Istri Pilihan Aki

Istri Pilihan Aki
Belanja oleh-oleh


__ADS_3

Malam ini Guntur dan Zee memilih untuk menyusuri pantai berdua saja, rembulan yang terlihat bulat sempurna menjadi penerang jalan mereka. Bukan mereka saja yang memanfaatkan momen itu, tapi banyak juga pasangan yang memanfaatkan momen ini untuk berduaan dengan pasangan mereka, termasuk Fabian dan Nana yang tak ingin melewatkan momen romantis itu, sebab itu mereka sengaja menitipkan putri mereka pada kedua orang tua Fabian yang saat itu sudah tertidur pulas.


"Say, kok perasaan aku kayak ada yang ngikutin kita ya?" Kata Zee, karena dia merasa ada beberapa pasang mata yang sedang mengawasi mereka.


"Perasaan kamu doang kali." Jawab Guntur santai, padahal dia sendiri juga telah merasakan jika mereka sedang diawasi oleh beberapa orang, tapi dia tidak memberitahu istrinya, takut istrinya menjadi panik.


"Apa mereka belum pernah liat cewek secantik aku ya Say?"


"Mungkin, kita balik yuk Yang, udah terlalu jauh kita jalan."


*


Sekitar pukul satu dini hari, Guntur terbangun karena suara berisik dari dapurnya. Dia segera menghampiri asal suara itu, karena di villa itu hanya ada mereka berdua yang tinggal, sedangkan para pelayan tinggal di pondok yang tidak jauh dari Villa.


"Siapa disana?"


Tak ada jawaban, tapi terdengar suara jejak seseorang berlari dari luar villa. Guntur segera berlari ke luar, tapi tidak melihat seorangpun disana. Hanya menemukan, sebuah topi berwarna hitam yang di dalamnya ada tulisan nama dan nomor handphone.


Guntur cekikian melihat barang temuannya yang seperti sebuah petunjuk itu.


"Kamu lagi ngapain Say?" Tanya Zee ketika melihat suaminya masuk kembali ke villa.


"Kayaknya tadi ada yang mau maling, tapi orangnya keburu kabur, terus dia ga sengaja ngejatuhin topinya."Β 


"Kok kamu ketawa? Apanya yang lucu?" Zee bingung.


"Nih liat deh Yang, ada nama sama nomor hpnya segala."


Zee yang melihatnya pun ikut tertawa.Β 


"Coba besok ditelpon Say, bilang aja kita nemuin topinya, siapa tau ini topi berharga buat dia sampe dia nyimpen nomor hapenya segala disini."

__ADS_1


"Iya. Yuk kita tidur lagi, masih malem banget. Besok kan kamu mau belanja oleh-oleh."


Pagi ini Zee dan Guntur sedang duduk di tepi pantai, sambil memandang matahari yang seperti muncul dari ujung lautan. Warna jingga mendominasi cakrawala kala itu.


"Say, kalo nanti pas kita balik, tapi junior belum jadi juga gimana?" Tanya Zee yang mulai khawatir.


"Ya kita bulan madu lagi lah." Dia tidak ingin membuat istrinya khawatir.


Mereka duduk bersenderan saling menopang berat tubuh pasangannya, hingga mentari bersinar cerah, membuat bayangan air laut seolah biru cerah.


Siang harinya mereka menyusuri banyak objek wisata sesuai jadwal yang mereka buat, serta berwisata kuliner berdua, dan memborong berbagai macam oleh-oleh khas Bali mulai dari berbagai macam cemilan seperti kacang disko, kacang asin, pie susu, kopi kintamani, salak Bali dan banyak lagi dan berbagai cinderamata yang yang membuat Guntur geleng-geleng kepala, sebab dia membeli semua barang yang ditawarkan oleh penjual.


"Yang kamu ngapain beli kaos lagi? Kan tadi udah!"


"Kan tadi itu bukan kaos, tapi baju barong, kan sekarang aku mau beli kaos Joger pesenan karyawan toko, terus ini pesenan para pembantu di rumah Mama (Mamanya Guntur), kalo kemeja batik ini buat Supir kamu, mukena Bali pesenan Bibi yang bantu di apartemen. Kalo jajanan pesenan Mama buat oleh-oleh tetangga komplek."


"Fiuuuuh,,," Guntur membuang nafas kasar, percuma berdebat sama Nyonya toh pada akhirnya dia juga ga akan pernah menang.


"Kuning aja Yang, lebih cerah!"


"Kayaknya pink lebih bagus deh. Bungkusin yang pink ya Bli." Kata Zee sambil menyerahkan kain berwarna pink sebagai pilihan terakhirnya.


Lah kan tadi pilihannya biru sama kuning? Kenapa jadinya pink?


"Kamu mau beli oleh-oleh apa buat temen-temen kamu?" Tanya Zee yang baru menyadari suaminya tidak membeli satupun oleh-oleh.


"Ga usah, ntar beli di online shop aja, biar ga usah nenteng-nenteng belanjaan."


"Itu sih namanya bukan oleh-oleh. Kalo gitu kita beli kaos Joger lagi aja ya. Temen kamu kan cowok semua."


"Terserah deh!" Jawab Guntur pasrah.

__ADS_1


Ketika mereka selesai berbelanja oleh-oleh, Guntur dibuat bingung dengan belanjaan istrinya yang menggunung.


Gimana bawanya gue?


"Kita bawanya gimana ini Yang?" Tanya Guntur melihat plastik-plastik dengan ukuran besar di hadapannya.


"Tenang aku punya solusinya." Mengedipkan sebelah matanya ke arah Guntur.


Dengan cepat Zee melakukan panggilan video kepada Egy. Tak lama menunggu terlihat wajah Egy yang sedang mengenakan kacamata hitamnya yang sepertinya sedang duduk di kursi pantai.


"Ada apa Nyah?"


"Mau dapat pahala ga?" Sambil memasang wajah imutnya kepada Sahabatnya itu


"Mau nyuruh apaan lu? Cih, pake basa-basi nawarin pahala ke gue!"


"Bantuin gue bawain belanjaan gue. Nih liat belanjaan gue setumpukan gini. Lu tega gue yang secantik ini mikul-mikul kantong belanjaan? Nih liat ya ma lu, ni nama tokonya!" Sambil mengarahkan ke papan nama toko tersebut. "Ajak Fery sama Si Baim juga soalnya belanjaannya banyak banget."


"Mang laki lu ga ada? Ngapain sih masih nyusahin kita?" Jawab Egy kesal


"Haiiii, rakyat jelata, kau lupa siapa yang membuat kalian bisa jalan-jalan gratis kesini? Laki gue cape, semalem sibuk bikin junior. " Zee meninggikan suaranya, membuatnya jadi pusat perhatian pengunjung toko.


"Yang berisik, liat semua orang liatin kamu!" Guntur jadi tak enak hati.


"Biarin sih Say, aku cantik ini. Orang cantik mah bebas." Tanpa menghiraukan kata-kata suaminya. "Kalo lu Kesini bilangin aja lu suruhan gue gitu!"


"Ampun deh Nyah, perintah Nyonya akan segera kami laksanakan."


"Bener-bener dijadiin kacung gue sama si kontet!" Keluh Egy yang sedang menikmati makhluk-makhluk indah berbikini yang hilir mudik di hadapannya.


Digoyang dulu jempolnya Shaaaaayyy...!!!!

__ADS_1


πŸ‘πŸ‘πŸ‘


__ADS_2