
Sementara itu, di kediaman Fabian ada sekitar lima orang priaย berperawakan tinggi besar dan dengan setelan jas dan kacamata hitam sedang berjaga di kediamannya. Mereka adalah orang-orang yang diutus Guntur untuk menjaga istrinya.
"Bapak-bapak mau dibikinin teh atau kopi?" Tanya Fabian yang mulai tidak nyaman dengan keberadaan mereka.
"Ga usah repot-repot Mas, air putih saja kami sudah cukup." Kata salah satu dari mereka.
*
"Dek, emang harus banget ya lu ampe dijagain orang-orang itu?"ย Tanya Bian.
"Mana gue tau, tanya sono laki gue! Mang napa sih Kak? Mereka cuma berdiri di depan rumah lu doang ini, ga pada nyusahin. Minta makan juga kagak." Jawab Zee sambil memejamkan matanya.
"Tapi gue ga enak sama tetangga, liat noh, banyak orang yang pada ngintip pager rumah gue. Ntar mereka pikir gue punya banyak utang lagi sampe disamperin para penagih utang." Rengek Fabian sambil mengintip dari jendela rumahnya.
"Udah sih Yang, kamu santai aja. Rileks aja rileks nih kayak kita!" Kata Nana yang kala itu sedang di massage bersama Zee oleh orang kiriman Guntur.
"Lah kalian mah enak dipijitin, lah gue ngasuh anak." Protes Fabian yang saat itu sedang didandani wajahnya oleh putri semata wayangnya.
"Kak gue jadi kayak istri Sultan ya?" Kata Zee pada Fabian. "Ada bodyguard yang jagain, terus dikirim orang buat massage gue.ย Berasa penting banget gitu hidup gue." Lanjutnya.
"Terserah lu deh! Laki elu lama amat si Dek? Ngelayap kemana dulu sih dia? Kagak ada capeknya tuh orang, padahal kan semalem kayaknya dia ga tidur deh."
"Aku juga ga tau, dia ga bilang. Katanya kalo udah beres ntar juga kesini. Palingan ke kantor." Jawab Zee sambil menikmati pijatan sang terapis di punggungnya.
Fabian mencoba menghubungi Guntur, tapi nomor telepon tidak aktif.
"Laki lu punya nomor hape berapa Dek? Nomor yang ini ga aktif."
__ADS_1
"Cuma itu doang. Udah nyantai aja sih Kak! Jangan peduliin orang-orang yang ngegibahin elu. Sekali-kali ini Kak, anggap aja ngurangin dosa-dosa lu."
Tak selang lama mobil Guntur sudah terparkir di halaman rumah Fabian, dengan sedikit kesulitan, pasalnya banyak warga yang berkerumun di depan pintu pagar rumah kakak iparnya.
"Mungkin itu tuh bos mereka."
"Keren ya. Ganteng, tapi sayang rentenir."
"Pak dokter punya utang berapa banyak ya ampe rumahnya dikepung gitu?
"Ternyata nasib kita sama nasib dia sama ya? Sama-sama banyak utang."
"Kemaren jalan-jalan juga duitnya dapet ngutang di rentenir kali ya?"
"Orang itu ga bisa diliat dari tampangnya doang ya? Dikira kita hidup mereka baik-baik aja selama ini. Nyatanya lebih parah dari kita."
"Lu punya utang ke siapa Bi?" Tanya Guntur ketika memasuki rumah Fabian. Kemudian terbahak-bahak melihat wajah Fabian yang sudah menjadi korban sang putri, karena penuh makeup diwajahnya.
"Berenti lu ketawa mony*t! Utang apaan maksud lu?"
"Lah tadi gue denger emak-emak ngomongin lu yang didatengin penagih hutang."
"Itu gara-gara para bodyguard kiriman lu. Emak-emak itu kira mereka penagih hutang." Jawab Fabian kesal.
Guntur dan yang lainnya tertawa terpingkal-pingkal mendengarnya. Dia tidak menyangka jika tujuan dia melindungi istrinya bisa jadi sebuah kekacauan untuk Kakak iparnya.
"Kamu lama banget Say, darimana dulu?" Tanya Zee yang sedang di massage bagian punggungnya.
__ADS_1
"Kantor. Gimana enakan kan badannya setelah massage?" Guntur masih menutupi kebenarannya dari Zee.
Zee hanya mengacungkan jempolnya sebagai jawaban dari pertanyaan suaminya.
Satu jam kemudian setelah para terapis pergi, Zee dan Guntur pun pamit pulang ke apartemen mereka.
Ternyata semakin banyak warga komplek Fabian yang berdiri di depan pagarnya, ingin tahu kenapa banyak bodyguard di rumah dokter muda itu.
"HEH KALO SAMPE MINGGU DEPAN UANG ITU MASIH BELUM ADA, JANGAN HARAP LU MASIH BISA LIAT MUKA ANAK BINI LU!" Teriak Zee yang membuat warga semakin banyak berkumpul, bahkan sudah siap dengan handphone di tangannya.
"Lu ngomong apaan m*nyet?" Fabian semakin ketar-ketir melihat kelakuan adiknya.
Guntur hanya bisa geleng-geleng kepala melihat kelakuan istrinya yang sedang menjahili sahabatnya itu.
"MAKANYA JADI ORANG JANGAN BANYAK GAYA! BAYAR DULU UTANG LU YANG LIMA RATUS JUTA ITU KE GUE. KALO GA BIAR PARA PENGAWAL GUE YANG OMBRAK-ABRIK RUMAH LU!"
"Diem lu Pea!" Sambil menutup mulut adiknya yang sedang ketempelan Setan Kredit.
"Semua yang dia omongin itu ga benar ibu-ibu, Sesepuh Jenglot ini adik saya." Ucap Fabian kepada para warga yang sedang berkumpul di depan rumahnya.
"Lepaskan istri saya!" Kata Guntur seraya menarik tangan istrinya. "Kalo sampai minggu depan hutang kamu belum lunas. Biar mereka yang menyelesaikannya." Lanjutnya kemudian masuk ke dalam mobil mewahnya yang membuat jiwa miskin meronta-ronta.
"Dasar bangke lu pada, udah numpang di rumah gue, malah bikin malu gue lu." Sambil melemparkan sandalnya ke arah mobil Guntur yang sudah melesat ke luar halamannya.
Sementara para warga sepertinya lebih mempercayai sandiwara pasangan mesum itu, dibandingkan perkataan dokter muda yang telah mengklarifikasi kejadian di rumahnya hari itu.
Semoga terhibur...๐๐๐๐๐๐
__ADS_1