
Kehidupan adalah waktu dimana suka, duka, sedih dan bahagia bisa berjalan bersamaan. Kebahagiaan bisa berjalan beriringan dengan kekecewaan, dan inilah yang dirasakan Guntur semenjak kehadiran Kaisar di tengah keluarga kecil mereka yang telah lama mereka tunggu-tunggu selama ini dengan berbagai lika-liku drama yang harus mereka lewati.
Sudah lewat dua bulan mie yang diberikan Dimas habis, tapi dia belum berhasil berbuka dengan yang manis. Selalu saja ada gangguan, entah itu datangnya tamu bulanan Zee ataupun karena gangguan dari baby Kai, yang sepertinya tidak suka jika Daddynya berdekat-dekatan dengan mommynya.
Aneh, sama bapaknya sendiri aja cemburu.
Kini sudah tidak ada lagi sambutan dari Sang istri tiap kali Guntur pulang dari kantor, karena pastinya Zee tengah sibuk menyusui bayi mereka yang terlihat tak pernah ada puasnya menyusu dan seperti ingin menguasai apa yang telah Daddynya nikmati selama ini.
Baby Kai benar-benar bayi yang sangat rewel, tak ada yang sanggup menenangkannya ketika menangis selain susu dari Mommynya. Kadang Guntur merasa takjub melihat istrinya yang manja menjadi seorang ibu yang sangat sabar mengurus bayi mereka yang kini sudah sangat montok. Walaupun tak jarang dia juga sering mendapati istrinya menangis bersamaan dengan bayinya menangis, hingga mereka terlihat seperti duo kejer.
Bukannya Guntur tidak mau membantu Zee mengurus bayi mereka, tapi memang Baby Kai hanya bisa berhenti menangis setelah disusui istrinya.
"Yang, Kaisar udah bobo belum?" Guntur berbisik di telinga istrinya yang sedang menyusui bayi berusia tiga bulan itu. Ya Guntur masih belum rela memanggil Bayinya dengan sebutan Baby Kai, dan bertahan memanggilnya Kaisar, walaupun semua anggota keluarganya memanggil bayi tampan itu dengan sebutan Baby Kai.
"Udah, tapi masih nen*n." Zee menjawabnya dengan berbisik juga takut Baby Kai terbangun. Bisa lama lagi urusannya Zee menyusui anaknya jika dia kembali bangun.
Guntur menjambak rambutnya, ia kesal karena posisinya telah benar-benar dikuasai putranya. "Udah setengah jam masih nempel aja. Lepasin dong Yang, aku juga kan kangen." Rengeknya sambil berguling-guling di belakang istrinya.
"Kamu bisa diem ga sih? Ntar dia bangun. Aku juga udah pegel tau!" Sambil memukul badan suaminya dengan sebelah tangannya yang bebas.
"Gantian napa Yang, lepasin pelan-pelan ma kamu!" Guntur masih berusaha merayu sang istri.
Zee pun menuruti perintah suaminya, perlahan dia melepaskan put*ng yang masih menempel di mulut bayinya yang terlihat sudah terlelap tidur.
Tapi ketika dia membalikkan tubuhnya Guntur terlihat sudah terlelap dengan posisi terlentang dengan dasi dan kaus kaki yang masih menempel di tubuhnya. Benar-benar mengenaskan, rasa lelahnya terlihat sangat jelas terpancar dari raut wajahnya.
Zee mencium bibir suaminya perlahan."Say, udah makan belum?" Bisiknya ketika melihat suaminya terbangun karena kecupan kecil yang dia berikan.
"Kangen." Rengek Guntur yang kemudian memeluk Zee di atas tubuhnya.
"Isst, aku tanya kamu udah makan belum? Mandi dulu sana! Jorok!"
"Mau begini aja!"
"Aku siapin makan dulu ya, sekalian aku juga belum makan. Kamu mandi dulu sana!" Zee bangkit dari tubuh suaminya.
__ADS_1
Guntur turun ke ruang dapur setelah membersihkan diri, dilihatnya istrinya sedang menata lauk pauk untuk makan mereka.
"Kamu ngapain sih? Malu tau!" Zee mencubit tangan kekar suaminya yang tengah memeluknya dari belakang.
"Biarin Bibi juga ga liat ini." Jawab Guntur acuh padahal dia sendiri lihat jika Bibi pembantunya sedang ikut menata makanan di meja makan.
