Istri Pilihan Aki

Istri Pilihan Aki
Pertanyaan spektakuler


__ADS_3

Melihat perkembangan tumbuh kembang anak memang sesuatu sangat berharga bagi setiap orang tua, melihat dia mulai belajar tengkurap, belajar duduk, belajar merangkak, sampai belajar berjalan adalah momentum yang tak akan bisa terulang lagi.


Tapi ada satu hal yang Zee tidak terima saat Kaisar belajar berbicara, kata yang keluar pertama dari mulut mungil Kaisar adalah "Tetty!" (Daddy). 


"Gue yang nyusuin  dua puluh empat jam, songong banget lu malah bilang 'Tetty'." Protesnya, dan hal itu membuat Guntur gemas kepada mereka berdua. 


Zee yang memiliki kenarsisan tingkat paripurna tak lupa selalu mengabadikan momen penting Kaisar ke dalam akun medsosnya. Orang-orang pasti akan berkomentar "Gak kerasa ya udah gede lagi anaknya." Atau "Makin gede makin ganteng aja. Pengen deh punya anak kayak Kai." Padahal banyak drama yang harus Zee dan Guntur lewati selama mengurus putra kesayangan selama ini, Kaisar yang tidak mau dengan orang lain selalu menempel kepada mommynya, hingga membuat ruang gerak Zee semakin terbatas, dia sudah jarang berkunjung ke tokonya, walaupun disana banyak yang menjaga Kaisar tapi Guntur tak mengizinkan anaknya berlama-lama di kerumunan orang, apalagi sekarang toko Zee semakin banyak pelanggannya, dia takut konsentrasi Zee teralihkan. Banyak waktu bersama istrinya yang Guntur korbankan untuk mengurusnya. Seperti saat ini. 


"MOMMY!!!" Teriak Kaisar di depan kamar orang tuanya.


"Ya Allah Yang, bentar lagi. Jangan dijawab dulu!" Guntur membekap mulut istrinya saat melihat gelagat istrinya akan kabur dari kungkungannya agar tak menjawab panggilan Kaisar. 


"MOMMY!!!" Kali ini teriakannya dibubuhi tangisan.


"Ya Allah nanggung Yang, bentar lagi." Rengek Guntur yang belum mencapai puncak.


Zee pasrah. 


"Kamu pura-pura tidur ya. Supaya dia ga marah-marah sama aku!" Ucap Guntur beberapa menit kemudian setelah Guntur menyelesaikan hajatnya. 


Guntur membuka pintu kamarnya, seperti yang Guntur duga bocah tampan itu sudah banjir air mata karena kesal harus menunggu lama di depan pintu kamar mereka. 


"Kaisar mau minum?" Tanya Guntur sambil menggendong Kaisar.


Anak tampan itu mengangguk dengan sudut bibir ditarik ke bawah. Benar-benar lucu walaupun sedang bersedih.


"Mau ama Mommy." Ucapnya yang masih memegang boneka berbentuk bus kecil. 


Guntur melirik ke arah istrinya yang sedang pura-pura terlelap. "Mommy lagi sedikit pusing, baru aja bobo. Kaisar sama Daddy aja ya, ntar Daddy ajak ke kantor terus keliling kantor sama Pak Ucen (nama OB di kantornya)".  Rayu Guntur dan untungnya Kaisar pun menurut.


Melihat anak dan suaminya telah pergi, Zee buru-buru memakai bajunya. Bisa panjang urusannya jika anaknya yang cerdas itu bertanya kenapa mommy tidur ga pake baju? 


Pertanyaan minggu lalu saja belum terjawab olehnya. Saat dia tiba-tiba bertanya .


"Mom, Tuhan itu apa?"


"Tuhan itu yang menciptakan kita semua, yang menciptakan langit dan bumi, matahari, tumbuhan, semua jenis hewan, udara dan sebagainya." Jawab Zee, tepat bukan? Tapi tidak untuk Kaisar. 


"How do you know? Mommy pernah ketemu Tuhan?" Tanya Kaisar. 


"Tuhan kita itu Allah dan ga ada satu orang pun yang bisa melihat Allah." Jawab Zee. 

__ADS_1


"Berarti Allah itu setan?" Tanya Kaisar bingung. 


"Kai tahu setan dari siapa?" Tanya Zee bingung, karena tidak ada seorang pun di rumahnya yang pernah menakut-nakutinya dengan setan. 


"Jimmy, my friend." Jawab Kaisar, karena saat ini dia sudah mulai masuk playgroup. 


"Setan itu takut sama Allah." Jawab Zee tegas.


"Woaaaaah keren." Kaisar terlihat takjub mendengar jawaban mommynya membuat Zee tersenyum bangga karena bisa menjawab pertanyaan anaknya. Dia tidak tahu itu adalah awal dari rentetan pertanyaan lainnya. 


"Berarti Allah itu raja setan ya Mom?"


"Big NO! Allah itu yang menciptakan setan!" Jawab Zee tegas. 


"I don't understand, aku mau tanya Daddy aja, Mommy ga jelas." Kaisar pergi menghampiri ruang kerja ayahnya meninggalkan Zee yang masih oleng di ruang tengah. 


Sama seperti Zee, Guntur pun dibuat pusing dengan pertanyaan anaknya. 


