
Semerbak roti panggang memang sangat menggugah selera, dan mengundang siapapun untuk bisa mencicipinya. Itulah alasan kenapa toko kue Zee selalu penuh pelanggan pada pagi hari.
Roti panggang hangat menjadi menu andalan untuk dijadikan menu sarapan sehat bagi para karyawan kantor dan juga para pelajar yang hampir setiap pagi mampir ke toko cake and bakery milik Zee.
Sudah dua bulan ini Zee menjadi bos sejati di tokonya. Karena sewaktu kuliah dia hanya menyempatkan datang pada waktu tidak ada jadwal kuliahnya saja.
Kini setelah lulus kuliah dia memfokuskan dirinya pada toko kue yang ia rintis sudah hampir 3 tahun terakhir.
Membuat dan memanggang kue menjadi keseruan tersendiri untuk Zee. Aneh memang untuk orang yang tidak pernah menyentuh dapur Zee memiliki hobi membuat kue dan roti.
"Kalo ada Mbak Zee toko kue jadi makin banyak pembeli." Kata Lia, dan itu memang benar, para pelanggan senang dengan keberadaan Zee di toko itu karena sifatnya yang ceria, murah senyum dan cantik tentunya dia juga orang yang mudah bergaul, sehingga mudah akrab dengan para pelanggan.
"Perasaan kamu aja kali."
"Mbak, mau roti ayam sama capuccino, yang biasa."
Suara merdu seorang wanita mengalihkan pandangan Zee yang sedang sibuk menyusun roti.
"Pagi Mbak, sapa Zee, kebetulan rotinya masih fresh from the oven." Sambil menunjukan beberapa roti yang masih mengepul karena baru saja keluar dari oven. "Tunggu sebentar ya!"
"Mbak pegawai baru disini?" Tanya wanita muda itu, yang tidak pernah melihat Zee sebelumnya.
Zee hanya tersenyum ramah.
"Dia bos kita Mbak." Kata Aldi yang mendengar percakapan mereka.
"Hebat ya, masih muda udah punya bisnis yang cukup maju."
"Iseng-iseng tadinya, eh keterusan."
__ADS_1
"Mbak Zee itu baik banget Mbak, waktu lulus kuliah beberapa bulan aja, dia traktir kita makan di restoran mewah, terus besoknya kita semua dapat bonus yang lumayan banyak dari Mbak Zee."
"Itu semua laki gue yang traktir. Daripada buat traktir kalian mending buat shopping di mall."
"Kamu udah punya suami?"
"Hehehe,,,iya Mbak."
"Wah, hidup kamu udah sempurna ya. Kenalin namaku Iren, aku kerja di kantor seberang." Kata wanita cantik itu, sambil mengulurkan tangannya.
"Zivanna, panggil aja aku Zee." Sambil menyerahkan nampan berisi pesanan Iren.
Perasaan pernah liat dimana ya? Mukanya kayak ga asing.
*
"Tumben jam segini udah jemput?" Tanya Zee ketika melihat suaminya masuk ke dalam toko.
"Lagi ga sibuk aja. Yang kopi dong."
"Ashiyapp.."
Seperti biasa, bila suaminya sudah datang Zee kembali ke wujud aslinya, bukan lagi seorang bos yang berwibawa, tapi menjadi seorang istri manja dan itu lah yang selalu dirindukan Guntur.
"Nonton yuk! Selama nikah kamu belum pernah ajak aku nonton." Ajak Zee.
"Mau nonton film apa? Bukannya kamu lebih suka nonton drakor daripada film Hollywood?"
"Aku pengen nyobain ciuman di bioskop Say, kan pengen kayak orang-orang curi-curi ciuman di sela-sela film, pantesnya romantis gitu." Jawabnya polos, sambil membayangkan suasana bioskop yang gelap, tapi dipenuhi banyak orang.
__ADS_1
Abis nonton drakor apa lagi nih orang? "Mending di rumah aja Yang, jadi bisa langsung ngamar."
"Iiiisstt kamu tuh pikirannya ga jauh dari kamar."
"Lagian kamu, kayak ABG aja."
"Kan kamu tahu sendiri, gara-gara kamu aku ga pernah ngerasain pacaran. Aku kan ga tau rasanya ciuman di bioskop. Kamu sih enak dibebasin sama Mama Papa kamu, padahal kamu sendiri udah dijodohin sama aku. Aku juga yakin tuh kalo kamu pernah ngelakuin itu bahkan bukan sama satu cewek aja. Kak Nana aja kamu sosor." Zee mulai sewot. Tanpa mereka sadari para karyawan sedang cekikikan mendengar obrolan mereka.
Gini nih kalo punya bini yang kerjaannya nonton drakor, mintanya suka yang aneh-aneh..
"Jadi kamu ngajakin aku ke bioskop mau ngajakin nonton apa ciuman?"
"Ciuman." Jawab Zee tanpa pikir panjang lagi.
"Yang, kita juga belum pernah loh ciuman disini. Cobain yuk." Goda Guntur ketika dia melihat para karyawan Zee sedang menguping dibalik etalase kue.
"Ogah, ntar yang pada ngintip kepengen lagi." Jawab Zee, karena dia juga tahu apa yang sedang mereka lakukan.
Otomatis para karyawan pun langsung bubar seketika.
"Abis Mbak Zee lucu, suka minta yang aneh-aneh aja." Kata Lia sambil berjalan ke dapur sedangkan yang lain sudah ngacir duluan.
"Kita pulang dulu ya, ganti baju dulu!" Karena dia masih mengenakan setelan kantornya.
"Ogah. Langsung aja, aku ga yakin bisa keluar lagi setelah ngelewatin pintu apartemen. Aku tahu apa yang ada di otak kamu itu."
Guntur nyengir kuda. Istri sudah mengetahui rencana dia ternyata.
Mana jempolnya????😉😉
__ADS_1