
Guntur sedang memutar otaknya agar istrinya membatalkan niatnya untuk menonton konser EXO yang akan digelar di negeri tetangga. Selain usia kandungannya masih di trimester pertama, Guntur pun terbentur jadwal dengan urusan kantornya, karena pada hari yang sama perusahaannya akan menyelenggarakan syukuran peresmian kantor cabang yang baru.
Akhirnya dia menemui Kakak Iparnya untuk menyusun rencana agar istrinya tidak mendapatkan izin dari dokter kandungan untuk bisa naik pesawat.
"Bi, pokoknya gue serahin urusan ini ke elu. Kalo perlu lu suap deh tuh dokter kandungannya! Bilangin aja nominalnya, gue bayar." Ucap Guntur memaksa Kakak Iparnya.
"Gue sih gimana yang bayar gue paling gede aja. Masalahnya bini elu juga nyuruh gue supaya dokter kandungan bisa ngasih izin dia terbang." Jawab Fabian jujur.
Guntur terkejut mendengar ucapan Fabian, dia tidak menyangka bahwa istrinya akan senekat itu untuk bisa menonton konser idolanya.
"Mobil baru?" Ucap Guntur dengan senyum menggoda.
"Deal. Gue seneng nih urusannya kalo gini caranya sih." Fabian tersenyum senang mendengar tawaran Guntur.
*
Seperti biasa setiap sore Guntur menjemput istrinya dari toko kue milik Zee, tapi sore ini dia terlihat kesal melihat Zee sedang tersenyum lebar bersama seorang pria yang umurnya jauh dibawahnya.
Dia terlihat senang mengobrol dengan pria itu, hingga kedatangan Guntur pun tidak diketahuinya, yang kala itu Zee sedang duduk bersebrangan dengan lawan bicaranya.
"Halo sayang, Daddy udah datang nih." Ucap Guntur berjongkok sambil mencium perut sang istri seolah sedang berbicara dengan bayi mereka.
"Kamu udah datang Say?" Zee terlihat terkejut melihat Guntur yang tiba-tiba ada dihadapannya.
"Abis kamu khusyuk banget ngobrolnya, ampe suami sendiri datang aja dicuekin." Menekankan pada kata suami dikalimatnya.
"Maaf Pak!" Ucap pria yang sedang berbicara, dia berdiri kemudian sedikit menundukkan kepalanya memberi hormat kepada Guntur.
Hal itu membuat Guntur mengalihkan pandangannya ke arah pria yang mengobrol dengan istrinya. Tapi Guntur tidak mengenali siapa pria itu.
Melihat atasannya sepertinya tidak mengenali siapa dia, pria itu memperkenal kan diri.
"Saya Arjun Pak, manajer pemasaran yang baru." Ucapnya hormat.
__ADS_1
Guntur mulai mengingat-ngingat, tapi dia masih tidak bisa mengingatnya. Karena mereka memang belum pernah bertemu.
"Dia itu dulunya kakak kelas aku loh." Jawab Zee melihat suaminya yang terlihat masih bingung.
Guntur hanya mengangguk dan melingkarkan tangannya di bahu istrinya.
"Dulu aku naksir pake banget sama Kak Arjun Say." Ucap Zee polos.
"APAAA?" Guntur terkejut mendengar perkataan istrinya, kemudian memandang sinis kepada bawahannya itu.
Arjun terlihat terancam oleh tatapan Guntur, memberi kode kepada Zee untuk tidak meneruskan ceritanya. Tapi dasarnya telmi Zee terus bercerita kepada Guntur kalo dulu juga sebenarnya Arjun menyukainya, tapi dia selalu dihalangi oleh ketiga cunguk itu.
"Jadi kamu kesini mau ngajak pacaran istri saya?" Guntur bertanya tapi dengan nada mengancam.
"Enggak lah Say, dia ga sengaja mampir, dia juga ga tau kalo ini toko kue aku. Lagian aku juga ga bakalan naksir lah." Ucapan Zee membuat Guntur tersenyum bangga.
"Ga tau deh kalo yang ngajak pacarannya Mas Kai, aku ga janji masih bisa setia ma kamu atau ga." Lanjutnya sengaja mengerjai suaminya yang terlihat cemburu kepada Arjun.
