
"Biar gue sama Arka aja yang kesana, lu tau kan gue juara karate nasional dulu waktu di kampus, Arka ahli Tae Kwon do. Lah kalo elu kesana cuma nganterin nyawa doang." Kata Dimas tegas selain alasannya tadi dia juga merasa tidak enak pada Zee, karena harus melihat suaminya melindungi mantan kekasihnya.
"Emang siapa yang mau kesana? Tadinya juga mau nyuruh lu pada yang kesono." Guntur nyengir kuda.
Mereka berdua pun segera melesat setelah mendapatkan lokasi yang Iren kirim.
"Kamu kenapa diem aja?"
"Aku kira kamu bakalan ninggalin aku buat nolongin mantan kamu."
"Kalaupun ga ada mereka dia ga bakalan mau repot-repot turun tangan, walaupun dia jago kick boxing tapi seumur-umur saya belum pernah liat dia berantem beneran. Palingan dia nyuruh anak buahnya kesana." Jawab Rio yang kini sedang rebahan di ruang tengah.
Jo hanya menganggukkan kepalanya, tanda setuju dengan pernyataan Rio.
"Betul itu." Timpal Guntur yang kini tengah asik memandang wajah Zee dari pangkuan sang istri.
Sekitar kurang dari satu jam kedua sahabat Guntur yang tadi menolong Iren telah kembali, bersama Iren tentunya.
"Emang muka gue nyeremin ya? Atau mereka semua udah tau ya, kalo gue juara karate?" Kata Dimas ketika memasuki apartemen Guntur.
"Iya bener-bener heran gue juga, baru juga kita turun dari mobil, mereka semua langsung ngacir." Timpal Arka.
"Mereka ngira kalian setan kali, kan muka lu bedua, muka kurang wudhu." Celetuk Jo.
"Bangke!" Jawab keduanya kompak.
"Kamu baik-baik aja?" Tanya Guntur ketika melihat Iren masuk.
Iren hanya mengangguk.
"Minum dulu pasti kamu shock banget tadi." Zee Memberikan segelas teh hangat untuk Iren minum.
Suasana canggung pun seketika menyelimuti apartemen bernuasa pink itu.
"Daripada diem-dieman gini, gimana kalo kita main ToD? Gue udah beli permennya nih." Ajak Dimas sambil mengambil setoples permen dengan rasa ajaib itu.
"Oke, aku ambil cemilan sama minuman dulu ya di kulkas." Kata Zee, dan tak lama dia kembali dengan tangan penuh makanan dan minuman kaleng.
"Kamu jangan ikutan Yang, terakhir kamu maen TOD aja kamu ngambek sama aku."
__ADS_1
"Kok aku jadi makin pengen ikut maen ya?" Tantang Zee.
"Kamu ikutan kan Ren?" Tanya Arka.
"Boleh, siapa takut." Jawabnya tegas.
Permainan pun dimulai, putaran botol pertama ditujukan kepada Rio.
"Thurth or dare?"
"Jujur lah, gue kan orangnya jujur."
"Biar gue yang nanya." Kata Guntur, sepertinya dia memang menunggu untuk memberi pertanyaan kepada si tumis kangkung itu.
"Jujur lu ya! Kenapa lu izin dua hari kemaren? Karena gue yakin sakit tuh cuma alibi lu doang"
"Wah itu sih pertanyaan pribadi, yang laen aja pertanyaannya!"
"Semua juga pertanyaan ke pribadinya masing-masing lah, kalo nanyain aib orang namanya gibah or dare." Sambil menimpukan pilus keju yang menjadi sasaran main mereka.
"Kemaren itu,,,,gue,,,hmmm gimana ya ceritanya? itu, sebenarnya kemaren gue..." jawab Rio ragu-ragu.
"Serius?" Tanya Arka dan Dimas berbarengan.
Rio hanya mengangguk kecil.
"Kok lu bisa tau?" Tanya Rio malu-malu.
"Umpetin dulu cincin di jari lu kalo lu ga mau orang lain tau lu udah tunangan." Menunjukan cincin yang melingkar di jari manis Rio dengan matanya.