Bibi itu hanya tersenyum melihat kelakuan majikannya yang semakin terlihat manja semenjak kehadiran si kecil. Seperti tidak ingin tersaingi anaknya.
Mereka makan dengan diisi sedikit obrolan keseharian mereka.
"Besok jadi kan ke rumah Mama?"
"Hemm." Jawab Guntur di sela-sela makannya.
Besok Zee dan keluarga kecilnya akan berkunjung untuk pertama kalinya sejak kelahiran baby Kai dan ini juga adalah pengalaman Baby Kai main ke rumah orang tua Zee.
"Yang besok bawa stok ASI yang banyak ya!"
Zee bingung. Kan gue ikut kesana. Ngapain dia nyuruh-nyuruh gue bawa syok ASI? Mencurigakan.
"Nurut aja!"
Pokoknya gue ga mau gagal lagi. Batin Guntur menyeringai
Semenjak kehadiran Kaisar, Guntur menambahkan kasur di kamarnya, karena singgasananya telah dikuasai bayi kecil mereka.
"Bobo disini aja Yang!" Guntur menarik tangan istrinya hingga terjerembab ke atas tubuhnya.
Melihat situasi dan kondisi yang sangat kondusif, Guntur langsung melakukan serangan kepada Zee yang sudah sejak tiga bulan lalu dia tahan.
Sebuah lumutan lembut Guntur berikan kepada Zee untuk melepas kerinduan dan hasrat yang selama ini dia tahan hingga membuat mereka semakin terbuai dan saling menginginkan lebih, ciuman Guntur semakin dalam membuat tangan Zee mencengkram erat tangan kekar suaminya, ciuman Guntur berpindah ke lehernya membuat Zee seperti tersengat aliran listrik di sekujur tubuhnya, hingga Zee harus menggigit bibir mungilnya agar tak mengeluarkan desahan yang dihasilkan dari kenikmatan yang Guntur berikan.
Kini bukan lagi ******* yang Guntur berikan tapi ciuman penuh nafsu dari keduanya yang tak bisa mereka bendung lagi.
Tak bisa dipungkiri Zee pun memang sangat merindukan sentuhan dari suaminya. Hal yang sangat wajar bukan?
__ADS_1
Dan zee juga tahu sebesar apa gairah suaminya yang tertahankan selama tiga bulan ini, melihat Guntur bisa dengan mudah menelanjanginya.
"Kamu siapkan?" Bisik Guntur ditelinga istrinya yang membuat Zee merinding karena menerima rangsangan dari deru nafas suaminya.
Zee mengangguk kecil, membuat Guntur semakin liar menjamah setiap lekuk tubuh istrinya yang hampir setiap malam ia impikan.
Alhamdulillah Tong, akhirnya rasa kangen kamu bisa terobati malam ini. Guntur berbicara pada dirinya sendiri.
"Aku mulai ya!"
Tubuh mereka pun bersatu, seketika kehangatan menjalar ke sekujur tubuh keduanya.
Dan…
"EAAA,,, EAAA!!!"
Baby Kai nangis pemirsah…
Mendengar bayi mereka menangis Zee reflek mendorong tubuh suaminya dari perpaduan mereka dan berlari ke ranjang membuat Guntur terjerembab jatuh ke samping tempat tidur.
Terdengar deru nafas Guntur yang terengah-engah menahan hasrat dan amarah karena gagal memuaskan si Otong.
Guntur yang tadinya sudah berada di awang-awang seperti dihempaskan ke bumi dengan paksa. Wajah merah padam menahan gairah tak dapat dia sembunyikan lagi.
"Kamu mau kemana?" Tanya Zee ketika melihat suaminya hendak meninggalkan kamar mereka dengan hanya mengenakan celana tidurnya.
"Olahraga dalam arti yang sesungguhnya." Jawab Guntur kesal kemudian berjalan menuju ruang fitnesnya.
Guntur : Thor lu tega amat sih Thor, Ya Allah lu kagak kasian apa ma si Otong? Keburu kisrut aja nih si Otong kelamaan puasa.
Author : (kagak peduli sambil Goyang Dumang diatas penderitaan Aa Guntur.)
Guntur : Gua sumpahin kagak pake baju baru lu lebaran besok.
Author :Ampuuuuunnn,,,
__ADS_1
Ga lagi-lagi deh. Suerrr.. 😭😭😭✌✌✌