Dia tidak mempedulikan api cemburu yang berkobar-kobar saat dengan santainya dia berbicara seperti itu. Entahlah, semenjak Zee hamil Guntur jadi mudah marah, mudah tersinggung, bahkan mudah cemburu. Dan itu membuat Zee sering mengerjainya.
**
Aku ga akan pernah biarin kamu ketemu sama si Kiyai itu. Hahaha…
"Say, kita ke tempat praktek dokter kandungan temen Kak Bian yuk! Aku mau minta surat izin naik pesawat dari dokter. Aku cepet-cepet pengen beli tiket pesawat supaya ga kehabisan." Rengek Zee, karena konsernya akan diadakan dua minggu lagi, walaupun tiket konser sudah dia beli sejak sebulan yang lalu.
***
Zee begitu terpukul, setelah pulang dari klinik dokter kandungan. Hatinya hancur, harapannya bertemu dengan pria idamannya sudah lenyap.
Dokter kandungannya tidak memberikan izin terbang. Dia bahkan menangis tersedu-sedu di ruang praktek dokter itu.
Meskipun dia telah memohon dan berjanji akan membelikan oleh-oleh kepada dokter cantik yang memeriksanya dulu, tapi tetap saja usahanya sia-sia.
__ADS_1
"Udah donk Yang, jangan nangis aja! Kasian Junior, ntar ikut stres denger Mommynya nangis kejer gitu!" Guntur terus berusaha menenangkan istrinya yang terus menangis sejak pulang dari dokter kandungan.
Kemudian Guntur berinisiatif mengajak istrinya ke kafe milik Egy, karena siapa tahu mereka bisa membantu menenangkan hatinya.
"Kenapa si Nyonya Bos?" Egy terlihat khawatir melihat sahabatnya yang terlihat sangat terpuruk dan sedih.
"Dokter ga ngijinin dia terbang, jd dia ga bisa nonton konser EXO."
Mendengar nama EXO disebut Zee kembali menangis. Hingga semua mata pengunjung beralih kepadanya.
"Padahal gue udah beli baju baru, tas baru, sepatu baru buat gue pake nonton konser. Tapi semuanya jadi sia-sia. Gue ga bisa ketemu dia." Ucap Zee sesegukan.
Egy segera menelpon Fery dan Baim agar bisa membantu mereka memenangkan Zee.
Sekitar tiga puluh menit mereka sudah tiba di Kafe Egy dan melihat Zee yang sudah terlelap di pangkuan suaminya.
"Ga kebayang sama gue tragedi dulu bakalan terulang lagi." Ucap Baim, dia merinding membayangkan tragedi yang menimpa Zee beberapa tahun lalu.
Baim dan kedua sahabatnya menceritakan pengalaman serupa ketika dulu Zee dilarang orang tuanya menonton konser EXO, karena dua bulan lagi dia akan melangsungkan pernikahannya dengan Guntur kala itu.
Zee mogok makan, dan terus menangis setiap hari sampai mengancam akan bunuh diri kepada kedua orang tuanya, hingga akhirnya dengan terpaksa mereka mengijinkan Zee datang ke konser yang diadakan di Jepang kala itu.
"Aku ga akan ngelakuin itu lagi kok Say." Ucap Zee yang sudah bangun dari tidurnya. Matanya masih terlihat bengkak akibat menangis berjam-jam.
"Tapi sebagai gantinya…" Zee menggantung ucapannya.
"Kamu boleh minta apa aja! Kita akan turutin." Ucap Guntur dan disambut anggukan yang lainnya.
"Sebagai gantinya, kalian harus bikin konser gantiin konser EXO. Walaupun muka kalian ga da yang mirip personil EXO, tapi aku pengen kalian nyanyi dan ngedance kayak mereka. Ga ada penolakan! Kalian udah janji."
Keempat pria dihadapannya saling berpandangan dan menelan ludah berjamaah mendengar permintaan ibu hamil yang ada di hadapan mereka.
Guntur : Bunuh aja gue Thooooorrr...😭😭😭
__ADS_1
Cunguk : Kita Fans Linkin Park Thor, masa lu tega kita ngehianatin diri kita sendiri...😭😭
Author : Kok gue makin seneng ya liat klean-klean menderita...🤣🤣🤣🤣