"Kok lu punya kabar baik diem-diem bae?" Tanya Dimas kemudian menindih tubuh kerempeng Rio.
"Gue ga suka sama tunangan gue, kita dijodohin. Sedangkan lu tau yang gue taksir siapa?" Dengan lesu Rio menceritakan kondisinya.
"Kok gue kayak Dejavu ya denger cerita lu!" Kata Guntur. Karena cerita Rio mengingatkan kisah cintanya antara dia, Iren dan Zee. "Aaahhh,,, ya udah deh, kita mulai lagi." Ajak Guntur agar memulai kembali permainannya.
Botol soda yang dijadikan alat permainan itu berhenti diantara Zee dan Guntur.
"Puter lagi." Perintah Guntur pada Arka sang si pemutar botol.
__ADS_1
"Berarti ini pertanyaan atau perintah untuk kalian. Thruth or dare lu pada?" Ucap Dimas pada atasan dan istrinya tanpa rasa takut sedikitpun.
"Thruth." Guntur
"Dare." Zee
"Jujur aja sih Yang, emang kamu mau makan permen rasa kaos kaki? Atau lebih parah rasa muntah. Hiiii." Bergidik ngeri membayangkan rasa yang akan dia dapatkan sambil melirik toples berisi puluhan permen warna-warni itu.
"Thruth." Jawab Guntur tegas, Zee tak membantah. Pasrah deh, pikirnya.
"Buat lu Bos, kapan terakhir kaliaaaaaaaan….???" Tanya Dimas dengan nada dan tatapan mesum ke arah sepasang suami istri itu.
"Tadi sebelum kalian datang kesini." Jawab Guntur enteng seperti tak ada beban mengumbar urusan ranjangnya.
Yang langsung mendapat timpukan berbagai cemilan dari para sahabatnya, kecuali Iren yang hanya bisa menahan cemburu. Sedangkan Zee menutup wajah dengan kedua telapak tangannya sambil menggeleng-gelengkan kepalanya. Malu.
"Waaaahh parah lu, padahal tadinya gue cuma mau nanya 'kapan terakhir kalian makan di luar?'." Elak Dimas.
"Alaaah, gue tau apa yang ada di otak mesum lu, ntar lu nanya kapan terakhir kalian mandi bareng kan? Jawabnya abis tempur tadi." Sambil menunjuk Rio.
"Terus lu bakalan nanya berapa hari sekali gue tempur? Jawabannya tiap malem." Kali ini Arka yang mendapat tunjukkan dari Guntur. "Puas kalian?"
Gelak tawa pun menggema di ruang keluarga apartemen Guntur, sedangkan api cemburu sedang membara di dada Iren mendengar jawaban tak senonoh dari lelaki yang masih dia harapkan cintanya.
Zee yang malu mendengar kata-kata yang meluncur dari mulut suaminya hanya bisa memukul-mukul tubuh kekar Guntur dengan bantal sofa yang dia pegang.
"Kali ini pertanyaan buat Bu Bos." Lanjut Dimas sambil berusaha menghentikan tawanya. "Si Otong gede ga bu Bos?" Seraya melirik kearah celana Guntur.
"Tuh kan Say, kata aku juga dare aja!" Rengek Zee yang enggan menjawab pertanyaan tak berfaedah itu.
"Tinggal jawab aja sih punya aku gede, bingung amat!"
"Kan aku belum pernah liat punya cowok lain, jadi aku ga bisa ngebandingin punya kamu sama punya cowok lain. " Jawab Zee begitu polos. "Kan kamu tau sendiri, aku ciuman aja kamu yang ngajarin." Zee tak sadar telah mengumbar aibnya sendiri.
"Ya Allah Bos, lu nemu bini kayak gini dimana? Bungkusin buat gue satu, jangan disaosin." Pinta Dimas mendengar jawaban Zee yang benar-benar polos.
Hayooooo,,,
Kalian pernah liat punya yang lain ga?😝😝
__ADS_1
Jangan lupa 👍-nya!