
Baim dan Flower yang telah mendapatkan restu dari keluarga Flower kini tengah mempersiapkan pesta pernikahan mereka. Acara yang pastinya akan diselenggarakan dengan sangat megah oleh keluarga Flower.
Ketegangan nampak jelas di wajah Baim, kala Zee datang berkunjung ke rumah keluarga Baim.
"Muka lu kenapa Nyet? Pengen cepet besok ya?" Goda Zee saat melihat Baim hanya terdiam di sudut ruangan.
"Diem lu, gue lagi males becanda. Elu kagak liat apa gue lagi tegang?" Baim terlihat kesal oleh godaan sahabat wanita satu-satunya yang sialnya sengklek.
"Kan elu pake sarung Im, mana bisa gue liat kalo dia tegang." Celetuk Zee yang salah mengambil kesimpulan.
"Si Geblek! Elu ngatain gue mesum, tapi otak lu baru denger kata tegang aja langsung belok arah." Baim mendorong kening Zee.
"Elaaah Im, gue becanda kali. Elu pamerin juga gue mah kagak bakal nafsu."
"Diem lu ah, mending ngobrol sama emak-emak di dapur sonoh!" Baim benar-benar sudah kesal.
"Emak-emak lagi pada ngeces liat laki gue." Jawab Zee sambil melirik ke ruang tengah tempat Guntur berada. "Baru liat mukanya aja udah pada lupa ngedip, pa lagi liat dia tanpa apapun. Nganclok kali tuh mata mereka."
"Cih, dasar bini durhaka lu. Mang elu mau pamerin bodi laki lu ke mereka?"
"Gue sih mau-mau aja Im, bikin mereka kelojotan itu moodbooster banget buat gue. Tapi kan laki gue kagak bakal mau." Ucap Zee sambil tersenyum, entah apa yang membuatnya tersenyum hanya dia dan Tuhannya lah yang tau.
"Udah sono samperin laki lu, gue lagi males ngobrol sama makhluk kayak elu." Baim mendorong tubuh kecil sahabatnya tersebut. "Noh, liat Noh si Beti sama Susan ilernya mau ngeces liat laki lu!" Baim menunjuk dua orang wanita yang sebaya dengan mereka.
Zee langsung menghampiri suaminya dengan ide jahil yang tiba-tiba datang mengilhaminya.
"Udah lama gak ketemu Bet, San." Sapa Zee pada kedua wanita yang adalah teman sepermainannya dulu. "Kita ngobrol di depan yuk, udah lama gak ketemu, jangan liatin muka laki gue mulu, mending gue liatin nih perut seksinya."
" Apaan sih Zee? Orang kita cuma nemenin laki ku ngobrol." Jawab wanita yang bernama Beti sambil cengengesan.
"Say, aku ke depan dulu ya! Kamu disini aja, supaya ibu-ibu yang ada di dapur semangat kerjanya." Zee menunjuk ke arah dapur dengan bibir kecilnya.
__ADS_1
Guntur terlihat terkejut dan juga malu saat melihat para geng daster sedang memandang kagum ke arahnya.
"Selamat menikmati bu ibu, yang semangat bikin rendangnya ya!" Zee berlalu mengajak teman sepermainannya dulu ke teras rumah Baim yang kini sudah dihias tenda berwarna putih.
Sementara itu Kaisar terlihat menghampiri Baim.
"Ngapain Kai? Om lagi males nemenin kamu maen PS."
"Aku cuma minta uang buat beli ice cream di depan." Kaisar menengadahkan tangannya.
"Kagak emaknya kagak anaknya ganggu ketentraman hidup gue mulu." Baim kesal sambil merogoh sakunya.
"Masa goceng Om?"
"Mang mau berapa? Kenapa gak minta sama Mommy Daddy kamu aja sih. Anak CEO minta duit ke gue." Keluh Baim.
