
Weekend adalah saat yang pas untuk bersenang-senang, setelah melewati rutinitas harian yang cukup melelahkan dan menguras otak ini lah saatnya untuk memanjakan diri, walau hanya sekedar cuci mata dan berkeliling-keliling mall bersama teman ataupun orang terkasih itu sudah bisa membuat beban berat di kantor bisa terlupakan sesaat, oleh sebab itu suasana mall cukup ramai ketika Zee dan suaminya memasuki area mall yang mereka datangi.
Karena tujuan mereka adalah nonton, Guntur dan Zee pun langsung menuju loket pembelian tiket, sedangkan sangat Nyonya terlihat santai sambil menikmati ice cream yang mereka beli di outlet depan mall.
"Kita nonton apa ya?" Tanya Zee, sambil melihat daftar film yang akan tayang waktu itu.
"Apa aja, Frozen juga ga apa-apa, orang kita niatnya cuma mau ciuman doang." Jawab Guntur asal, karena niat mereka hanya untuk ciuman di bioskop yang gelap jadi tak penting lah film apa yang mereka tonton.
"Cih, maksud kamu, nanti kamu nyium aku sambil ngebayangin si Elsa?"
"Bukan Elsa, tapi Olav. Kan tinggi kamu ga jauh beda kayaknya sama Olav." Sambil mencubit pipi mulus Zee yang sedang manyun.
Setelah perdebatan yang sengit dalam memilih film mana yang akan mereka tonton. Akhirnya keputusan mereka jatuh pada film Jumanji: The Next level. Karena tidak ada film romantis yang diputar saat itu.
Guntur seketika menjadi pusat perhatian pengunjung terutama kaun hawa, dia hanya mengenakan kemeja kerjanya yang bagian tangannya dilipat hingga ¾ menjadikannya terlihat makin seksi.
"Kamu sengaja ya?" Mata Zee menatap tajam sangat target.
Guntur yang tidak mengerti maksud pertanyaan Zee hanya mengernyitkan dahinya.
"Sengaja apaan?"
"Iya kamu sengaja ngegulung-gulung baju kamu supaya keliatan seksi? trus itu ngapain coba dua kancing kemeja kamu pake dibuka segala? Mau pamer dada kamu yang bagus?" Zee kesal melihat hampir semua mata memandang kagum suaminya. Dari mulai anak kecil, ABG sampe Emak-emak, bahkan para pria penyuka batangan pun melirik ke arah suaminya.
"Hahaha,,,amal Yang, kan jarang-jarang tuh mata mereka liat orang ganteng kayak aku, kalo kamu kan dari melek mata ampe merem lagi puas liatin aku. Pelit amat sih Yang, kalo punya rezeki banyak itu kan harus bagi-bagi, itu sama aja kayak sedekah. Tenang Yang, cuma kamu kok yang pernah liat aku ga pake apa-apa." Goda Guntur melihat istrinya yang maju beberapa centi.
"Cih,,, giliran aku ga boleh pake kebaya yang kebuka dibagian dadanya."
"Bukannya ga boleh, tapi aku takut kalo orang-orang mikir kalo kamu itu siluman macan tutul." Bisik Guntur, dia tak ada puasnya menggoda Zee.
Setelah membeli popcorn dan soda yang selalu jadi menu andalan untuk menemani nonton. Pasangan suami istri itu pun memasuki ruang bioskop karena beberapa menit lagi film akan diputar, lampu mulai dimatikan.
"Aku deg-degan."
__ADS_1
Deg-degan? Cuma mau ciuman doang aja pake deg-degan segala. Kayak perawan yang mau diperawanin aja.
Zee begitu menikmati setiap adegan di film itu yang memang sengaja dibuat untuk membuat jantung para penonton berpacu lebih cepat karena banyaknya kejadian-kejadian di film itu yang memacu adrenaline. Guntur hanya bisa tersenyum melihat kelakuan istrinya yang seperti masuk ke dalam peran di film yang ia tonton, terutama ketika Dwayne Johnson dan kawan-kawan yang kalau itu di kejar ribuan burung unta membuat Zee ikut panik hingga mencengkeram erat lengan suaminya,
"Aduuuuhhh,,,,cepetan donk nyetirnya!!" Dia terus menyembunyikan wajahnya dibalik lengan kekar suaminya.
"Aduh Say, aku deg-degan banget. Ya Allah liat udah deket itu burungnya, cepetan dong!" Dan entah sejak kapan dia duduk sambil memeluk erat kaki di atas kursi bioskop. Melihat kelakuan lucu istrinya, spontan Guntur meraih tengkuk Zee dan mengecup bibir Zee ketika ia kembali bersembunyi dibalik lengannya.
"Kamu apa-apaan sih, lagi tegang gini sempet-sempetnya nyiumin aku!" Setengah berbisik, takut mengganggu penonton yang lain.
"Bukannya kamu niatnya ngajakin aku ciuman?" dengan suara yang sama dengan Zee.
"Tapi ini momennya ga pas Say!" Protesnya.
"Katanya pengen nyobain ciuman di bioskop yang gelap!"
"Ntar aja, lagi seru nih."
Zee dan Guntur akhirnya hanya menikmati film, tanpa dipotong adegan mesum yang Zee harapkan, karena berkali-kali Guntur mencoba mencium istrinya tapi selalu dilarang.
"Yuk, kita pacaran sepuas kamu hari ini."
Guntur seperti mewujudkan mimpi-mimpi Zee selama ini yang tidak pernah dia capai apalagi kalau bukan pacaran.
Sekitar 30 menit kemudian mereka sudah berada di kafe milik Egy.
"Egy." Teriak Zee sambil melambaikan tangan ke arah Egy yang sedang ikut membantu melayani pelanggan ketika mereka memasuki kafe yang sangat cozy sehingga cukup banyak pelanggan untuk ukuran kafe yang baru buka beberapa bulan lalu itu.
"Males gue liat muka lu."
"Ko gitu sih Nyet?" Protesnya.
"Pasti minta gratisan."
__ADS_1
"Haiiiii, kau rakyat jelata! Lupa kau siapa wanita cantik yang ada di hadapanmu ini?" Kesombongan wanita mungil itu terpancing oleh ucapan Egy.
"Berisik lu pe'a! Ganggu pelanggan gue aja!"
"Say, beli kafe ini sekarang juga!" Masih dengan nada sombongnya.
"Kita beli sama yang punya kafenya sekalian!" Jawab Guntur menanggapi kelakar istrinya.
"Songong lu pada! Mentang-mentang banyak duit maen beli-beli aja lu!"
Zee dan Guntur memilih tempat duduk yang paling ujung, agar mereka tidak terlalu terganggu orang-orang yang lewat.
"Yang, aku ke toilet dulu ya, jangan genit!"
"Tenang Say, selera aku tinggi kok. Tapi kalo ada yang lebih keren dan lebih tajir dari kamu, aku ga janji ya."
Guntur kembali mencubit pipi istrinya yang menurutnya begitu menggemaskan sebelum berlalu ke toilet.
"Mbak Zee yang punya toko kue itu kan?" Tanya seorang wanita cantik yang tidak asing lagi bagi Zee.
"Eh Mbak Iren?" Zee memastikan bahwa wanita cantik tersebut adalah pelanggan di toko kuenya.
Senyum manit tersungging di bibir wanita cantik itu sambil menjabat tangan Zee.
"Yang, kok belum pesen minum?" Tanya Guntur yang baru kembali dari toilet.
"Varo?"
"Iren?"
jreng,,,
jreng,,,
__ADS_1
Anggap backsound sinetron...
Mana likenya Shay?😘