutukan turun temurun di keluarga gue yang setiap salah satu dari anggota keluarga gue pasti ga akan punya anak?"
Zee mengangguk, entah mengerti atau tidak Egy sudah tidak peduli. Dia hanya ingin menuangkan unek-uneknya selama ini.
"Elu tau sendiri gue anak bungsu, kakak-kakak gue udah pada kawin dan punya anak. Lah kemungkinan besar gue lah yang dapet kutukan itu. Mana Si Ajeng anak semata wayang. Emaknya udah ngasih wejangan mulu supaya nanti dia jangan KB biar aja brojol lagi brojol lagi anak gue nanti. Tapi sekarang gue jadi minder Tek." Egy benar-benar dalam keadaan gusar, hingga dia tak sadar jika sedang curhat dengan spesies langka di sampingnya.
"Astaghfirullahaladzim!!! Gy elu secara tidak langsung udah merendahkan kekuasaannya Allah tau. Elu sama aja gak percaya sama Allah. Masa cuma gegara mitos ga jelas elu langsung ngeper gitu!! Istighfar Gy! Minta ampun lu sama Allah. Gue ga percaya lu punya pikiran begitu." Entah Ustadz atau ustadzah siapa yang sedang bersemayam di tubuh kecilnya hingga dia bisa mengeluarkan kata- kata ajaib itu.
"Astaghfirullahalazim!" Egy menurut.
__ADS_1
"Minggu depan kalo sampe elu kagak ngelamar si Ajeng, gue sebar foto lu yg lagi ngiler di IG gue! Dan jangan harap gue mau ngomong lagi sama elu. Dasar pe'a!" Zee bangkit dan meninggalkan Egy, walaupun sebelumnya dia mendaratkan pukulannya di belakang kepala Egy dengan sekuat tenaga.
"Heh Bangke! Elu pake perasaan napa kalo ngelepak pala orang. Untung pala gue bukan buatan China!"
"Nah entu lu tau. Tapi kayaknya isi kepala elu yang buatan Cina." Bentak Zee hingga membuat beberapa tamu undangan menoleh ke arahnya.
Melihat Sang sahabat cantiknya akan berubah Baim langsung menghampiri Zee.
"Dasar ******, pea! Otak udang! Mendingan gue punya otak di bawah perut. Lah elu? Dih geli gue!!!"
"Sabar Tek!!! Sabar!!!! Malu sama kebaya n riasan lu!!! Lu udah kayak Princess, masa yang keluar dari mulut lu sampah?" Baim memberi segelas es jeruk sisa dia minum. Untung sangat Nyonya tak sadar, kalo sadaaaaarr????
Jangan tanya kemana gelas itu pergi!
Karena bisa dipastikan dia akan menjadi mahkota di kepala Baim.
🐣Flashback off🐣
"Ya Allah Niken, kagak ketauan bikinnya, tau-tau udah melendung lagi aja!" Zee mengusap perut Niken yang mulai membuncit.
"Lah si Pea! Ngapain gue liatin cara bikinnya? Emang elu waktu bikin si Kai ngasih tau gue?" Sang calon ayah itu sewot.
"Kalian kagak minta, kalo minta kan gue dengan ikhlas bisa share ke elu."
Fery menggelengkan kepalanya, tak percaya dengan apa yang diucapkan istri calon CEO di perusahaan tempatnya bekerja.
Hari itu semua terlihat sangat berbahagia, Zee dan keluarga kecilnya, Fery dengan istri yang tengah mengandung buah cinta mereka, dan Egy dengan istri cantiknya yang pastinya tak sabar ingin segera mengakhiri pesta ini agar segera mengeluarkan semua ilmu kanuragan yang selama ini Zee ajarkan. Sedangkan Baim…
Ya seperti itulah dia masih menikmati kesendiriannya, padahal ribuan cara telah Zee kerahkan agar bisa mendapatkan jodoh untuk Baim. Mulai dari membuat iklan di akun media sosialnya, atau tak jarang dia sengaja menelpon operator hanya untuk bertanya dia masih single atau tidak, dan saking frustasinya ibu dari Kaisar itu bahkan sampai bertanya kepada Mbah Google siapa jodoh sang guru tampan. Tapi sang mesin pencari pintar itu juga tidak bisa menjawab pertanyaan konyol sepupu Alien itu. Hingga akhirnya Zee menyerahkan semuanya pada takdir.
Tak ada ketentuannya yang mengharuskan atau melarang sebuah perjodohan, pernikahan adalah nikmat Tuhan yang harus dua insan nikmati.
Ringkasnya perjodohan adalah salah satu cara untuk menikahkan. Seperti yang Guntur dan Zee lewati untuk bisa bersatu, mereka harus melewati perjodohan yang sudah diatur oleh kedua kakek mereka sedari Zee masih dalam kandungan. Hingga akhirnya mereka bisa hidup berbahagia mengarungi bahtera rumah tangga dengan berbagai macam konflik di dalamnya.
Jika kalian berfikir ingin mendapatkan jodoh seperti Guntur ataupun Zee, itu akan sangat sulit ditemukan, karena mereka adalah spesies langka yang muncul ribuan tahun sekali.
Terima kasih buat para readers yang udah nyempetin baca cerita Istri Pilihan Aki.
Maaf udah bikin klean-klean gesrek berjamaah… 🙏🙏🙏
Terima kasih buat para Rakyatku yang dengan senang hati mau dijadikan para pemain figuran di cerita ini…😝😝😝
Tunggu sekuelnya ya Shaaaaayyy… . 😉😉😉
__ADS_1
Jangan lupa like n vote nya pemirsah!!!