"How old are you?" Tanya Guntur. 


"Three."


"So, tunggu sampe ulang tahun kelima baru Daddy jelasin sama Kaisar, sekarang Kaisar masih belum cukup umur. Tapi yang jelas Allah itu begitu baik sama kita semua." Jawaban Guntur berhasil membungkam mulut anaknya untuk sementara.


Hari pekan ini adalah jadwal Zee dan keluarga kecilnya bermain ke rumah orang tua Guntur, dan seperti biasanya, Zee selalu mengundang para Cunguks untuk datang karena hari ini adalah hari ulang tahun pernikahan orang tua Guntur dan pastinya akan ada acara makan-makan gratis. 


Kaisar langsung berlari ke pelukan Oma dan Opanya ketika menuruni mobil orang tuanya dan hal itu membuat kedua orang tua Guntur sangat senang karena itu artinya cucu mereka sangat menyayangi kedua orang tua itu. Tak lupa Zee memberikan kado untuk pasangan tua itu masing-masing.


Malam pun tiba, semua orang sudah berada di halaman belakang, karena pesta makan-makan akan diadakan di halaman belakang rumah yang memang sangat luas. 


"Kai!" Teriak Egy melihat satu-satunya bocah kecil diantara mereka. 


Kaisar pun berlari menghampiri mereka dengan riang. Dan langsung nemplok di gendongan Egy.


"Kok Om Egy bajunya sama kayak yang dipake ke ulang tahun aku?" Pertanyaan Kaisar membuat dia malu. Egy lupa jika bocah kecil itu memiliki ingatan yang sangat menakjubkan.


Bahkan dia yakin hanya Kaisar yang mengingatnya, karena kedua sahabatnya pun tidak ada yang berkomentar apapun saat Egy memakai kemejanya. 


"Om Egy selalu beli dua baju yang sama Kai. Jadi ini bukan baju yang dipake ke ultah Kai, tapi baju satunya." Elaknya.


Seperti biasa acara selalu berlangsung ceria dengan cerita-cerita unik keseharian mereka, cerita lucu tentang perkembangan Kaisar, ataupun cerita-cerita kepolosan otak Baim yang selalu menjurus ke hal-hal mesum. 

__ADS_1


"Pak ini pohon mangga ini udah lama banget kayaknya ya Pak. Udah gede banget batangnya." Fery menunjuk sebuah pohon mangga dengan batang yang besar dan daun yang rindang. 


"Sebelum Guntur lahir." Jawab Papa Gery. 


"Wihhh, berarti penghuninya lebih tua dari Pak bos dong ya!" Fery tak tahu ucapannya akan jadi bumerang untuknya. 


"Penghuni itu apa Om?" Pertanyaan Kaisar membuat semua orang memalingkan wajahnya karena takut dimintai penjelasan. 


Fery menelan ludah sambil memikirkan jawaban yang tepat untuk pertanyaan bocah tampan itu. 


"Penghuni itu yang tinggal di suatu tempat."


"Oh." Jawaban Fery bisa dimengerti Kaisar membuat semua orang membuang nafas lega. 


"Biasanya penghuni pohon besar itu kuntilanak kan!" Pertanyaan polos dari Baim kembali membuat Kaisar meminta penjelasan. 


"Kuntilanak itu siapa? Anaknya siapa? Kok tinggal di pohon kayak ulet?" Kaisar kembali meminta penjelasan.


"M*mp*s lu. Jelasin deh ama lu!" Bisik Egy melihat ketegangan di wajah Baim


Zee dan Guntur memasang wajah kesal karena ucapan Baim, sebab mereka tahu jika anaknya tidak puas dengan suatu jawaban dia akan terus bertanya kepada orang tuanya hingga dia menemukan jawaban yang bisa masuk ke akal sehatnya. 


"Kuntilanak itu sejenis makhluk halus berwujud perempuan yang ga bisa dilihat sama kita." Baim mulai menjelaskan seperti seorang guru. Dia tidak sadar jika dia sedang menjelaskan kepada seorang anak yang baru memasuki usia tiga tahun.


"Kok Om Aim tahu? Emang Om Aim pernah liat dia?"


"Naudzubillah, gak lah, jangan sampe lah. Mukanya serem, rambutnya panjang. Dia itu suka tinggal di pohon sambil cekikikan." Sebuah jawaban yang membuat Zee mendaratkan jitakan di kepala guru muda itu. 


"Jangan didengerin Kai!" Zee mengajak anaknya masuk ke dalam. 


"Mom, kuntilanak itu mirip Mommy ya?" Karena gambaran yang Baim berikan seperti menjurus kepada Mommynya. 


Perempuan, rambut panjang, suka cekikikan, bukankah itu gambaran tentang Mommynya? 


"Enak aja! Kuntilanak itu pacar Om Aim." Jawab Zee tidak terima dirinya disamakan dengan Kuntilanak. 


"Kok pacar Om Aim tinggal di pohon?"


"Kagak kebayar kontrakan." Zee buru-buru menggendong Kaisar ke dalam rumah. 


Cunguks : Kemaren emaknya yang nyusahin kita sekarang anaknya… 😭😭😭

__ADS_1


Author : Kan elu-elu pada yang ngedoain dia jadi anak cerdas.


__ADS_2