"Kagak bakal dikasih Om, cepetan Om, keburu anak cewek yang lagi belanja itu pergi." Rengek Kaisar.
"Nih bocah, masih kecil aja udah tau cewek cakep, gimana udah gedenya lu." Baim menyerahkan selembar uang lima puluh ribu kepada bocah tampan tersebut.
Saat yang menegangkan untuk Baim dan Flower pun tiba. Saat itu kedua calon mempelai sudah berada di tempat acara akad nikah berlangsung. Baim nampak gagah dengan balutan baju setelan pengantin putih dengan tambahan lilitan kain batik di pinggangnya yang sama dengan kain yang Flower kenakan.
Keduanya nampak sangat serasi, Baim yang gagah, tinggi dan rupawan bersanding dengan Flower yang juga bertubuh tinggi semampai.
Acara ijab kabul pun tiba. Baim semakin terlihat tegang, ancaman dari sahabat sengkleknya beberapa saat lalu kembali terngiang di telinganya.
"Kalo sampe ngulang, gue puterin video lu!" Ancam Zee saat di ruang ganti kamar hotel tersebut.
"Saya terima, nikah dan kawinnya Floridina—" Ucapan Baim terhenti, karena dia sadar telah salah mengucapkan nama calon istrinya.
Seketika ruangan resepsi yang tadinya sepi dan khidmat mendadak ramai oleh cekikikan para tamu undangan yang hadir. Bagaimana tidak tertawa, bisa-bisanya Baim mengubah nama calon istrinya menjadi nama merek minuman botol.
__ADS_1
"Aus kayaknya dina Tek, kode itu." Bisik Egy yang duduk disebelah Zee.
"Geblek emang tuh orang, dia ngebayangin muka si Flo, kayak bulir jeruk yang nyegerin apa ya?" Ucapan spontan Zee malah mengundang tawa Egy dan Fery.
Baim mengulang proses ijab kabulnya, tapi sekali lagi juga Baim salah mengucapkan nama Flower dan akhirnya pada kali ketiga Baim berhasil mendapatkan predikat suami sahabat Flower.
Ini kali ketiga, dengan membaca Basmallah lebih dari 145 kali akhirnya Baim memulai kembali pertarungannya.
"Saya terima nikah dan kawinnya Flowery Dahliana Perkasa binti Gery Perkasa, dengan Mas kawin seperangkat alat sholat dan satu set perhiasan emas dibayar tunai."
Suara gemuruh tepuk tangan para tamu yang hadir mengisi ballroom hotel tersebut. Semua tamu seperti ikut lega mendengar kata 'Sah' dari Pak Penghulu.
Setelah acara akad dan sungkem selesai, para tamu dipersilahkan memberikan selamat ke atas pelaminan.
Wajah Baim seketika pucat melihat wanita berkebaya pink naik ke atas pelaminan bersama kedua sahabat yang lain. Sang sahabat wanita membawakan minuman yang tadi dia sebutkan di depan penghulu.
"Nih, minuman yang elu pengenin banget dari tadi." Zee menyerahkan botol bergambar jeruk kepada Baim.
"Tegang Tek." Baim nyengir.
"Sekarang gue tanya ma elu, yang tegang yang mana?" Bisik Zee tapi masih bisa didengar oleh kedua sahabatnya yang lain.
Dan seperti ancaman Zee sebelumnya, dia pun memutar video yang Kaisar ambil saat Baim datang ke rumah keluarga Flower sebagai kekasihnya.
Gelak tawa terus menggema dari para tamu undangan melihat video yang diputar di layar proyektor, tawa terus menggema hingga pesta usai. Seperti itulah kemeriahan dan kecerian dibalik kemewahan pesta pernikahan Baim dan Flower.
TAMAT
Cover You Are My Destiny sekarang ganti. Tapi isinya tetap sama..😉😉
Yang penasaran dengan kisah cinta Kaisar, silahkan mampir.
__ADS_1
Aku maksa loh.. 🤭🤭