
Selesai acara makan malam, mereka pun berkaraoke ria, karena ruangan itu menyediakan fasilitas karaoke juga. Para orang tua langsung pamit undur diri tak lama setelah acara makan malam selesai.
Kini hanya ada Zee, Guntur, para sahabat Zee, dan para karyawan toko, Guntur pun mengajak beberapa sahabatnya untuk gabung di pesta istrinya itu. Sebab dia merasa canggung, karena tidak cukup akrab dengan para sahabat ataupun para karyawan istrinya.
"Yang kenalin ini Dimas, Yang ini Rio, dan ini Arka." Guntur memperkenalkan ketiga sahabatnya yang baru datang untuk ikut gabung di pesta istrinya.
"Selamat ya!" Kata Dimas. "Maaf kita ga bawa apa-apa nih. Hehe.."
"Thanks. Sebagai gantinya boleh donk nyumbangin suaranya." Kata Zee.
'Lirikan matamu' dari Slank yang dinyanyikan Dimas menjadi pembuka pesta mereka. Disambung Egy yang menyanyikan lagu Yummy-nya Justin Bieber, kemudian What i've done-nya Linkin Park.
"Ga nyangka gue lu bisa sebahagia ini sama pernikahan lu. Padahal setau gue dulu lu nolak banget untuk dijodohin ma bini lu itu." Kata Dimas yang melihat jutaan cinta di mata Guntur ketika memandang istrinya, yang kala itu sang ratu pesta sedang membawakan lagu We are the Champions-nya Queen.
Guntur hanya tersenyum menanggapi ucapan Dimas seraya melambaikan tangannya kepada istrinya, yang tengah tersenyum ke arahnya.
"Capek?" Tanya Guntur sambil memberikan segelas minuman kepada Zee yang baru menyelesaikan lagunya dan ikut duduk bergabung dengannya.
"Pulangnya gendong ya, aku udah ga punya tenaga lagi buat jalan." Menyandarkan kepalanya di bahu kekar suaminya. "Kamu belum nyanyi buat aku loh Say."
"Lah, ini baju, sepatu, tas, make up kan aku yang bayarin Yang."
"Beda lah, semuanya nyanyi buat aku, ampe temen kamu yang baru aku kenal aja nyanyi buat aku. Masa kamu yang tiap hari aku kelonin ga mau nyumbang lagu?" Rengek Zee.
"Betul itu!" Timpal sahabat suaminya.
"Emang mau dinyanyiin apa?" Tanya Guntur mesra.
"Jaran goyang."
"Gak, aku ga bisa."
Lirik Sempurna Andra and the backBone pun dilantunkan Guntur untuk sang istri, dengan penuh penghayatan dan cinta. Membuat semua yang menyaksikan ikut terhanyut di dalamnya.
"Aaaaaaaahhh,,, jadi pengen pulang." Memeluk mesra sang suami yang kemudian mengecup kening dirinya yang masih betah memakai topi wisudanya.
"Hadeuuuuhh,,,bikin baper kaum jomblo aja lu pada, udah nikah dua tahun tapi masih kayak pengantin baru." Ledek kawan-kawan Guntur.
__ADS_1
"Tek nyanyi lagu Projek Pop yang 'Ingatlah hari ini' yuk"
Dengan semangat yang masih tersisa, Zee bangun dari tempat duduknya dan menghampiri ketiga sahabatnya itu.
Seraya bergandengan tangan mereka melantunkan lagu Projek Pop.
"Kamu sangat berarti,
Istimewa di hati
Selamanya rasa ini…..
Jika tua nanti,
Kita tlah hidup masing-masing
Ingatlah hari ini"
Sepenggal lirik yang menggambarkan perasaan mereka saat ini. Sahabat sedari kecil, susah senang bersama, bolos bersama, canda, tawa, dan sedih telah mereka lalui bersama. Sebuah cerita yang akan selalu diingat sepanjang hidup mereka kelak. Pengalaman hidup yang bisa membawa mereka hingga hari ini.
Acara berlangsung hingga lewat tengah malam, tak terasa waktu berjalan dengan cepat. Mereka bubar sekitar pukul satu malam. Ketika itu Zee sudah terlelap dipangkuan sang Pak suami.
"Ngapa tuh bocah? Mabok Spr*te?" Kelakar Egy ketika melihat sahabatnya sudah tepar.
"Yang,,,Yang,,,kita udah mau pada pulang, temen-temen kamu mau pada pamit nih." Kata Guntur sambil mengelus-elus pipi mulus istrinya.
"Yaelah makin pules dia dielus-elus mah. WOY ZEE, ADA SI KAI LEWAT!!!"
Benar saja Zee langsung membuka matanya yang sudah merah karena kantuk.
"Mana mas Kai?"
"Hahaha." Mereka kompak menertawakan Zee.
"Si Kai itu siapa lagi?" Tanya Guntur sinis.
"Pacar halu aku." Jawabnya polos. "Emang acaranya udahan ya?" Ketika dia melihat orang-orang yang datang sudah berkemas untuk pulang.
__ADS_1
"Elu malah molor, dikiranya lagi dinyanyiin Nina Bobo kali ya!" Jawab Baim.
"Kita balik ya Tek, makasih banyak traktirannya. Kalo bisa sering-sering lu traktir kita kaya gini." Sambung Fery.
"Mbak makasih banyak ya, karena Mbak kami bisa happy-happy malam ini." Kali ini ucapan terima kasih datang dari karyawannya.
"Besok toko libur dulu. Dan juga besok tunggu transferan bonus ke rekening kalian ya! Nanti ditransfer sama suami aku." Dia bicara tanpa beban sedikit pun.
"Kok Aku Yang? Kan kamu bos nya!"
"Kan kamu suami aku."
"Pasrah deh Nyah." Guntur hanya bisa mengalah.
"Bener-bener istri durhaka lu yang suka ada di film Azab-azaban." Kata Egy yang tidak habis pikir dengan kelakuan Zee.
"Yuk kita pulang udah malem." Ajak Guntur.
"Gendong! Capeee!" Teman-teman dan para karyawan tokonya hanya bisa memutar bola matanya.
"Siap Nyonya!" Kata Guntur seraya menggendong istri manjanya ke pelukannya.
"Nyet bawain sepatu mahal gue!"
"Ciiiihhh,,,Songong banget. Tetep aja walaupun udah punya gelar sarjana sifat nyusahin lu ga bisa ilang ya, udah nempel banget di imeg lu." Kata Egy tapi tak urung dia tetap membawakan sepatu Zee yang seharga dengan satu unit motor matic itu.
"Buat Gue aja sih Tek, ntar gue jual buat modal kawin."
"Kalo lu mau kawin ntar laki gue yang nyumbang, lu lupa kalo sahabat lu ini udah jadi horang kayah!"
"Wah ni bocah bener-bener kudu di ruqyah"
Like!
Like!!
Like!!!
__ADS_1